Suara.com - Para ilmuwan tengah menyiapkan rencana tak biasa untuk menghadapi ancaman asteroid raksasa bernama 2024 YR4, yang diperkirakan bisa menabrak bulan pada 23 Desember 2032.
Mengutip dari New York Post (23/9/2025), meski peluangnya menabrak Bumi sangat kecil, kemungkinan menabrak bulan justru mencapai lebih dari 4%, sehingga dianggap cukup serius untuk dipikirkan strategi pencegahannya.
Dalam sebuah studi terbaru yang dipublikasikan di server pra-cetak arXiv, dilansir dari New York Post (23/9/2025), tim ilmuwan termasuk pakar dari NASA mengusulkan solusi tak biasa: meledakkan asteroid dengan senjata nuklir.
Ide yang mirip film fiksi ilmiah “Armageddon” ini disebut sebagai langkah darurat untuk menghindari dampak serius jika tabrakan benar terjadi.
Asteroid 2024 YR4 pertama kali ditemukan pada Desember 2024. Dengan panjang lebih dari 90 meter (sekitar 300 kaki), asteroid ini dijuluki sebagai “city killer” karena jika menabrak Bumi, energinya cukup untuk menghancurkan sebuah kota besar.
Menurut NASA’s Center for Near Earth Objects, mengutip dari New York Post (23/9/2025), walaupun peluangnya menghantam Bumi hanya 0,00081%, tetapi kemungkinan menghantam bulan jauh lebih tinggi.
Jika benar terjadi, tumbukan itu bisa menimbulkan awan puing yang mengancam satelit, pesawat luar angkasa, hingga misi Artemis yang membawa manusia kembali ke bulan.
Tim ilmuwan, termasuk pakar dari NASA, menilai bahwa solusi paling mungkin adalah misi gangguan nuklir. Rencananya, mereka akan mengirim dua perangkat nuklir berkekuatan 100 kiloton yang bisa mengarahkan diri ke asteroid dan meledak di dekatnya. Kekuatan ledakan ini disebut 5–8 kali lebih dahsyat dari bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki tahun 1945.
Jika satu perangkat sudah cukup untuk memecah lintasan asteroid, perangkat kedua akan disimpan sebagai cadangan. Jika tidak diperlukan, perangkat itu akan diledakkan dengan aman di ruang angkasa.
Baca Juga: NASA: Batuan Purba Kawah Jezero Simpan Petunjuk Kehidupan di Mars
Alternatif lain yang sempat dipertimbangkan adalah metode defleksi kinetik, seperti yang dilakukan NASA lewat uji Double Asteroid Redirection Test (DART) pada 2022, ketika sebuah pesawat ruang angkasa berhasil mengubah lintasan asteroid Dimorphos dengan menabrakkannya.
Namun, untuk YR4, metode itu dianggap tidak realistis. Sebab, perlu ada misi pengintaian dulu untuk mengetahui ukuran dan massa asteroid. Masalahnya, misi semacam itu baru bisa diluncurkan pada 2028, sehingga hanya ada sisa tiga tahun untuk mengintersep asteroid sebelum tanggal benturan. Waktu itu dianggap terlalu singkat.
Ilmuwan menghitung ada rentang 5–7 tahun untuk mempersiapkan misi nuklir, dengan jendela peluncuran antara 2029 hingga akhir 2031. Itu dianggap lebih realistis jika dibandingkan opsi defleksi kinetik.
Meski peluang YR4 benar-benar menabrak bulan masih kecil, penelitian ini membuka peluang baru dalam strategi pertahanan planet. Gagasan menggunakan nuklir bukan hanya relevan untuk asteroid ini, tapi juga bisa dipakai sebagai model menghadapi ancaman asteroid lain di masa depan.
Dengan kata lain, walau kita belum perlu panik, ancaman YR4 menjadi pengingat bahwa manusia harus punya rencana jika suatu hari benar-benar ada batu raksasa dari langit yang mengancam kehidupan di Bumi.
Kontributor : Gradciano Madomi Jawa
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
OPPO Reno15 Series: Selfie Ultra Wide 0,6x, Baterai 7.000mAh untuk Aktivitas Anak Muda Tanpa Batas
-
Hobi Lari dan Pakai Smartwatch? Kaspersky Ungkap Bahaya Tersembunyi Pelacak Kebugaran
-
Garmin Venu X1 French Gray Resmi Meluncur di Indonesia, Smartwatch Tertipis 7,9 mm
-
Samsung Galaxy A07 5G Resmi Rilis di Indonesia: HP Rp2 Jutaan dengan Baterai 6000mAh dan Fitur AI
-
7 HP Layar Super AMOLED dengan Kamera Ultrawide Paling Murah, Spek Kelas Atas
-
Ini Cara Efektif Lindungi Remaja Saat Akses Instagram, Facebook, dan Messenger
-
Amazon dan AWS Libatkan Lebih dari 400 Siswi Kenalkan AI, Coding, dan Gaming
-
HP Satukan HyperX dan OMEN, Hadirkan Ekosistem Gaming Terpadu dan Luncurkan HyperX OMEN 15
-
Bangun Ekosistem, Bukan Sekadar Produk: Strategi Sukses Tembus Global
-
5 Rekomendasi HP RAM 16 GB Murah dan Kamera Bagus untuk Multitasking