Mitos bahwa permen karet bisa bertahan selama tujuh tahun kemungkinan muncul karena sifat bahan dasarnya yang tidak bisa dicerna. Namun, sistem pencernaan manusia punya cara efisien untuk mengeluarkan zat apa pun yang tidak bisa diserap tubuh.
Setelah melalui lambung, makanan (termasuk permen karet) bergerak ke usus halus, lalu ke usus besar, dan akhirnya keluar dari tubuh dalam bentuk feses.
Jadi, meskipun permen karet tidak bisa dicerna, bukan berarti ia akan menetap di tubuh selamanya.
“Kita bisa memastikan bahwa permen karet tidak tinggal di perut selama tujuh tahun,” tegas David Milov, dokter spesialis anak dari Scientific American, mengutip Howstuffworks.
Namun, kisah anak kecil yang menelan banyak permen karet setiap hari dan akhirnya mengalami sembelit berat tetap menjadi pengingat agar kita tidak sembarangan menelannya.
Ia harus menjalani prosedur medis untuk mengeluarkan “jejak seperti permen taffy” dari saluran pencernaannya.
Menelan permen karet bukanlah bencana, asal tidak dilakukan terus-menerus. Tubuh kita cukup pintar untuk mengeluarkannya, tapi bukan berarti boleh seenaknya.
Jadi, jika kamu tidak ingin perutmu bekerja lembur untuk hal yang tidak berguna, sebaiknya tetap buang permen karet ke tempat sampah setelah mengunyahnya.
Kontributor : Gradciano Madomi Jawa
Baca Juga: Normalnya, Sehari Kentut Berapa Kali? Ini Kata Ahli Gizi soal Batas Jumlah yang Sehat
Berita Terkait
-
Normalnya, Sehari Kentut Berapa Kali? Ini Kata Ahli Gizi soal Batas Jumlah yang Sehat
-
3 Manfaat Kacang Merah, Benarkah Atasi Sembelit?
-
4 Camilan Lezat yang Menyehatkan Hati dan Pencernaan, Bisa untuk Alternatif Detoks
-
Puasa Lancar Tanpa Gangguan Pencernaan, Ini Saran dari Ahli Gizi
-
7 Penyakit yang Dapat Diatasi dengan Mengonsumsi Pepaya
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Kabut Asap Selimuti Pekanbaru, BMKG Ungkap Penyebabnya
-
Birokrasi di Era Digital: Saat Keruwetan Administrasi Pindah ke Layar
-
GEMPAR di Pasar Ngino, Yuk Nonton Jathilan Sambil Nglarisi Pedagang!
-
Korban Kekerasan Dipaksa Bayar Biaya Visum, Zakat Diusulkan Jadi Solusi Dana Darurat
-
The Judge from Hell: Jika Hukum Gagal, Haruskah Keadilan Dicari di Neraka?
-
NTB Pakai Cadangan Pangan Bantu Korban Gempa di NTT
-
Satelit Copernicus Uni Eropa Siap Bantu Operasi Pencarian Korban Gempa NTT
-
Pekanbaru Cerah Berawan Hari Ini, Padang Hujan Intensitas Ringan
-
Game Over: Menemukan Titik Temu Antara Seadanya dan Seandainya
-
Detik-detik Pencuri Alat Tower Dikejar Warga Terobos Polres Dumai