- PT Sharp Electronics Indonesia (SEID) menandatangani MoU Sharp Class dengan SMKN 3 Karawang pada 26 Januari 2026.
- Program dua bulan ini fokus pada kompetensi teknis AC dan *soft skill* bagi 25 siswa terpilih.
- Sejak 2012, program Sharp Class telah menjangkau 24 SMK dan menghasilkan 893 lulusan terlatih.
Suara.com - Di tengah tantangan kesenjangan kompetensi lulusan SMK dengan dunia kerja, kolaborasi nyata antara sekolah dan pelaku industri menjadi kunci.
Menjawab tantangan tersebut, PT Sharp Electronics Indonesia (SEID) kembali menegaskan komitmennya lewat penguatan program pendidikan vokasi Sharp Class.
Komitmen itu diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama Program Sharp Class bersama SMKN 3 Karawang pada 26 Januari 2026.
Kolaborasi ini menjadi langkah konkret untuk membangun ekosistem pembelajaran berbasis kebutuhan industri, sekaligus memperkuat link and match antara pendidikan dan dunia usaha.
Penandatanganan MoU tersebut turut disaksikan oleh Pengawas Pembina SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV, H. Chaerudin, S.Pd., M.M., sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap sinergi strategis industri–pendidikan.
Lise Tiasanty, S.Pd., M.M., Customer Satisfaction Head Division PT Sharp Electronics Indonesia, menegaskan bahwa Sharp Class merupakan investasi jangka panjang perusahaan dalam pembangunan SDM nasional.
“Sharp Class bukan sekadar program pelatihan, tetapi merupakan upaya berkelanjutan Sharp untuk berkontribusi langsung dalam mencetak tenaga kerja vokasi yang kompeten dan siap kerja," ujarnya dalam keterangan resminya, Selasa (27/1/2026).
Menurut dia, program ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam memperkuat link and match antara pendidikan vokasi dan kebutuhan industri.
"Kami percaya kolaborasi seperti ini sangat penting untuk menyiapkan generasi muda Indonesia agar mampu bersaing di dunia kerja,” kata Lise.
Baca Juga: Serapan KIPK 2025 Jeblok, Menperin Janji Bereskan Kendala Biar Padat Karya Jalan di 2026
Di SMKN 3 Karawang, Sharp Class diikuti oleh 25 siswa terpilih dan berlangsung selama dua bulan.
Kurikulum disusun berbasis kebutuhan industri, dengan fokus pada teori dan praktik Air Conditioner (AC), kompetensi teknis yang permintaannya terus meningkat di sektor elektronik dan layanan.
Tak hanya keterampilan teknis, peserta juga dibekali soft skill seperti pelayanan pelanggan, etos kerja, komunikasi profesional, hingga dasar kewirausahaan, guna membentuk lulusan yang siap kerja dan mandiri.
Kepala SMKN 3 Karawang, Dra. Ade Mardiah Hayati, M.Pd., menilai Sharp Class sebagai model kolaborasi ideal untuk transformasi pendidikan vokasi.
“Program Sharp Class memberikan pengalaman belajar yang sangat relevan dengan dunia industri. Materi, metode praktik, serta keterlibatan langsung tenaga profesional Sharp membantu siswa memahami standar kerja sesungguhnya,” jelasnya.
Program Sharp Class sendiri telah berjalan sejak 2012 dan kini diimplementasikan di 24 SMK di berbagai daerah Indonesia, mulai dari Aceh, Malang, Denpasar, Banjarmasin, Padang, hingga sejumlah kota di Pulau Jawa, Sumatera, dan Sulawesi.
Berita Terkait
-
Sharp Aquos Beri Kejutan: Nonton Tottenham Hotspur Gratis di Hong Kong! Begini Caranya
-
Sharp di PRJ 2025: Promo KTP Unik! Nama Kamu Ada Huruf S, H, A, R, P? Potongan Harga Menanti!
-
Sharp Indonesia Bergerak: Ribuan Mangrove Ditanam, Terumbu Karang Direstorasi!
-
Sharp Jawab Kebutuhan Pesta di Rumah dengan Speaker Portable Terbaru
-
Sharp AC Black Series: Dingin Maksimal, Desain Minimalis, Harga Mulai Rp 3 Jutaan
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
Pilihan
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
-
H-135 Kick Off Piala Dunia 2026, Dua Negara Ini Harus Tempuh Perjalanan 15.000 KM
-
5 Rekomendasi HP RAM 12 GB Paling Murah, Cocok buat Gaming dan Multitasking
-
Kenaikan Harga Emas yang Bikin Cemas
Terkini
-
5 Rekomendasi Tablet yang Bisa Sambung ke Proyektor, Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
4 HP Murah Snapragon di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking, Tidak Gampang Panas
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Gempa Beruntun Melanda Selatan Jawa: Kata 'Gempa' dan 'Kerasa' Trending di X
-
31 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 27 Januari 2026, Ada Draft Voucher dan Icon Legendaris 115-117
-
54 Kode Redeem FF Terbaru 27 Januari 2026, Klaim Gloo Wall dan Item Jujutsu Kaisen Gratis
-
5 Tablet Samsung untuk Desain Grafis, Nyaman saat Menggambar
-
Arc Raiders Dapat Update Besar: Hadirkan Map Bird City dan Solo vs Squads
-
Xiaomi Indonesia Perluas Ekosistem Rumah Pintar, Hadirkan 3 Perangkat AIoT Terbaru
-
Final Fantasy 7 Remake Part 3 Gunakan Unreal Engine 4, Ini Alasan Square Enix