- CEO OnePlus, Liu Zuohu (Pete Lau), menghadapi ancaman jerat hukum serius di Taiwan terkait perekrutan ilegal.
- Jaksa Taiwan mendakwa praktik perekrutan lebih dari 70 insinyur tanpa izin resmi pemerintah setempat.
- Perekrutan ini diduga melanggar Undang-Undang Lintas Selat yang mengatur isu ketenagakerjaan sensitif Tiongkok-Taiwan.
Suara.com - Nama besar OnePlus mendadak diterpa badai. Liu Zuohu, lebih dikenal publik global sebagai Pete Lau, pendiri sekaligus CEO OnePlus, kini dikabarkan menghadapi ancaman serius, yakni jerat hukum yang bisa membawanya ke balik jeruji besi.
Lau, yang telah memimpin OnePlus sejak perusahaan tersebut berdiri pada 2013, nyaris menghilang dari sorotan dalam beberapa bulan terakhir.
Tidak ada kabar, tidak ada pernyataan publik. Namun, di balik senyap itu, sebuah kasus hukum tengah bergulir.
Mengutip laporan GSM Arena, Kamis (15/1/2026), jaksa di Taiwan disebut telah mengajukan dakwaan terkait dugaan praktik perekrutan ilegal yang melibatkan petinggi OnePlus.
Kantor Kejaksaan Distrik Shilin, Taiwan, secara resmi menuduh dua warga negara Taiwan telah membantu proses perekrutan yang dikaitkan langsung dengan CEO OnePlus.
Menurut penyelidikan jaksa, perusahaan yang dipimpin Liu Zuohu itu mempekerjakan lebih dari 70 insinyur berbasis di Taiwan untuk menangani pengembangan serta pengujian perangkat lunak OnePlus.
Persoalannya, proses perekrutan tersebut diduga dilakukan tanpa izin resmi dari pemerintah Taiwan.
Praktik ini dianggap melanggar “Undang-Undang Lintas Selat” yang mengatur hubungan ketenagakerjaan antara China dan Taiwan, sebuah isu sensitif yang tak hanya berdimensi hukum, tetapi juga politik.
Hingga berita ini diturunkan, baik Liu Zuohu maupun pihak OnePlus belum memberikan pernyataan resmi terkait dakwaan tersebut.
Baca Juga: HP Murah Itel Tiru Desain Flagship: Dulu S25 Ultra, Kini A100C
Berita Terkait
-
OnePlus 7, 7 Pro, 7T, dan 7T Pro Akhirnya Terima Pembaruan Android 12
-
Spesifikasi OnePlus Buds Pro 2 Bocor, Mirip Oppo Enco X2 TWS?
-
Spesifikasi OnePlus Nord Watch Bocor, Akan Hadir dalam Dua Pilihan Warna
-
Spesifikasi OnePlus Nord Watch Bocor, Ada Monitor Detak Jantung 24 Jam hingga Monitor Kesehatan Wanita
-
Oppo dan OnePlus Tak Lagi Jualan di Jerman Usai Langgar Paten Nokia
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
Terkini
-
RedMagic 11s Pro Lolos Sertifikasi, Calon HP Gaming Gahar dengan Chipset Kencang
-
5 Tablet Murah di Bawah Rp2 Juta yang Anti Lag buat Multitasking Harian
-
Link dan Cara Daftar Koperasi Merah Putih: Begini Langkah Pendaftaran Online
-
Xiaomi Smart Steam Air Fryer 7L Siap Rilis, Kontrol Memasak Canggih lewat HyperOS
-
43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 16 April 2026: Hadiah OVR Tinggi, Gems, dan Kompensasi Bug
-
HP Infinix Apa yang Kameranya Bagus? Ini 5 Rekomendasi dengan Harga Termurah
-
Berapa Harga HP Nokia Jadul Sekarang? Simak Daftar Harganya di Sini
-
Harga RAM Naik, Intel Pastikan Inovasi Tak Terhambat
-
Game Star Trek Resurgence Dihapus dari Toko Digital, Lisensi Berakhir
-
75 Kode Redeem FF Max Terbaru 16 April 2026: Raih M1014 Laut Ganas, AK47, dan VSK94