Berbeda dengan dua sistem operasi sebelumnya yang fokus pada penggunaan di perangkat smartphone dan perangkat ‘berat’ lain, BlueOS merupakan sistem yang dikembangkan untuk perangkat lebih ringan seperti misalnya jam pintar.
Perangkat seperti ini tidak memiliki beban komputasi yang terlalu berat, sehingga dirasa harus memiliki sistem operasi yang lebih efisien dari segi ukuran, namun efektif dari segi operasional.
Karakteristik yang menonjol antara lain adalah dirancang khusus untuk kebutuhan komputasi rendah, memiliki kecepatan respon lebih baik, memiliki keamanan yang kuat pada ancaman penggunaan memori yang tidak tepat, mendukung BlueXlink Connection Protocol untuk transfer data antar perangkat yang aman dan bebas.
BlueOS pertama kali digunakan pada perangkag Vivo Watch 3.
Update Terbaru dari Origin OS
Vivo kemudian memberikan pengumuman bahwa update terbaru dari Origin OS akan segera diluncurkan dan dinikmati terbatas pada beberapa perangkat unggulannya.
Meski demikian, pada bulan-bulan awal penerapannya, baru akan diberikan pada smartphone kelas atas dan premium. Baru kemudian secara berangsur-angsur diberikan pula pada smartphone kelas setelahnya.
Beberapa pengguna dapat melakukan uji coba pada sistem operasi baru ini melalui smartphone yang dimilikinya pada mode trial.
Itu tadi sedikit penjelasan apa bedanya Funtouch OS, Origin OS, dan BlueOS yang digunakan pada perangkat dari Vivo dan iQOO. Semoga bermanfaat, dan selamat melanjutkan kegiatan Anda berikutnya!
Baca Juga: Saingi Xiaomi Pad, Vivo Pad 5e Rilis dengan Harga Terjangkau
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Berita Terkait
-
Saingi Xiaomi Pad, Vivo Pad 5e Rilis dengan Harga Terjangkau
-
Vivo X300 Pro Meluncur dengan Telefoto Periskop 200MP dan Perdana Diotaki Chipset Dimensity 9500
-
Terungkap! 7 Perbedaan Mencolok Funtouch OS dan Origin OS yang Wajib Anda Ketahui
-
Lolos Sertifikasi SDPPI, Peluncuran iQOO 15 ke Indonesia Makin Dekat
-
iQOO 15 Rilis 20 Oktober: Bawa Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan Layar 144 Hz
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Harga Redmi Buds 8 Cuma Rp500 Ribuan: Ada Fitur ANC, Baterai Tahan 44 Jam
-
Bocoran Assassin's Creed Black Flag Resynced, Hadir dengan Grafis Lebih Megah
-
68 Kode Redeem FF Max Terbaru 21 April 2026: Klaim Diamond, Skin Motor, dan Booyah Fist
-
35 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 21 April 2026, Kesempatan Raih Gems dan Upgrade Pemain
-
Tablet Murah Rp2 Jutaan Anyar, Redmi Pad 2 SE 4G Andalkan Chipset Snapdragon Mumpuni
-
Jabra Luncurkan Headset AI dan Video Conference Canggih untuk Kerja Hybrid 2026
-
Profil John Ternus: CEO Apple Anyar Pengganti Tim Cook Dikenal Sebagai Sosok 'Inovator'
-
Transformasi Supply Chain Berbasis Data, Cara Baru Tingkatkan Efisiensi dan Kurangi Risiko
-
Bocoran Motorola Razr 70 Ultra: Upgrade Baterai Jadi Senjata Utama Lawan Samsung?
-
3 Keunggulan POCO M8s 5G, HP Murah dengan Layar 144 Hz dan Baterai 7.000 mAh