- Apple sedang mengembangkan MacBook entry-level 12,9 inci yang diprediksi rilis musim semi tahun 2026.
- Laptop ringkas ini akan menggunakan chip Apple A18 Pro sehingga beroperasi tanpa kipas dan hemat daya.
- Produk baru ini akan diposisikan di bawah MacBook Air dengan harga yang diklaim lebih terjangkau.
Suara.com - Ingat dengan MacBook 12 inci yang legendaris karena saking tipisnya? Apple tampaknya siap menghidupkan kembali nostalgia tersebut, namun dengan resep yang jauh lebih bertenaga dan harga yang lebih ramah di kantong.
Bocoran terbaru menyebutkan bahwa Apple sedang menggarap MacBook kelas entry-level yang bakal menjadi primadona baru bagi mereka yang memuja portabilitas.
Mengutip laporan dari TrendForce via Gizmochina, Sabtu (3/1/2026), laptop super ringkas dengan layar 12,9 inci ini diprediksi akan menyapa dunia pada musim semi 2026.
Apa yang membuatnya sangat menarik? Berikut adalah bedah detail "senjata rahasia" Apple tersebut:
1. Chip iPhone, Performa 'Mac'
Berbeda dengan MacBook Air atau Pro yang menggunakan chip seri-M, MacBook baru ini disebut-sebut akan mengandalkan Apple A18 Pro—otak yang sama dengan yang tertanam di iPhone 16 Pro.
Jangan remehkan dulu! Meski "hanya" chip iPhone, skor benchmark-nya diprediksi melibas telak performa MacBook 12 inci lawas berbasis Intel.
Bahkan, performa single-core chip ini dikabarkan sangat tinggi, dengan kemampuan multi-core yang mampu menyaingi chip M1 dalam beban kerja harian.
2. Dingin, Senyap, dan Tahan Lama
Baca Juga: 5 Rekomendasi Smartwatch Murah Alternatif Apple Watch, Harga Mulai Rp300 Ribuan
Berkat penggunaan chip A18 Pro yang dirancang untuk bodi iPhone yang sempit, MacBook ini dipastikan hadir tanpa kipas (fanless). Artinya, laptop ini akan bekerja dengan sangat senyap.
Prioritas utamanya adalah efisiensi termal luar biasa dan daya tahan baterai yang bisa menemani Anda seharian penuh, menjadikannya kawan setia bagi para pelancong dan mahasiswa.
3. Harga yang Mengguncang Pasar
Di tengah isu meroketnya harga laptop global pada 2026 akibat kelangkaan DRAM (dampak permintaan server AI), Apple justru mengambil langkah berani.
MacBook 12,9 inci ini diposisikan di bawah MacBook Air, yang saat ini dibanderol mulai dari 799 dolar AS (sekitar Rp13 jutaan).
Dengan menggunakan silikon kelas iPhone, Apple bisa menekan biaya produksi agar tetap kompetitif di pasar laptop murah.
4. Desain Modern: Layar Mungil, Bezel Tipis
Meski mengusung layar 12,9 inci, jangan bayangkan bodi yang bongsor.
Berkat teknologi bezel tipis yang kian matang, dimensi keseluruhan laptop ini diperkirakan tetap ringkas, namun tetap mempertahankan kenyamanan mengetik dengan ukuran keyboard standar.
Berita Terkait
-
iPhone 18 Pro Tampil Baru, Apple Siapkan Desain Dua Warna dan Transparan
-
Bocoran iPhone Masa Depan: Kamera Selfie Bakal 'Hilang'
-
Apple Akhirnya Nyerah, Pilih Bayar Google Rp 16 Triliun per Tahun
-
Render iPhone Air 2 Beredar, Sekarang Punya Dua Kamera Belakang
-
iPhone 18 dan Xiaomi 17 Ultra Bakal Lebih Mahal Tahun Depan, Ini Penyebabnya!
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR
-
Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar
-
Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang
-
Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel
-
Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu
-
Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat
-
Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini
-
Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding
-
Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah
-
PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana