Meski hasil awalnya menjanjikan, antivenom baru ini masih perlu melalui uji klinis pada hewan besar dan manusia untuk memastikan efektivitas dan masa kerja obat di dalam tubuh. Ahmadi menyebut bahwa timnya juga berencana menyempurnakan formula agar lebih efisien.
Namun, tantangan terbesar saat ini bukanlah ilmiah, melainkan pendanaan. "Sulit mencari investor untuk penelitian seperti ini," ujar Andreas Hougaard Laustsen-Kiel, rekan peneliti DTU.
"Kebanyakan korban gigitan ular berasal dari daerah miskin dengan akses kesehatan terbatas, jadi secara bisnis, proyek ini memang tidak terlalu menarik bagi investor," tambahnya.
Meski demikian, semangat para peneliti tetap tinggi. Bagi Ahmadi, penelitian ini bukan sekadar eksperimen laboratorium, melainkan misi kemanusiaan. Ia bahkan mengaku menitikkan air mata saat pertama kali melihat hasil uji jaringan yang menunjukkan perbaikan signifikan pada tikus yang disuntik antivenom baru.
"Saya berteriak kegirangan di restoran saat melihat grafik hasilnya di ponsel saya," kenangnya sambil tertawa.
Jika kelak lolos uji klinis dan disetujui untuk penggunaan medis, antivenom dari llama dan alpaka ini bisa menjadi harapan baru bagi jutaan orang di dunia, terutama mereka yang tinggal di daerah pedesaan Afrika, Asia, dan Amerika Latin yang rawan gigitan ular berbisa.
Kontributor : Gradciano Madomi Jawa
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan