-
PIF Saudi dilaporkan menghadapi potensi krisis arus kas setelah akuisisi besar EA.
-
Proyek ambisius seperti Neom dan investasi lain membebani keuangan negara.
-
Masalah likuiditas menimbulkan keraguan terhadap masa depan ekspansi PIF di industri game.
Suara.com - Baru saja dunia game digemparkan oleh berita akuisisi Electronic Arts (EA) senilai 55 miliar dolar AS (Rp 916 triliun) oleh konsorsium yang melibatkan Dana Investasi Publik atau Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi, kini muncul kabar mengejutkan.
Di tengah ambisi besarnya menguasai industri game, PIF dilaporkan sedang menghadapi potensi krisis arus kas yang serius.
Kesepakatan yang akan membawa judul-judul raksasa seperti Battlefield dan The Sims di bawah pengaruhnya tersebut mungkin menjadi pertaruhan yang terlalu besar.
Menurut laporan dari The New York Times yang mengutip berbagai sumber internal, PIF disebut "tidak dapat mengalokasikan lebih banyak uang" untuk saat ini.
Penyebabnya? Rentetan proyek mercusuar yang menyedot dana begitu besar.
Proyek ambisius seperti Neom, kota futuristik dengan resor ski dan pekerja robot, serta berbagai investasi lain seperti startup kendaraan listrik yang belum juga memproduksi mobil, menjadi beban finansial.
Meskipun Arab Saudi kaya akan minyak, mereka terikat perjanjian geopolitik yang membatasi produksi.
Hal tersebut membuat negara Arab kini menghadapi defisit anggaran yang kian membengkak untuk mendanai janji-janji Pangeran Mohammed bin Salman Al Saud.
Tentu saja, pihak PIF membantah keras laporan tersebut. Juru bicara PIF, Marwan Bakrali, menyatakan bahwa dana tersebut masih "sangat likuid" dan mereka memiliki uang tunai sebesar 60 miliar dolar AS (Rp 1.000 T) serta "instrumen keuangan serupa."
Baca Juga: Penjualan Cyberpunk 2077 Tembus 35 Juta Kopi, Kecepatannya Lampaui The Witcher 3
Namun, kekhawatiran tetap ada. Kesepakatan EA sendiri baru akan final sekitar kuartal pertama tahun 2027, dan prosesnya sudah membuat EA menanggung utang 20 miliar dolar AS.
Ini bukan satu-satunya investasi game PIF. Mereka sebelumnya telah menanamkan modal di Nintendo, Take-Two Interactive, hingga Activision-Blizzard.
Investasi besar-besaran ini merupakan bagian dari strategi Arab Saudi untuk diversifikasi ekonomi.
Selain itu, terdapat rumor adanya "sportswashing" untuk mengalihkan perhatian dari isu pelanggaran hak asasi manusia.
Namun, dengan adanya laporan masalah keuangan ini, masa depan ekspansi PIF di industri game menjadi tanda tanya besar.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
-
17 Kode Redeem Aktif 15 Juli 2026, Klaim Skin Keren, Bundle Eksklusif hingga Voucher Gratis
-
5 HP Murah RAM Besar Harga Rp1 Juta Terbaik sesuai Review
-
5 Pilihan HP 5G dan NFC Paling Murah yang Bisa Dilirik di 2026
-
Gemini Catat Pertumbuhan Tercepat di Asia Tenggara, AI Kini Makin Fasih Memahami Bahasa Indonesia
-
Perjalanan Mr Tauseef Membangun Karier sebagai Kreator Digital Gaming Indonesia
-
4 Rekomendasi HP 5G Rp 3 Jutaan Juli 2026, Pilihan Terbaik Sebelum Makin Mahal
-
5 Kelebihan Samsung Galaxy A27 5G Dibanding Pendahulunya untuk Investasi Jangka Panjang
-
Apakah HP Harus Rutin Di-restart? Ketahui Waktu yang Tepat dan Manfaatnya
-
AI, LIVE Shopping, dan Social Commerce Ubah Industri Kopi Indonesia, Sakha Coffee Perluas Pasar