Suara.com - Untuk Anda yang menggunakan Instagram, tentu Anda sudah mulai menyadari keberadaan fitur Map yang ada di sana.
Fitur ini ditambahkan sebagai salah satu hal baru yang diharapkan dapat meningkatkan pengalaman pemakai.
Sedikit lebih jauh, mari mengenal fitur Instagram Map yang tuai pro kontra pasca kemunculannya.
Fitur Map di Instagram ini adalah tambahan yang diberikan Meta sebagai salah satu fitur interaktif. Tidak sedikit yang mengatakan fitur ini mirip dengan apa yang ada di Snapchat, yang berfungsi untuk berbagi lokasi dengan teman.
Meski ditujukan untuk hal yang positif dan meningkatkan pengalaman penggunanya, fitur Map di Instagram justru menuai pro dan kontra.
Tidak sedikit yang setuju dengan fitur seru ini, tapi banyak pula yang merasa hal ini justru dapat mengganggu privasi mereka.
Beberapa Kelebihan Fitur Map Instagram
Dari sekian banyak fitur dan kemudahan yang diberikan, setidaknya terdapat empat kelebihan utama dari fitur terbaru ini.
- Pertama, eksplorasi interaktif yang dapat dilakukan oleh pengguna Instagram. Ketika digunakan, Anda dapat melihat kiriman, reels, dan stories yang diberikan tag lokasi secara interaktif langsung di peta yang terbuka.
- Kedua, menemukan tempat baru yang menarik. Mulai dari bisnis, acara, atau landmark lain yang tengah populer berdasarkan lokasi yang ada di peta.
- Ketiga, berbagi lokasi dengan orang lain. Anda dapat membagikan lokasi real-time kepada teman yang dipilih, sehingga dapat digunakan untuk berbagai keperluan berbeda. Anda juga dapat menonaktifkannya kapan saja sehingga akses lokasi dapat benar-benar dibatasi sesuai dengan kebutuhan.
- Keempat, kontrol privasi yang dapat disesuaikan. Tersedia pengaturan untuk membatasi siapa saja yang dapat melihat lokasi Anda. Seperti misalnya hanya teman yang saling mengikuti atau mutual yang dapat melihat, daftar teman dekat, atau orang-orang tertentu.
Hadir Pula dengan Beberapa Tantangan
Seiring dengan kelebihannya, terdapat beberapa tantangan pula yang harus disadari agar Anda dapat menggunakan fitur tersebut dengan bijak.
- Pertama, adanya risiko privasi ketika lokasi dapat dibagikan secara otomatis tanpa sengaja
- Kedua, potensi penyalahgunaan yang muncul oleh pihak tidak bertanggung jawab, terutama kriminal dan predator daring.
- Ketiga, kebingungan pengguna pada fitur baru ini. Fitur ini terkadang aktif tanpa disadari, meski Instagram mengklaim pengguna dapat memiliki kontrol penuh.
- Keempat, lokasi postingan yang masih terlihat. Jika pengguna tidak mengaktifkan fitur berbagi lokasi real-time, maka lokasi yang ditandai pada unggahan sebelumnya dapat muncul di peta.
- Kelima, membahayakan remaja. Tidak sedikit orang tua yang merasa khawatir karena fitur ini bisa membahayakan bagi anak-anak. Lokasi yang dapat diakses oleh orang asing dapat meningkatkan risiko kejahatan yang terjadi.
Pro dan Kontra Fitur Map Instagram
Seiring dengan hadirnya fitur baru ini, banyak pro dan kontra yang muncul dari masyarakat. Tentu, pada akhirnya hal ini tetap kembali pada kebijaksanaan masing-masing dari Anda untuk menggunakan fiturnya.
Baca Juga: Instagram Rings Resmi Dikenalkan, Penghargaan Eksklusif Bagi Para Kreator
Namun setidaknya dengan membaca bagian ini Anda dapat melihat apa saja yang menjadi concern pengguna yang sudah dikemukakan.
Pro:
- Dapat membagikan lokasi dengan mudah
- Menemukan teman dengan fitur interaktif
- Mencari tempat baru
- Aman secara default
- Kontrol privasi yang ketat
Kontra:
- Kekhawatiran privasi yang bocor
- Risiko doxing dan stalking
- Lokasi dapat dibagikan tanpa izin
- Potensi penyalahgunaan data
- Menimbulkan kecemasan bagi para orang tua
Itu tadi sedikit penjelasan tentang mengenal fitur Map Instagram yang tuai pro kontra di kalangan masyarakat.
Semoga menjadi artikel yang berguna untuk Anda, dan selamat melanjutkan kegiatan Anda berikutnya!
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
- 25 Pengemis Haji Gocap di Kebayoran Baru Dikirim ke Panti Sosial
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Bupati Bogor Respons Kasus Hukum, Dukung Pemberantasan Korupsi dan Hormati Prosedur
-
PSM Makassar Belanja Besar-Besaran, 10 Pemain Asing Sudah Dikunci
-
Viral Batu Suci Umat Hindu 31 Ton Ditemukan Pasca Banjir Nepal, Faktanya Seperti Ini
-
Aksi Represif Polisi di Demo DPR: Sweeping hingga Gas Air Mata Ditembakkan Langsung ke Massa
-
Kades Undar Andir Serang Diciduk Polisi Usai Kepergok Beli Narkoba, Ngaku Sudah 5 Kali Pakai
-
BPS Jawab Pertanyaan soal Perubahan Desil: Untuk Hindari Prasangka
-
Mitchell Baker Cetak 3 Gol dari 4 Laga Bakal Dipanggil John Herdman di FIFA ASEAN Cup 2026?
-
Kramat Jati Bersolek, Pramono Anung: Pedagang Kaki Lima Resmi Direlokasi ke Dalam Pasar
-
Jaringan Layanan Motor Listrik OMOWAY Kini Jangkau Berbagai Kota Besar di Indonesia
-
Relasi NU dan Pemerintah: Represi di Era Soeharto, 'Berbagi' Tambang di Masa Kini