- Presiden Prabowo berencana menghadirkan layanan internet murah ke sekolah-sekolah, terutama di wilayah terpencil.
- Wamenkomdigi Nezar Patria menjelaskan bahwa internet murah tersebut berasal dari hasil lelang frekuensi 1,4 GHz untuk memperkuat jaringan broadband.
- Layanan berbasis fiber optik ini diklaim mampu memberikan kecepatan hingga 100 Mbps dan menjangkau masyarakat berpendapatan menengah ke bawah.
Suara.com - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menjelaskan soal internet murah yang dilontarkan Presiden RI Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna beberapa waktu lalu.
Diketahui Prabowo menjanjikan layanan internet murah dihadirkan ke sekolah-sekolah yang ada di Indonesia. Ia mengklaim kalau ini lebih murah dari Starlink, layanan internet berbasis satelit milik Elon Musk.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menyatakan kalau internet murah yang dimaksud yakni hasil dari lelang frekuensi 1,4 GHz beberapa waktu lalu.
"Itu dalam rangka untuk memperkuat fix broadband yang ada dan dengan demikian masyarakat bisa mendapatkan internet jauh lebih murah," kata Nezar saat ditemui di Jakarta, Selasa (28/10/2025).
Nezar menjelaskan kalau lelang frekuensi itu akan menghasilkan layanan internet fiber optik. Menurutnya, penggunaan jenis ini cenderung lebih murah dan bisa menjangkau lebih banyak masyarakat.
"Yang selama ini menggunakan internet dengan kuota yang rendah gitu ya," lanjut dia.
Nezar mengklaim kalau ini bisa menghasilkan kecepatan internet hingga 100 Mbps. Dengan begitu masyarakat, khususnya yang berpendapatan penengah ke bawah, dapat menikmati internet cepat.
"Jadi kita harapkan dia bisa meningkatkan inklusivitas koneksi internet di wilayah-wilayah yang tadinya agak sulit untuk mendapatkan itu karena mahal dan lambat, sekarang bisa mendapatkan murah dan cepat," jelasnya.
Sekadar informasi, Presiden RI Prabowo Subianto ingin menghadirkan fasilitas internet ke sekolah, khususnya wilayah terpencil atau 3T.
Dalam sidang kabinet beberapa waktu lalu, Prabowo juga menyinggung kalau internet itu lebih murah dari Starlink milik Elon Musk.
"Sekarang sudah ada teknologi yang sangat murah bisa kita pasang di tiap sekolah, tidak terlalu mahal. Starlink mungkin masih agak mahal untuk bayar tiap bulan, tapi sudah ada teknologi yang lebih murah," jelas Prabowo.
Berita Terkait
-
Pendidikan Unggulan Presiden Prabowo, Apa Beda Sekolah Garuda dan Sekolah Rakyat?
-
Tukin Anak Buah Bahlil Naik 100 Persen, Menkeu Purbaya: Saya Nggak Tahu!
-
Bikin Negara Minta Maaf, Siapa MC Radio Televisyen Malaysia yang Salah sebut Prabowo jadi Jokowi?
-
Di KTT ASEAN, Prabowo Ajak Negara Asia Jaga Persaingan Sehat demi Masa Depan Kawasan
-
Isi Surat Nikita Mirzani untuk Prabowo Jelang Sidang Vonis
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim