-
Waktu menonton YouTube di Indonesia meningkat 20% pada tahun 2025 dibandingkan 2024, menunjukkan keterlibatan mendalam pengguna di berbagai format video.
-
Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan jumlah kreator, dengan 3.000 channel memiliki lebih dari satu juta subscriber pada tahun 2025.
-
YouTube memiliki pengaruh besar terhadap keputusan pembelian konsumen; 90% masyarakat Indonesia memercayai rekomendasi produk dari kreator YouTube, menghasilkan ROI kuat bagi brand.
Suara.com - Total waktu menonton di YouTube atau watch time pada 2025 ini, mengalami peningkatan 20 persen dalam periode yang sama pada 2024 lalu.
Jumlah waktu menonton ini dari berbagai model, baik Short maupun long video.
Hal ini menunjukkan masyarakat Indonesia tidak hanya berkunjung ke YouTube, tetapi mereka terlibat secara mendalam.
Mereka menonton konten tanpa hambatan di berbagai format video dan layar, mulai dari Shorts hingga video berdurasi panjang di TV mereka.
"Ini saya sebut percepatan karena tahun 2024 sendiri pertumbuhan setengahnya dan kini kita tumbuh dua kali lebih cepat dibandingkan 2024," ucap ujar Veronica Utami, Country Director Google Indonesia saat jumpa pers YouTube Festival di Jakarta, Rabu (5/11/2025).
Artinya, dia menjelaskan bahwa YouTube tidak hanya menjangkau viewer lebih banyak tapi juga user yang lebih engage yang lebih perhatian, lebih fokus.
"Tentunya, pertumbuhan yang luar biasa ini didorong oleh satu faktor yang sangat penting yakni kreator kita," tambahnya.
Bukan tanpa data, tercatatkan hingga 2025 tidak sedikit kreator yang sudah memiliki pelanggan lebih dari satu juta.
"Sekarang 2025, kreator yang jumlah subscriber lebih dari satu juta sebanyak 3.000 channel," ungkap Vero sapaan akrabnya.
Baca Juga: Google Doodle Peringati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional, Ini Maknanya
Dia juga menjelaskan bahwa jumlah ini masih terus bertambah secara massif.
"Kreator-kreator ini lahir, membuat YouTube jadi pusat budaya dunia. Dari sini lah suara-suara yang mungkin dulunya tidak didengar karena tidak punya platform, tidak punya media, mereka kini bisa," bebernya.
Tidak hanya itu, Vero juga menyampaikan tingginya pengaruh video yang dihadirkan di YouTube dalam mempengaruhi keputusan konsumen.
Tercatat survei dari Kantar, sebanyak 90 persen masyarakat Indonesia setuju bahwa YouTube memiliki kreator paling terpercaya untuk rekomendasi produk pada saat berbelanja.
"YouTube punya kreator-kreator yang bisa dipercaya terutama saat mereka sedang mencoba mengambil keputusan, barang apa yang perlu mereka beli. Ini lebih tinggi dibandingkan platform-platform lain," bebernya.
Kepercayaan ini memberikan kesuksesan komersial yang terbukti dan pengembalian investasi (return on investment/ROI) yang kuat bagi brand.
Berita Terkait
-
Kalahkan Google, Kini Onlyfans Jadi Perusahaan Paling Untung di Dunia Berdasarkan Gaji Karyawan
-
DOSS Creator+: Gerakan Baru yang Ubah Kreativitas Jadi Cuan Bagi Pembuat Konten
-
Menguak Potensi Krisis Air Bersih di Balik Kecanggihan AI
-
Google AI Overview Dinilai Curangi Media, Dilaporkan Organisasi Pers Eropa
-
Youtube Down! Jutaan Pengguna Tak Bisa Nonton Video, Server Eror
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung