-
Kasus kematian Timothy memicu trending nasional dan desakan publik agar pelaku perundungan di-blacklist oleh HRD.
-
Unud menjatuhkan sanksi akademik sementara bagi enam mahasiswa terlibat, sambil menunggu hasil investigasi Satgas PPK.
-
Beberapa pelaku perundungan telah meminta maaf.
Suara.com - Kabar kematian mahasiswa bernama Timothy Anugerah Saputra (TAS) memancing kesedihan ribuan netizen. Nama Timothy bahkan trending dalam dua hari terakhir.
Tak hanya itu, daftar nama diduga pembully (perundung) Timothy beredar ke publik.
Puluhan ribu netizen mendesak agar HRD perusahaan melakukan blacklist terhadap nama-nama tersebut.
Di antara nama-nama yang beredar terdapat calon dokter hingga aktivis mahasiswa.
Perlu diketahui, Timothy Anugerah Saputra (TAS) dilaporkan meninggal dunia usai bunuh diri dengan melompat dari lantai dua Gedung FISIP Kampus Unud Sudirman, Denpasar, pada Rabu, 15 Oktober 2025, sekitar pukul 09.00 WITA.
Saat berita kematian menyebar, tak disangka, sejumlah mahasiswa justru menjadikan hal tersebut sebagai bahan candaan dan melakukan perundungan.
"Nanggung banget kalau bunuh diri dari lantai 2 yak", "Gaberasa lt 2 ma, visit yu", "mentalnya nggak kuat kalau dari lantai 4".
Salah satu pengirim pesan pada Grup WA adalah Calista Amore Manurung, seorang mahasiswi di Fakultas Kedokteran Unud angkatan 2021.
Wanita itu diserang netizen sehingga meminta maaf melalui media sosial.
Baca Juga: Sosok Timothy Anugerah, Mahasiswa Unud yang Meninggal Dunia dan Kisahnya Jadi Korban Bullying
Menanggapi masalah tersebut, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Udayana (Unud) segera menyelenggarakan rapat khusus dan memutuskan untuk merekomendasikan sanksi akademik sementara bagi keenam mahasiswa yang terlibat.
Sanksi yang direkomendasikan adalah pemberian nilai D atau ketidaklulusan pada semua mata kuliah yang diambil di semester berjalan.
Menurut penjelasan Dr. Dewi Pascarani, Ketua Unit Komunikasi Publik Unud, sanksi ini bersifat sementara dan akan berlaku sambil menunggu hasil investigasi lebih lanjut yang akan dilakukan oleh Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK) Unud.
Beberapa mahasiswa pembully Timothy diketahui telah meminta maaf melalui media sosial masing-masing.
Pantauan melalui Trends24.in, topik Timothy trending di X usai dicuitkan lebih dari 30 ribu kali.
Timothy bahkan masuk ke dalam lima besar "Longest Trending" atau Trending Terlama di X regional Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan