Dari sudut pandang energi, hal ini masuk akal. Kaki panjang membantu meringankan kerja jantung sejak awal, sementara leher panjang justru membuat kerja jantung lebih berat.
Namun bentuk tubuh ini datang dengan risiko. Jerapah wajib melebarkan kedua kaki depannya untuk minum—posisi yang membuat mereka rentan terhadap predator.
Tak heran, data menunjukkan jerapah merupakan hewan yang paling sering meninggalkan sumber air tanpa sempat minum karena merasa tidak aman.
Peneliti juga menjelaskan bahwa ada batasan biologis terkait seberapa tinggi seekor hewan bisa berevolusi. Mereka mencontohkan dinosaurus sauropoda Giraffatitan, yang tingginya mencapai 13 meter.
Jika hewan sebesar itu berusaha memompa darah ke kepala setinggi 8,5 meter, dibutuhkan tekanan darah sekitar 770 mmHg—angka yang dianggap mustahil bagi sistem kardiovaskular hewan mana pun.
Hal itu membuat kesimpulan para ilmuwan semakin kuat: tidak ada hewan darat, di masa lalu maupun sekarang, yang dapat melampaui tinggi jerapah dewasa tanpa mengalami kegagalan fungsi vital.
Penelitian ini menegaskan bahwa evolusi jerapah bukan hanya soal mencari makan di tempat tinggi. Struktur tubuh mereka—terutama kaki panjang—berperan penting dalam menjaga kelangsungan hidup hewan ini.
Dengan memahami mekanisme tersebut, para ilmuwan mendapatkan gambaran lebih jelas tentang bagaimana evolusi bekerja dan mengapa bentuk tubuh jerapah yang unik justru sangat efisien untuk kehidupan di alam liar.
Kontributor : Gradciano Madomi Jawa
Baca Juga: Kehidupan di Palung Terdalam: Temuan Moluska Purba Ungkap Rahasia Evolusi Laut?
Berita Terkait
-
Kehidupan di Palung Terdalam: Temuan Moluska Purba Ungkap Rahasia Evolusi Laut?
-
4 Smartwatch Terbaik untuk Cek Tekanan Darah, Desain Stylish Mulai Rp2 Jutaan
-
Ilmuwan Pastikan Kawah Silverpit di Laut Utara Tercipta akibat Asteroid
-
Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Cek Tekanan Darah: Gadget Kecil, Manfaat Besar!
-
10 Rekomendasi Olahraga bagi Penderita Hipertensi, Asyik dan Menantang
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?