- Daud Tony viral karena prediksi tepat mengenai jatuhnya saham dan Bitcoin.
- Ia menyarankan investasi saham aman mulai Maret 2026 setelah seleksi alam.
- Harga perak diprediksi terus meroket hingga 10 tahun ke depan (2035).
Suara.com - Daud Tony menjadi perbincangan usai 'ramalan' kejatuhan saham serta harga perak meroket viral. Siapa Daud Tony dan apa saja ramalannya ramai dicari oleh netizen.
Sebagai informasi, cuplikan video Daud Tony mengenai 'hati-hati bermain saham' sebelum Maret 2026 viral di TikTok dan Instagram.
Salah satu cuplikan video miliknya bahkan ditonton jutaan kali.
"Saham, nanti kalau beli itu nanti setelah tahun depan (2026) tepatnya bulan Maret. Kenapa Pak harus beli saham bulan Maret? Bukan sekarang (2025)? Tahun ini adalah tahun seleksi alam. Kalau saham-saham gorengan pasti rontok habis. Yang bisa bertahan saham-saham sekarang berarti saham yang sudah teruji seleksi alam dan ekonomi. Perusahaan besar. Main saham aman itu di bulan Maret 2026," ucap Daud Tony saat hadir di kanal YouTube Samuel Christ pada Juni 2025.
Perlu diketahui, IHSG telah jatuh 9 persen dalam sebulan terakhir. Pada 29 Januari 2026, bertepatan dengan kebijakan MSCI, IHSG sempat jatuh di angka 7.487.
Beberapa hari sebelumnya, IHSG padahal sempat menyentuh ATH pada 9.174,47. Topik IHSG dan Saham bahkan sempat trending selama 2 hari di X.
Tak sedikit netizen yang memamerkan 'portofolio merah' hingga membuat meme kesedihan.
Cuplikan Daud Tony tentang Bitcoin dan kripto juga viral. Sebagai referensi, Bitcoin sempat menyentuh Rp2,06 miliar pada Oktober 2025 namun mengalami penurunan tajam hingga Rp1,3 miliar pada 3 Februari 2026.
"Kripto? Tidak boleh. Kenapa Kripto tidak boleh? Karena dasar hukumnya di Indonesia tidak ada. Gini ya, suatu bisnis yang riil harus diakui negara dan ada undang-undangnya. Tapi kayaknya mereka sudah mau buat Pak untuk kripto undang-undangnya? Kan baru mau to. Ya berarti tunggu sampai buat dulu gitu ya. Penting ada legal standing-nya," ucap Daud Tony.
Baca Juga: OJK Siap Koreksi Target IPO Usai Free Float Naik 15 Persen
Pria berumur 50-an tahun itu memprediksi bila Bitcoin serta kripto sangat berisiko sebelum peraturan resmi (undang-undang) disahkan.
Pada 2022, Daud Tony terekam pernah memprediksi bahwa emas akan tembus Rp1,5 juta (saat itu masih Rp900 ribu). Ia berani memprediksi bila emas akan terus meroket, dengan harga sekitar Rp3 juta hingga Rp4 juta.
Namun sebagai catatan, angka 4 juta dianggap terlalu mahal sehingga giliran perak yang naik pesat.
"Nah, kalau emas sudah terlalu naik, 2 juta, mau naik 4 juta ya mau beli siapa? Berat ya? Kalau perak sekarang anggaplah kita bilang di 18 ribu. Kalau naik 50 ribu mudah nggak? Pokoknya perak pasti berlipat, tapi 10 tahun," ucap Daud Tony.
Enam bulan setelah ucapan tersebut, harga perak naik dari Rp18 ribu (Juli 2025) ke Rp47 ribu pada Januari 2026.
Siapa Daud Tony?
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan
-
Terungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS di RSUD Tengku Rafian Siak
-
Profil Direktur PO ALS yang Jadi Tersangka Kasus Kecelakaan Bus Tewaskan 19 Orang
-
Pertamina Marine Solutions Resmi Jalin Kerjasama dengan Perusahaan China, Ini Rinciannya
-
Tak Cukup Alim, Cak Imin Minta Santri Melek Literasi Keuangan Agar Tak Terjebak Judol dan Pinjol