- Quarantine Zone: The Last Check masuk daftar game terlaris di Steam.
- Game simulasi ini mengharuskan pemain menjaga pos pemeriksaan dari infeksi zombi.
- Mekanisme unik mirip Papers Please membuat game indie ini viral di TikTok.
Suara.com - Quarantine Zone: The Last Check menjadi game zombie yang menarik perhatian pada awal tahun. Meski bukan tipe AAA, game ini masuk daftar terlaris di Steam pada Januari 2026.
Grafis sebenarnya tergolong biasa-biasa saja, namun developer berhasil menawarkan misi menarik sehingga judul ini ramai dimainkan.
"Pimpin pos pemeriksaan di kota yang berada di ambang keruntuhan. Awasi para penyintas, kelola sumber daya yang langka, dan tahan serangan zombie. Setiap pilihanmu penting, dan satu kesalahan bisa menyebarkan wabah di dalam tembok kotamu," bunyi deskripsi pada game.
Quarantine Zone merupakan game besutan developer Brigada Game dan diterbitkan oleh Devolver Digital.
Berbekal alat pemindai canggih dan instingmu sendiri, kalian harus memutuskan siapa yang boleh masuk dan siapa yang tidak boleh masuk. Satu pilihan yang salah bisa membuat infeksi lolos melewati posmu.
Quarantine Zone: The Last Check Tuai Ulasan Positif
Hingga 17 Januari 2026, Quarantine Zone: The Last Check menerima ulasan 'Mayoritas Positif' dari 3.344 akun.
Game simulasi ini sukses mencatatkan puncak lebih dari 31.000 pemain bersamaan, sebuah angka fantastis untuk sebuah game indie yang menawarkan pengalaman berbeda.
Antusiasme sudah tercium sejak demonya viral di TikTok dan mengumpulkan lebih dari satu juta wishlist.
Baca Juga: The Division 3 Dalam Pengembangan, Ubisoft Janjikan Game Shooter Luar Biasa
Quarantine Zone: The Last Check mempunyai harga terjangkau, hanya Rp100 ribuan saja.
Menurut data Steam, Quarantine Zone: The Last Check menempati posisi 9 dari 10 game terlaris pada pekan ini.
Alih-alih menjadi prajurit, kamu berperan sebagai petugas di pos pemeriksaan terakhir menuju zona aman.
Mengingatkan kita pada mekanisme game legendaris "Papers, Please" tugasmu adalah memeriksa setiap penyintas yang datang.
Dengan alat pemindai, kalian harus jeli mencari tanda-tanda infeksi, barang selundupan, atau gelagat mencurigakan.
Satu keputusan salah bisa berarti kehancuran bagi seluruh kamp.
Berita Terkait
-
55 Kode Redeem FF Terbaru 16 Januari 2026: Raih Gojo Arrival dan Tsukamoto Backpack
-
Penampakan Sophie Turner sebagai Lara Croft Beredar, Penggemar Tomb Raider Terpukau
-
Arc Raiders Tembus 12 Juta Pemain, Developer Bagikan Item Game Gratis
-
33 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 14 Januari: Sikat Paket 113-115 dan 15.000 Gems
Terpopuler
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 4 HP dengan Baterai 8000 mAh Plus Tahan Hingga 2 Hari, RAM 8 GB Cocok Buat Ojol
- 11 Pilihan HP Murah Bujet Rp1-2 Juta, Spek dan Performa Terbaik untuk Multitasking
- 6 Cara Membedakan Jam Tangan Seiko Asli atau Palsu, Biar Tidak Tertipu saat Beli
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Kronologi Menantu Bakar Rumah Mertua di Lubuklinggau, 11 Rumah Hangus
-
Shakira hingga BTS Tampil di Final Piala Dunia 2026, Ini Fakta Halftime Show Bersejarah
-
Final Piala Dunia 2026: Spanyol Taktis vs Argentina Adaptif, Siapa Unggul?
-
Suami Istri Kompak Jadi Spesialis Curanmor dan Bobol Rumah di Palembang, Polisi Ungkap Modusnya
-
Argentina Road to Final Piala Dunia 2026: Dua Kali Lolos dari Lubang Jarum
-
Spanyol Road to Final Piala Dunia 2026: Ditahan Tim Debutan Kini Tantang Juara Bertahan
-
LRT Sumsel Kampanyekan Transportasi Publik, Penumpang Stasiun Cinde Tembus 110 Ribu
-
Tagih Utang Berujung Maut, Pria di Palembang Tewas dengan Luka Bacok di Punggung
-
Echa Waode Tuntut Natalius Pigai Jamin Hak LGBT: Negara Jangan Diam Lihat Rakyat Dipersekusi!
-
Sikat 1,5 Ton Bahan Narkoba, Pemasok Laboratorium 'Pil Jin' Semarang Diringkus di Cakung!