-
Polemik ijazah Gibran ramai diperbincangkan publik, melibatkan tokoh seperti Dokter Tifa, Roy Suryo, dan Said Didu.
-
Aturan KPU soal dokumen ijazah sempat dibatalkan, namun justru makin memicu keraguan atas keaslian ijazah Gibran.
-
Video lawas jawaban Gibran tentang solusi pekerjaan, "jadi pengusaha", kembali viral dan menuai kritik netizen.
Suara.com - Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, sedang menjadi sorotan dalam beberapa hari terakhir. Jawaban lawas Gibran saat menanggapi lapangan pekerjaan sempit bahkan viral lagi di media sosial.
Sebagai informasi, beberapa tokoh publik sedang menyoroti polemik ijazah Gibran. Deretan tokoh serta influencer yang membahas dugaan ijazah palsu Gibran adalah Dokter Tifa, Roy Suryo, dan Said Didu.
Pakar Neuroscience Behavior sekaligus pegiat media sosial Dokter Tifa menyoroti riwayat pendidikan Gibran yang rawan scam serta berpotensi palsu.
Ia sebelumnya juga membahas aturan baru KPU Nomor 731 Tahun 2025. Aturan tersebut membahas semua dokumen Capres dan Cawapres, termasuk ijazah, dikecualikan dari Dokumen Publik.
Itu membuat dokumen tak bisa dibuka tanpa persetujuan pemilik. Menurut Dokter Tifa, aturan baru KPU tentang ijazah justru membuat riwayat pendidikan Joko Widodo dan Gibran semakin dipertanyakan keasliannya.
Meski aturan telah dibatalkan pada pertengahan September, namun polemik ijazah Gibran semakin disorot.
Roy Suryo menuduh ijazah S1 Gibran palsu sementara Said Didu membahas UTS Insearch pada dokumen Gibran diragukan. Said Didu berpendapat bila UTS Insearch setara dengan bimbingan belajar persiapan ke S1, bukan setara SMK.
"Gugatan ijazah tak sah terhadap bintang 'Sesuai Aplikasi' Gibran Rakabuming Raka dikabarkan telah memasuki tahap mediasi," tulis @IndoPopBase pada Senin (22/09/2025).
Postingan menyematkan artikel berita tentang gugatan perdata Rp 125 triliun terhadap Gibran berlanjut ke tahap mediasi. Unggahan viral setelah memperoleh ratusan retweet dan ribuan tanda suka.
Baca Juga: Cara Mudah Cek Ijazah Asli atau Palsu Secara Online, Apa Saja yang Dibutuhkan?
Akun @abi_priadi lantas membagikan postingan video lawas Gibran yang viral pada utas @IndoPopBase.
"Pernyataan dan jawaban Gibran itu nggak diedit pakai AI ya, itu asli semua. Kosong sesuai pendidikan trakhirnya," cuit @abi_priadi.
Postingan video memperlihatkan komika yang membahas bila ucapan Sri Mulyani yang viral adalah editan AI sementara percakapan kontroversial Gibran justru tanpa editan sama sekali.
Video menampilkan momen Gibran yang menjawab pertanyaan dari salah satu perwakilan milenial. Postingan direkam pada November 2023 kita Gibran masih menjadi Cawapres Nomor Urut 2.
"Kebetulan saya merasa bahwa saya kan menemukan kaum anak milenial dan saya merasa bila lapangan kerja sekarang itu sangat sulit digapai karena banyak permainan orang dalam. Apa solusi terbaik dari Mas Gibran," tanya seorang perempuan.
"Jadi pengusaha," jawab Gibran.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
Terkini
-
Apakah Smart TV Bisa Tanpa WiFi? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Layar Jernih 32 Inch
-
7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
-
TV OLED dengan Dukungan NVIDIA G-SYNC, Hadirkan Pengalaman Main Game Tanpa Lag
-
Kolaborasi Honkai Star Rail dan Fortnite, Hadirkan Skin Spesial dan Berbagai Keseruan
-
5 Smart TV 24 Inci 4K Murah, Visual Jernih untuk Nonton Maupun Monitor PC
-
4 Prompt Gemini AI Terbaik untuk Hasil Foto Analog Tahun 1994 yang Ikonik
-
Smart TV Murah dan Bagus Merk Apa? Ini 3 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
-
Swing Kencang, Sinyal Ngebut: Telkomsel x Topgolf Hadirkan Paket Golf + Internet
-
Bagaimana Ma Wara Al-Nahar di Jakarta Akan Berlangsung dan Mengapa Dunia Islam Menaruh Perhatian
-
Perang Melawan Scam: AI Indosat Hadang 2 Miliar Ancaman Digital dalam 6 Bulan