Suara.com - Kementerian Perdagangan RI menggelar Trade Expo Indonesia (TEI) untuk ke-40 kalinya, berlangsung di ICE BSD City, Tangerang Selatan, Provinsi Banten, pada 15-19 Oktober 2025. Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) turut berpartisipasi dalam pameran skala internasional ini melalui Indonesia Eximbank.
Program rutin tahunan Kementerian Perdagangan RI tadi bertujuan meningkatkan daya saing produk lokal Indonesia agar mampu berbicara di pasar global. LPEI memberikan dukungan lewat kegiatan mempromosikan produk mitra binaan, debitur, desa devisa dari sektor Food and Beverage (F&B), utamanya rempah-rempah khas Indonesia.
Beberapa binaan LPEI yang turut hadir di TEI 2025 adalah PT Bunly Abadi Bersama dari Sulawesi Selatan. Produk berupa kacang mede dengan brand "Bunly", tersedia dalam tujuh varian, telah diekspor ke benua Asia, Afrika, serta Australia. Kemudian PT Indo Tropikal Group, produsen permen jahe dipadu sensasi buah tropis menggunakan nama dagang "Reed's", dipasarkan ke Amerika Serikat, Kanada, Australia, Denmark, dan Korea.
Lily Nuryah, CEO PT Bunly Abadi Bersama mengungkapkan TEI 2025 membuka peluang besar bagi perusahaannya untuk mendapatkan calon konsumen mancanegara.
"Dalam penyelenggaraan TEI tahun ini, para peserta semakin banyak, kompetitif, dan para peminat dari luar negeri juga tidak sedikit. Kami sendiri mendapatkan konsumen potensial dari Nigeria, serta Mesir, yang akan meneruskan pembicaraan bisnis secara daring usai gelaran ini," ungkap Lily Nuryah asal Makassar, Sulawesi Selatan.
Ia menjelaskan sejak mulai berbisnis pada 2019 sampai saat ini telah melayani pengiriman produk ekspor ke Malaysia, Singapura, Hong Kong, Korea, serta Australia. Selain itu turut mengisi pasar dalam negeri dengan tujuan berbagai mall di kota-kota besar.
"Juga menjalin kerja sama dengan maskapai penerbangan nasional serta internasional sebagai pemasok kacang mede camilan di pesawat komersial," ujar Lily Nuryah sembari mengungkapkan rasa syukur bergabung sebagai salah satu binaan LPEI.
Senada penuturan Nuri, salah satu owner dari PT Indo Tropikal Group, yang mengolah produksi di Karanganyar, bagian timur dari Provinsi Jawa Tengah dan berbatasan langsung dengan Jawa Timur.
"Selain permen jahe, kami juga ekspor serbuk-serbuk sampai bumbu-bumbu, dan bentuk segar dari rempah seperti jahe, kunyit, temulawak, tergantung permintaan. Total bisa mencapai delapan kontainer," jelasnya tentang usaha keluarga yang dimulai sejak 2017.
Baca Juga: Sukses Sebelum 30: Rajutan Garut Ini Tembus Pasar Lewat Shopee
Dalam keikutsertaan di TEI 2025, Nuri menyatakan potential buyer semakin bervariasi. Apabila sebelumnya ada Amerika Serikat dan Australia, kini produknya didatangi peminat asal India, dan Pakistan.
Selain menghadirkan booth para pelaku UMKM binaannya, LPEI bersama Kementerian Keuangan RI, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), dan Lembaga National Single Window (LNSW) bersinergi dalam KemenkeuSatu untuk mendukung para pelaku usaha berorientasi ekspor di TEI 2025 dalam melakukan perluasan akses pasar. Yaitu dengan cara membuka klinik konsultasi dan mini class mengenai produk F&B unggulan Indonesia, produk jasa keuangan untuk ekspor, aturan kepabeanan, dan perizinan ekspor yang dituangkan lewat Live Stage di TEI 2025.
Salah satunya Live Stage bertajuk "Saatnya Ekspor Naik Level, Powered by APBN" yang digelar pada Jumat (17/10/2025), dengan pembicara Agnes Rahadian selaku Kepala Departemen Penugasan Khusus Ekspor LPEI, Esti Wiyandari dari DJBC, serta Dedi Abdul Hadi dari LNSW.
Kesimpulan dari talkshow ini:
- LPEI sebagai Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan RI terus mendukung peningkatan kapasitas pelaku usaha berorientasi ekspor dalam aspek finansial maupun non finansial, agar mampu menembus pasar global.
- LPEI menyediakan fasilitas Penugasan Khusus Ekspor, yaitu program penugasan yang diberikan pemerintah kepada LPEI untuk menyediakan pembiayaan ekspor atas transaksi atau proyek yang secara komersial sulit dilaksanakan, tetapi dianggap perlu oleh pemerintah untuk menunjang kebijakan ekspor nasional.
- LPEI bersama dengan Kementerian Keuangan RI, DJBC, dan LNSW bersinergi dalam booth KemenkeuSatu pada TEI 2025 untuk mendukung perluasan akses pasar bagi pelaku ekspor agar dapat menjadi produk yang berani mendunia. Para pelaku ekspor dapat berkonsultasi mengenai Pembiayaan, Penjaminan, Asuransi dan Jasa Konsultasi bahkan terkait dengan perizinan maupun kebijakan-kebijakan lainnya mengenai mekanisme ekspor.
- Produk yang dipromosikan pada TEI 2025 adalah produk-produk unggulan dari debitur/mitra binaan/Desa Devisa LPEI yang bergerak di sektor makanan dan minuman. ***
Berita Terkait
-
Sukses Sebelum 30: Rajutan Garut Ini Tembus Pasar Lewat Shopee
-
Mengubah Daster Jadi Fashion Elegan, UMKM Binaan BRI Findmeera Buktikan Perempuan Bisa Berdaya
-
PNM & Menteri PKP Berikan Pembiayaan Terjangkau untuk Renovasi Rumah Usaha Nasabah Mekaar di Malang
-
BRI Dukung UMKM dan Program 3 Juta Rumah Lewat KPP serta KPR FLPP
-
Lewat Akselerasi Ekspor Digital di TEI 2025, Bank Mandiri Perkuat Peran Mitra Strategis Pemerintah
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
Pilihan
-
Here We Go! Elkan Baggott Kembali Dipanggil ke Timnas Indonesia
-
Sejumlah Artis Mendatangi Rumah Duka Vidi Aldiano, Wartawan Dilarang Masuk
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
-
Vila di Bali Disulap Jadi Pabrik Narkoba, Bea Cukai-BNN Tangkap Dua WN Rusia dan Sita Lab Rahasia!
Terkini
-
Defisit APBN Tembus Rp 135 Triliun, Program-program Ini Terancam Kena Dampak
-
Aduan THR 2026: Cara Melapor Pelanggaran Secara Online dan Offline
-
Profil Qatar Airways: Maskapai Cetak Rekor Laba Fantastis, Kini Tertekan Perang
-
Transaksi Aset Kripto Capai Rp29,24 Triliun di Januari 2026
-
AS Rugi Rp 91 Triliun dalam 100 Jam Operasi Militer Lawan Iran
-
Volume Transmisi Gas PGN Naik, EBITDA Tembus USD971,2 Juta
-
Respons Garuda Indonesia Usai Tak Lagi Dapat Bintang 5 dari Skytrax
-
Goldman Sachs Ramal Harga Minyak Tembus USD100 Pekan Depan
-
Sudah Punya Direksi Asing, Tapi Garuda Indonesia Malah Turun Kasta Jadi Bintang 4
-
Garuda Indonesia Turun Kasta Jadi Bintang 4, Kenyamanan dan Fasilitas Menurun