5. Bentuk dan latih relawan siaga karhutla
Komunitas yang terlatih untuk mengamankan titik panas, patroli rutin, dan melapor cepat akan memperkecil risiko kebakaran meluas. Program pelatihan ini bisa diselenggarakan BPBD bersama masyarakat.
6. Pasang menara pengawas dan gunakan teknologi deteksi
Menara pengawas, kamera, dan pemanfaatan citra satelit atau aplikasi pelaporan bisa mempercepat deteksi titik api sehingga tindakan cepat bisa diambil.
7. Buat sekat bakar (firebreak) di area rawan
Membuka jalur terbuka tanpa vegetasi pada lebar tertentu membantu menghentikan laju penyebaran api apabila muncul, dan perencanaan sekat harus mengikuti rekomendasi teknis setempat.
8. Koordinasi antar-instansi dan penegakan hukum
Aturan yang jelas terhadap pembakar liar dan implementasi sanksi akan memberi efek jera, sementara koordinasi antar-dinas memastikan sumber daya terdistribusi tepat saat darurat.
9. Pantau hari tanpa hujan dan prakiraan cuaca
Hari tanpa hujan yang panjang meningkatkan risiko, memadukan data BMKG dan pengamatan lokal membantu menentukan kapan larangan pembakaran ketat diberlakukan.
10. Edukasi berkelanjutan kepada Masyarakat
Kampanye sederhana namun rutin lewat pertemuan warga, poster, dan media sosial membuat pesan pencegahan menancap kuat, mengurangi praktik berisiko yang seringkali muncul karena ketidaktahuan.***
Berita Terkait
-
Potensi Transaksi Rp52,5 Miliar Digarap Mitra Binaan Indonesia Eximbank Lewat TEI 2025
-
TEI 2025: Punya 7 Sertifikasi, Permen Jahe Produksi Binaan LPEI Ini Berjaya di Amerika
-
TEI 2025: LPEI & KemenkeuSatu Perkuat Ekspor UMKM Lewat Pameran dan Business Matching
-
NHM Gelar Simulasi Tanggap Darurat Karhutla, Perkuat Kesiapsiagaan di Tambang Indonesia Timur
-
Lewat Akselerasi Ekspor Digital di TEI 2025, Bank Mandiri Perkuat Peran Mitra Strategis Pemerintah
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Ekonomi Digital Indonesia Bisa Tembus Rp5.800 T, Nezar Patria : RI Tak Boleh Hanya Jadi Pasar AI
-
Inspirasi K-Wellness dan AI Home LG ala Shin Ye Eun
-
Ekonomi Digital Indonesia Capai 100 Miliar Dolar AS, Komdigi Dorong Kolaborasi Nasional
-
5 HP Layar Lengkung dan NFC Termurah, Sensasi Premium dengan Bujet Minimum
-
Powerbank Bagus Merek Apa? Ini 4 Pilihan 10.000 mAh untuk Antisipasi Listrik Padam
-
7 Tips agar Baterai iPhone Awet, Kurangi Risiko Battery Health Cepat Turun
-
4 Genset Silent Terbaik untuk di Rumah, Anti Berisik Hemat Bensin untuk Backup saat Mati Listrik
-
Harga Steam Machine Lebih Mahal dari PS5, Ini Penyebabnya!
-
POCO X8 Pro Yellow Resmi Meluncur di Indonesia, Desain Ikonik dan Fitur Komunikasi Tanpa Sinyal
-
Bos WhatsApp Resmi Mengundurkan Diri, Ini Sosok Penggantinya