- Manajer Lokataru, Hasnu, mengidentifikasi motif penyusunan aturan AI adalah kepentingan bisnis dan politik elektoral jangka panjang.
- Menteri Komdigi Meutya Hafid menyatakan aturan AI sedang disusun melalui Perpres untuk mengatur penggunaannya di media massa.
- Pemerintah menegaskan kerja jurnalistik tetap memerlukan campur tangan manusia meskipun AI diizinkan masuk dalam prosesnya.
Suara.com - Manajer Penelitian dan Pengetahuan Lokataru, Hasnu menanggapi pernyataan Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid yang menyebut bahwa pemerintah sedang menyusun aturan terkait penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Hal itu dia sampaikan dalam diskusi publik bertajuk ‘RUU Keamanan dan Ketahanan Siber: Mampukah Melindung Warga?’ yang digelar oleh Cyberity Network.
Hasnu menjelaskan bahwa ada dua hal yang menjadi motif dalam penyusunan aturan tentang AI, yaitu kepentingan bisnis dan kepentingan politik elektoral.
“Setelah Lokataru telusuri, tetapi kami belum publikasi datanya, ada dua hal. Satu motif jangka pendeknya. Apa itu? Kepentingan bisnis. Kepentingan bisnis, tadi itu kan pembelanjaan data tuh Rp 1.247 triliun sekian tuh, itu kan artificial intelligence semua,” kata Hasnu di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (17/2/2026).
“Kemudian agendanya jangka panjangnya apa? Ini kuat diduga kuat ini hidden agendanya adalah soal politik elektoral 2029,” tambah dia.
Meutya Hafid sebelumnya mengatakan pemerintah sedang menyusun aturan terkait penggunaan AI. Aturan itu juga akan mengatur penggunaan AI pada media massa di tengah disrupsi informasi.
"Perpres ini menunggu di Kemenkum (Kementerian Hukum). Mudah-mudahan dalam waktu dekat ditandatangani sehingga menjadi dasar bagi kementerian/lembaga untuk menurunkannya dalam permen (peraturan menteri) guna mengatur AI," kata Meutya, Minggu (8/2/2026).
Menurut dia, kerja jurnalistik tidak boleh mengandalkan AI 100 persen. Dia menilai perlu ada keberpihakan kepada pekerja media dalam menciptakan karya jurnalistik.
“AI boleh masuk, tapi harus tetap ada keberpihakan pada tangan-tangan manusia,” tegas Meutya.
Baca Juga: Lokataru Minta Masalah Kebocoran Data Nasional Dievaluasi Sebelum Bahas RUU KKS
Berita Terkait
-
Lokataru Minta Masalah Kebocoran Data Nasional Dievaluasi Sebelum Bahas RUU KKS
-
Lokataru Foundation: RUU KKS Berpotensi Jadi Alat Represif Baru
-
Tuntas, Ratusan Jurnalis Selesaikan Pelatihan AI dari Suara.com yang Didukung Google News Initiative
-
Amazon dan AWS Libatkan Lebih dari 400 Siswi Kenalkan AI, Coding, dan Gaming
-
Dokumen Digital Jadi Senjata Baru Penipuan, Privy dan Komdigi Dorong Budaya Verifikasi
Terpopuler
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- Bukan Hanya Siswa, Guru pun Terkena Aturan Baru Penggunaan Ponsel di Sekolah Sulbar
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
Pilihan
-
Resmi! Kemenag Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh Pada Kamis 19 Februari 2026
-
Hilal Tidak Terlihat di Makassar, Posisi Bulan Masih di Bawah Ufuk
-
Detik-detik Warga Bersih-bersih Rumah Kosong di Brebes, Berujung Temuan Mayat dalam Koper
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
Terkini
-
Getok Tarif Parkir Rp100 Ribu, Polisi Ciduk 8 Jukir Liar di Tanah Abang
-
Resmi! Kemenag Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh Pada Kamis 19 Februari 2026
-
Sambangi Kelenteng Bio Hok Tek Tjeng Sin, Rano Karno Gaungkan Pesan Keadilan di Tahun Baru Imlek
-
Lokataru Minta Masalah Kebocoran Data Nasional Dievaluasi Sebelum Bahas RUU KKS
-
Intimidasi Makin Meluas, Ibu Ketua BEM UGM dan 30 Pengurus Jadi Sasaran Teror Digital
-
Lokataru Foundation: RUU KKS Berpotensi Jadi Alat Represif Baru
-
Peziarah TPU Kawi-Kawi Resah, Jasa Bersih Makam Musiman Diduga Memaksa Minta Uang
-
Kebakaran di Mal Ciputra Bekasi, Percikan Las Logo Reklame Jadi Pemicu
-
4 Anggota KKB Elkius Kobak Diringkus di Yahukimo, Dua Teridentifikasi Pembakar SMAN 2 Dekai
-
Jelang Ramadan 1447 H, Kelab Malam hingga Panti Pijat di Jakarta Wajib Tutup Sementara