-
Farah kini direkayasa ulang sebagai sekutu kuat yang dapat bertarung mandiri.
-
Sistem pertarungan, eksplorasi, musuh, dan teka-teki mendapat perombakan besar.
-
Remake dijadwalkan rilis 2026 setelah proses pengembangan yang panjang.
Suara.com - Para veteran game Prince of Persia: The Sands of Time pasti ingat betapa seringnya kita harus menjaga Farah agar tidak tumbang di tengah pertempuran.
Kabar baik, era tersebut bakal berakhir. Sebuah bocoran besar dari presentasi internal Ubisoft mengungkap bahwa Remake yang sangat dinanti ini akan merombak total peran sang putri, menjadikannya sekutu yang jauh lebih kuat dan mandiri.
Ini adalah angin segar bagi para penggemar yang menantikan modernisasi gameplay klasik.
Informasi yang terungkap dari video yang sempat bocor di YouTube (sebelum akhirnya dihapus oleh Ubisoft) menunjukkan cuplikan gameplay alfa, seni konsep, dan detail desain signifikan.
Fokus utamanya tertuju pada Princess Farah. Jika di versi orisinal tahun 2003 ia sering menjadi beban yang harus dilindungi, kini ia didesain ulang sebagai pejuang tangguh.
Menurut dokumen yang bocor, "Mulai sekarang, Farah adalah sekutu sejati, mampu bertarung secara mandiri dengan busurnya dan melancarkan serangan kooperatif. Tidak perlu lagi melindunginya."
Perubahan itu mengindikasikan bahwa mekanisme game over saat Farah kalah kemungkinan besar akan dihilangkan.
Mengutip The Game Spot, Selain evolusi karakter Farah, bocoran ini juga mengonfirmasi perombakan besar pada sistem pertarungan dan eksplorasi.
Pemain akan menikmati "serangan akrobatik yang familiar dengan gerakan akrobatik baru yang canggih," serta kekuatan waktu yang ditingkatkan.
Baca Juga: Peluncuran Game Intergalactic Ditunda, Kemungkinan Tak Rilis 2026
Musuh dan pertarungan bos juga telah didesain ulang untuk memberikan tantangan baru. Lebih menarik lagi, teka-teki akan lebih menekankan kerja sama antara Pangeran dan Farah, bahkan ada "gerakan akrobatik kooperatif" di mana keduanya saling membantu melewati rintangan.
Ini menunjukkan bahwa Farah bukan hanya kuat dalam pertarungan, tetapi juga menjadi bagian integral dari petualangan.
Setelah perjalanan pengembangan yang berliku, termasuk penundaan dan pergantian studio ke Ubisoft Montreal, Prince of Persia: The Sands of Time Remake kini dijadwalkan untuk rilis pada tahun 2026.
Perubahan drastis pada peran Farah ini bisa menjadi kunci untuk menarik kembali hati para penggemar lama dan memikat generasi pemain baru.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
Terkini
-
Cara Baru Jaring Talenta Keamanan Siber lewat Turnamen Esports
-
Fosil Tyrannosaurus Rex Gus Jadi Rebutan Miliarder dan Ilmuwan, Harganya Tembus Jutaan Dolar AS
-
5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
-
ASUS Resmi Rilis Kontroler ROG Raikiri II Pro PC untuk Gamer Kompetitif
-
HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
-
Grand Finals FFNS 2026 Fall Digelar di Yogyakarta, Garena Padukan Esports dan Festival Rakyat
-
Bocoran Spesifikasi Gahar Xiaomi Redmi Note 17: Baterai 8000 mAh, Kapan Rilis di Indonesia?
-
Daftar HP Realme Harga Rp1 Jutaan per Juli 2026: RAM Besar higga Baterai Awet
-
30 Kode Redeem FF Terbaru 12 Juli 2026: Klaim Skin dan Voucher Langka Sebelum Hangus
-
Teknologi untuk Bumi: Sharp Indonesia Ubah Langkah Pelari Jadi 600 Pohon di Habitat Elang Jawa