- Starlink menghentikan sementara registrasi dan aktivasi pengguna baru di Indonesia karena kapasitas jaringan telah "terjual habis".
- Fenomena ini bukan anomali, karena masalah kapasitas serupa sebelumnya telah terjadi di Nigeria dan Kenya, menyoroti tantangan ekspansi global Starlink.
- Di sisi lain, Starlink juga pernah mengalami gangguan teknis global akibat kegagalan software yang mempengaruhi puluhan ribu pengguna.
Suara.com - Layanan internet satelit Starlink mengambil langkah signifikan di Indonesia. Mereka untuk sementara waktu berhenti menerima pelanggan baru di seluruh negeri.
Pengumuman ini muncul sedikit lebih dari setahun setelah peluncuran resminya. Acara peluncuran tersebut bahkan dihadiri langsung oleh pendiri SpaceX, Elon Musk, di Bali.
Di situs resminya, Starlink menyatakan layanan tidak tersedia untuk pelanggan baru. Alasan utamanya adalah kapasitas yang telah terjual habis di seluruh wilayah Indonesia.
Keputusan ini berdampak tidak hanya bagi calon pelanggan yang ingin mendaftar langsung. Hal ini juga berlaku bagi mereka yang telah membeli perangkat keras Starlink dari pihak ketiga.
Aktivasi perangkat baru dari penjual ritel juga ikut dihentikan untuk sementara. Ini menunjukkan bahwa jaringan benar-benar telah mencapai batas maksimalnya saat ini.
Bagi banyak calon pengguna, terutama di daerah terpencil, kabar ini menjadi sebuah kemunduran. Mereka sangat mengandalkan Starlink sebagai solusi konektivitas internet yang andal.
Perusahaan memberikan opsi bagi calon pelanggan untuk melakukan deposit. Dengan begitu, mereka akan masuk ke dalam daftar tunggu dan diberi notifikasi saat layanan tersedia kembali.
Namun, pihak Starlink tidak dapat memberikan perkiraan waktu kapan ketersediaan akan pulih. Mereka hanya menyatakan sedang berkolaborasi dengan otoritas lokal untuk mengatasi masalah ini.
Fenomena ini pada dasarnya adalah "Starlink down" bagi mereka yang belum terhubung. Ini bukan gangguan teknis, melainkan sebuah batasan dari sisi kapasitas layanan.
Baca Juga: Perusahaan Milik Elon Musk Pecat 500 Karyawan Via Email, Pesangon Dibayar Akhir November
Tingginya permintaan menjadi akar dari masalah ini. Sejak diluncurkan pada Mei 2024, antusiasme masyarakat Indonesia terhadap Starlink sangat besar.
Padahal, biaya yang ditawarkan Starlink tergolong lebih tinggi dari penyedia layanan internet lokal. Biaya perangkat kerasnya saja mencapai sekitar Rp 7,8 juta.
Sementara itu, biaya langganan bulanannya berada di angka Rp 550.000. Angka ini lebih tinggi dari ISP lokal yang berkisar antara Rp 200.000 hingga Rp 400.000.
Meskipun demikian, permintaan terus tumbuh pesat melampaui kapasitas bandwidth satelit yang ada. Ini menunjukkan adanya kebutuhan besar akan internet berkualitas di seluruh nusantara.
Sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau, infrastruktur broadband di Indonesia memang belum merata. Starlink dilihat sebagai jawaban untuk mengisi kesenjangan digital tersebut.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan penting mengenai skalabilitas Starlink. Apakah mereka mampu memenuhi ekspektasi besar di pasar negara berkembang seperti Indonesia?
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Sepatu Lari Diadora Diskon 50 Persen di Sports Station, Harga Jadi Rp200 Ribuan
- 5 Cushion Matte untuk Menutupi Bekas Jerawat dan Noda Hitam, Harga Terjangkau
Pilihan
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
Terkini
-
68 Kode Redeem FF Max Terbaru 2 Mei 2026: Raih MP40 Cobra dan Winchester Kagura
-
10 HP Flagship Android Terkencang AnTuTu April 2026: iQOO 15 Ultra Pemuncak
-
51 Kode Redeem FC Mobile Terbaru Aktif 2 Mei 2026: Sikat TOTS 116-119 dan Shards
-
Sharp Indonesia Pamer Teknologi Ramah Lingkungan di Hari Bumi 2026
-
Huawei WiFi Mesh X3 Pro Resmi Dijual di Indonesia, Router Wi-Fi 7 Mewah dengan Kecepatan 3.6 Gbps
-
Nubia Neo 5 Series Segera ke Indonesia, Bawa RAM 12 GB dan Kipas Pendingin
-
Diwarnai Drama Pemecatan, Game Subnautica 2 Siap Rilis Bulan Ini
-
iQOO Z11 Siap ke Malaysia dengan RAM 12 GB, Lanjut Masuk ke Indonesia?
-
Oppo Reno 16 Series Mulai Pre-Order: Andalkan Chipset Flagship dan Baterai Jumbo
-
iQIYI Siapkan Gebrakan di Indonesia 2026, Dracin hingga Fan Meeting Artis China Jadi Andalan