- 8 Oktober 2025, puncak Hujan Meteor Draconid terjadi, namun bisa jadi terganggu cahaya Bulan.
- Bulan masih tampak Supermoon dan mencapai titik terdekat (perigee).
- Beberapa wilayah alami Hari Tanpa Bayangan (kulminasi utama Matahari).
Suara.com - Pecinta astronomi siap-siap! Langit Indonesia pada 8 Oktober 2025 akan menyuguhkan beberapa pemandangan langka, dari puncak hujan meteor tahunan hingga sisa keindahan fenomena Supermoon.
Tanggal 8 Oktober menjadi momen yang menarik, terutama karena berdekatan dengan peristiwa Bulan Purnama perigee (Supermoon) yang terjadi sehari sebelumnya.
Berikut adalah rangkuman fenomena langit yang patut Anda saksikan.
Puncak Hujan Meteor Draconid
Peristiwa utama yang akan mencapai puncaknya pada malam 8 Oktober 2025 adalah Hujan Meteor Draconid.
Hujan meteor ini terjadi ketika Bumi melintasi jejak puing-puing dari Komet 21P/Giacobini-Zinner. Meskipun tergolong sebagai hujan meteor minor dengan intensitas yang umumnya rendah (sekitar 5-10 meteor per jam).
Draconid dikenal sering memberikan kejutan. Beberapa tahun sebelumnya, hujan meteor ini sempat berubah menjadi "badai meteor" dengan ribuan meteor per jam, meski kondisi ini jarang terjadi dan sulit diprediksi.
Waktu Puncak: Diperkirakan pada malam 8 Oktober.
Asal (Radian): Berasal dari Rasi Draco, yang berada di langit utara.
Baca Juga: Heboh Jatuh di Cirebon! Ini Jadwal Hujan Meteor 2025 di Indonesia Tak Boleh Dilewatkan
Tantangan: Karena terjadi sehari setelah Supermoon, cahaya Bulan yang sangat terang berpotensi mengganggu
Pengamatan, khususnya untuk meteor yang redup. Anda perlu mencari lokasi yang sangat minim polusi cahaya untuk meningkatkan peluang melihatnya.
Pengaruh Sisa Supermoon dan Perigee Bulan
Meskipun fase penuh (purnama) Supermoon Harvest terjadi pada 7 Oktober 2025, efeknya masih sangat terasa pada 8 Oktober.
Pada 8 Oktober 2025 pukul 19.35 WIB, Bulan akan mencapai titik terdekatnya dengan Bumi, yang dikenal sebagai perigee, dengan jarak sekitar 359.819 km. Karena berada di titik terdekat, Bulan akan tampak 14 persen lebih besar dan 30 persen lebih terang dari biasanya, sebuah pemandangan yang tak boleh dilewatkan.
Ini adalah waktu terbaik untuk mengabadikan pemandangan Bulan, meskipun cahayanya yang terang akan sedikit meredupkan cahaya Hujan Meteor Draconid.
Fenomena Lokal: Hari Tanpa Bayangan
Berita Terkait
-
Heboh Jatuh di Cirebon! Ini Jadwal Hujan Meteor 2025 di Indonesia Tak Boleh Dilewatkan
-
Fenomena Langit di Cirebon, BRIN Jelaskan Penyebab Dentuman dan Kilatan Cahaya
-
Fakta-Fakta Hujan Meteor Draconid yang Salah Satunya Jatuh di Cirebon
-
Jangan Sampai Kelewatan! Langit Indonesia Bakal Dihiasi Gerhana Bulan 'Berdarah' Akhir Pekan Ini
-
Fenomena Halo Matahari Hiasi Langit Batam
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
Terkini
-
Cara Baru Jaring Talenta Keamanan Siber lewat Turnamen Esports
-
Fosil Tyrannosaurus Rex Gus Jadi Rebutan Miliarder dan Ilmuwan, Harganya Tembus Jutaan Dolar AS
-
5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
-
ASUS Resmi Rilis Kontroler ROG Raikiri II Pro PC untuk Gamer Kompetitif
-
HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
-
Grand Finals FFNS 2026 Fall Digelar di Yogyakarta, Garena Padukan Esports dan Festival Rakyat
-
Bocoran Spesifikasi Gahar Xiaomi Redmi Note 17: Baterai 8000 mAh, Kapan Rilis di Indonesia?
-
Daftar HP Realme Harga Rp1 Jutaan per Juli 2026: RAM Besar higga Baterai Awet
-
30 Kode Redeem FF Terbaru 12 Juli 2026: Klaim Skin dan Voucher Langka Sebelum Hangus
-
Teknologi untuk Bumi: Sharp Indonesia Ubah Langkah Pelari Jadi 600 Pohon di Habitat Elang Jawa