Sereno menyebut ada banyak “yang pertama” dalam temuan ini: vertebrata darat pertama dengan hooves, reptil pertama dengan struktur tersebut, serta hewan berkaki empat pertama yang memperlihatkan postur berbeda antara kaki depan dan belakang.
Para peneliti menilai bahwa kondisi geologi Wyoming pada akhir periode Kapur memiliki peran besar dalam pelestarian fosil. Saat itu, iklim berganti-ganti antara kekeringan panjang dan hujan deras.
Kekeringan menyebabkan banyak dinosaurus mati, sementara banjir bandang dengan cepat mengubur bangkainya dalam sedimen halus — menciptakan kondisi ideal untuk pembentukan “mumi”.
Temuan baru ini tak hanya memberikan gambaran paling nyata tentang bentuk Edmontosaurus, tetapi juga membuka peluang baru dalam penelitian jaringan lunak dinosaurus. Para ilmuwan optimistis dapat menemukan lebih banyak fosil serupa di masa mendatang.
“Setiap kali kami menemukan satu, selalu ada informasi baru yang luar biasa,” ujar Stephanie Drumheller, paleontolog yang tidak terlibat dalam penelitian.
Dengan temuan ini, dunia kini akhirnya dapat melihat seperti apa rupa dinosaurus berparuh bebek itu 66 juta tahun lalu lebih jelas daripada sebelumnya.
Kontributor : Gradciano Madomi Jawa
Berita Terkait
-
Bisakah Manusia Bertahan Hidup dari Asteroid yang Memusnahkan Dinosaurus?
-
90 Juta Tahun Lalu, Antartika Hutan Lebat dan Tempat Tinggal Dinosaurus
-
Apa yang Membunuh Dinosaurus? Studi Baru Menantang Kepercayaan Lama
-
Penemuan Baru Ini Mengubah Sejarah Asal Usul dan Evolusi Dinosaurus
-
Bagaimana Hiu Bertahan Hidup dari Asteroid yang Membunuh Dinosaurus?
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara
-
InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia
-
Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar
-
Transisi Energi Berwajah Hijau Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup
-
Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya
-
Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus
-
Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik
-
PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur
-
Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai
-
Pinka Harprani Dilantik Megawati Pimpin Sayap Partai TMP, Bawa Misi Gaet Suara Anak Muda