- Franka Franklin menjenguk suaminya, Nadiem Makarim
- Mantan Mendikbudristek, Nadiem Makarim, resmi ditahan selama 20 hari
- Kasus ini telah menyeret lima orang tersangka, termasuk Nadiem
Suara.com - Suasana di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan pada Senin (8/9/2025) siang terasa berbeda. Di tengah kesibukan penegakan hukum, sebuah momen personal yang menyentuh terjadi saat Franka Franklin Makarim, istri dari mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim, datang menjenguk suaminya yang kini mendekam di balik jeruji besi.
Tiba sekitar pukul 12.30 WIB, Franka yang tampak tegar datang tidak dengan tangan kosong. Ditemani oleh tim kuasa hukum, ia membawa sebuah rantang berisi makanan rumahan, sebuah simbol dukungan sederhana namun penuh makna bagi sang suami yang tengah terjerat kasus hukum berat. Kehadirannya sontak menarik perhatian awak media yang telah menanti.
Setelah lebih dari satu jam berada di dalam, Franka akhirnya keluar dari gedung pada pukul 13.47 WIB.
Meski raut wajahnya tak bisa menyembunyikan beban, ia tetap menyapa para wartawan dengan tenang. Ia menjelaskan bahwa kunjungannya adalah kunjungan biasa untuk memberikan dukungan dan membawakan makanan kesukaan Nadiem.
“Menengok biasa saja. Bawa rantang, bawa makanan samosa dan pastel dari rumah. Dibikin ibunya,” katanya sebagaimana dilansir kantor berita Antara, Senin (8/9/2025).
Ketika didesak lebih jauh mengenai kondisi atau pesan khusus dari Nadiem Makarim, Franka hanya menyampaikan satu hal yang paling dibutuhkan suaminya saat ini: dukungan moral dan doa. Ia tidak banyak berkomentar mengenai substansi kasus, memilih untuk fokus pada permohonan dukungan publik.
“Mohon doanya saja teman-teman semua dan terima kasih untuk dukungannya selama ini. Terima kasih sekali,” ucapnya sebelum beranjak pergi.
Senada dengan Franka, kuasa hukum Nadiem Makarim, Muhammad Ali Nurdin, memberikan gambaran singkat mengenai aktivitas kliennya selama di tahanan. Menurutnya, Nadiem berusaha mengisi waktunya dengan kegiatan positif untuk menjaga kewarasannya.
“Biasa saja, baca buku. Mohon doanya semua. Terima kasih,” ujar Ali Nurdin.
Baca Juga: Disdik DKI Akui Tak Punya Data Lengkap Penerima Chromebook dari Era Nadiem, Begini Penjelasannya
Nadiem Makarim, sosok yang dikenal sebagai inovator di dunia teknologi sebelum terjun ke pemerintahan, harus menghadapi kenyataan pahit. Pada Kamis (5/9/2025), Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkannya sebagai tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Kemendikbudristek untuk periode 2019-2022.
Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Nadiem langsung menjalani penahanan di Rumah Tahanan (Rutan) Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan untuk 20 hari pertama demi kepentingan penyidikan.
Kasus ini sendiri bukanlah perkara baru. Sebelum menjerat Nadiem, Kejagung telah lebih dulu menetapkan empat orang lain sebagai tersangka.
Mereka adalah orang-orang yang berada di lingkaran dalam kementerian pada saat itu, yang diduga kuat terlibat dalam persekongkolan jahat ini.
Keempat tersangka itu adalah JT (Jurist Tan) selaku Staf Khusus Mendikbudristek tahun 2020-2024 dan BAM (Ibrahim Arief) selaku mantan konsultan teknologi di Kemendikbudristek.
Kemudian, SW (Sri Wahyuningsih) selaku Direktur Sekolah Direktur SD Direktorat PAUD Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Kemendikbudristek Tahun 2020-2021 sekaligus sebagai kuasa pengguna anggaran di lingkungan Direktorat Sekolah Dasar pada tahun anggaran 2020-2021.
Tag
Berita Terkait
-
Apa Jabatan Nono Anwar Makarim? Ayah Nadiem Makarim yang Dikenal Anti Korupsi
-
Kini Harta Turun Drastis, Nadiem Makarim Jadi Menteri Pendidikan Bukan Tambah Kaya?
-
Nadiem Makarim Tersangka, Denny Sumargo Lempar Opsi Misterius: Pengalihan Isu atau Dijebak?
-
Mahfud MD: Februari 2020 Nadiem Masih Mendikbud, Bukan Mendikbudristek
-
Intip Tarif dan Pabrik Uang Hotman Paris, Pengacara Nadiem Makarim di Kasus Korupsi Pengadaan Laptop
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Misi Kemanusiaan Miss Cosmo 2025: Perkuat Akses Operasi Bibir Sumbing Gratis di Indonesia
-
Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia
-
Perang AS - Iran Bikin Eropa Boncos, Biaya Impor Bahan Bakar Bengkak Rp 505 Triliun
-
Halalbihalal Tokoh Sumbagsel: Mendagri Tito Ajak Rumuskan Program Nyata 2027-2029
-
Gaji Jurnalis Pemula Disorot: Idealnya Rp 9,1 Juta, Faktanya Masih Banyak di Bawah UMR
-
PERKUPI Lantik Pengurus Jakarta, Tegaskan Peran Jaga Kerukunan Umat Beragama di Ibu Kota
-
Alasan KPK Dorong Capres hingga Cakada dari Kader Parpol: Demi Cegah Mahar Politik
-
Hadirkan Raisa hingga Yura Yunita, Pagelaran Sabang Merauke 2026 Siap Guncang Indonesia Arena!
-
Terseret Pusaran Narkoba, Pemprov DKI Jakarta Segel Permanen Whiterabit PIK
-
Swadaya Warga Matraman Lindungi Ibu Hamil dan Anak dari Asap Rokok