- Sudinsos Jakarta Barat intensif memburu wanita viral yang sering menelantarkan pembayaran jasa ojol dan warung.
- Pencarian difokuskan di titik rawan seperti Cengkareng dan Kalideres, namun pelaku sulit ditangkap karena berpindah lokasi.
- Sudinsos berkoordinasi dengan komunitas ojol, meminta melaporkan pelaku ke posko Dinas Sosial terdekat untuk asesmen.
Suara.com - Aksi seorang wanita yang berulang kali dilaporkan tidak membayar setelah menggunakan jasa ojek online (ojol), angkutan kota (angkot), hingga makan di warung, kini menjadi atensi serius pihak berwenang.
Fenomena ini mendadak viral di berbagai platform media sosial setelah banyak korban, terutama pengemudi ojol dan pedagang kecil, membagikan pengalaman pahit mereka.
Menanggapi keresahan publik yang semakin meluas, Suku Dinas Sosial (Sudinsos) Jakarta Barat kini tengah melakukan perburuan intensif untuk mengamankan wanita tersebut.
Banyak yang merasa tindakan wanita tersebut sangat merugikan pekerja sektor informal yang sedang berjuang mencari nafkah di tengah situasi ekonomi yang menantang.
Pihak Sudinsos Jakarta Barat pun mengonfirmasi bahwa mereka telah menerima banyak aduan terkait perilaku wanita yang diduga sebagai Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) ini.
Penyisiran Intensif di Titik-Titik Rawan
Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Barat, Fajar Laksono, menyatakan bahwa pihaknya tidak tinggal diam melihat keresahan warga.
Satuan Tugas Pelayanan Pengawasan dan Pengendalian Sosial (Satgas P3S) telah diterjunkan ke sejumlah lokasi yang disinyalir menjadi tempat wanita tersebut beraksi.
Fokus pencarian saat ini berada di wilayah Jakarta Barat, mencakup beberapa kecamatan yang memiliki mobilitas tinggi.
Baca Juga: 6 Fakta Dugaan Bank Jambi Dibobol Hacker, Uang Nasabah Dijamin Diganti
Petugas di lapangan telah bergerak secara taktis untuk melacak keberadaan target. Fajar menjelaskan bahwa langkah awal telah diambil sejak laporan tersebut mulai memuncak.
"Untuk laporan terhadap warga tersebut, sudah kami lakukan tindak lanjut pada Rabu 21 Januari 2026, kami lakukan penyisiran berkala," kata Fajar, sebagaimana dilansir Antara, Selasa (24/2/2026).
Penyisiran berkala ini melibatkan personel Satgas P3S yang ditempatkan di titik jaga strategis, seperti kawasan Cengkareng dan Kalideres.
Kedua wilayah ini dikenal sebagai pusat transportasi dan pemukiman padat, di mana banyak terdapat pangkalan ojek dan warung makan yang menjadi sasaran empuk aksi tidak bertanggung jawab tersebut.
Pelaku Kerap Berpindah Lokasi
Meskipun tim gabungan telah dikerahkan, proses pengamanan wanita ini menghadapi kendala teknis. Berdasarkan informasi dari warga dan pedagang di lapangan, wanita tersebut memiliki pola pergerakan yang dinamis dan tidak menetap di satu tempat dalam waktu lama.
Hal itu menyulitkan petugas untuk melakukan penangkapan secara langsung di lokasi kejadian.
Tim Satgas P3S terus menggali informasi dari berbagai sumber primer di lokasi-lokasi yang pernah didatangi pelaku.
"Tim menanyakan dan mencari informasi kepada pedagang dan tukang ojek, mereka belum pernah melihat dan tidak ada yang mengenali ibu-ibu tersebut," ucap Fajar.
Ketidakhadiran identitas yang jelas dan fakta bahwa pelaku bukan warga lokal di titik-titik tersebut menambah kerumitan proses pelacakan.
Fajar Laksono menambahkan bahwa strategi pencarian kini mulai ditingkatkan dengan menambah jumlah personel di titik-titik pantau tertentu.
"Infonya, warga tersebut memang berpindah-pindah dalam beraksi juga, jadi belum bertemu. Terkait atensi terkini, kami akan lakukan penebalan kembali di titik pantau kami," ujar Fajar.
Penebalan personel ini diharapkan dapat mempersempit ruang gerak pelaku sehingga tindakan yang meresahkan warga tidak terus berulang.
Koordinasi dengan Komunitas Ojek Online
Informasi terbaru menyebutkan bahwa wanita tersebut terlihat kembali beraksi di kawasan Srengseng, Kembangan. Laporan ini segera direspons oleh Sudinsos dengan menggeser fokus tim ke wilayah tersebut.
Mengingat ojek online sering menjadi korban utama, pihak Sudinsos Jakarta Barat menjalin komunikasi intensif dengan para pengemudi ojol yang memiliki jaringan informasi luas di jalanan.
Kerja sama dengan komunitas ojol dianggap sebagai langkah paling efektif saat ini. Para pengemudi diminta untuk tetap waspada namun tidak melakukan tindakan main hakim sendiri jika bertemu dengan wanita yang dimaksud.
Fajar menekankan pentingnya prosedur penanganan yang sesuai dengan aturan pelayanan sosial.
"Petugas mengimbau kepada para pengemudi ojek online, apabila mendapatkan penumpang ibu-ibu tersebut, agar segera membawanya ke posko Dinas Sosial terdekat untuk dilakukan penanganan lebih lanjut," ungkap Fajar.
Dengan membawa pelaku ke posko atau panti sosial, diharapkan wanita tersebut bisa mendapatkan asesmen yang tepat, apakah tindakan tersebut didasari oleh gangguan kejiwaan atau faktor kesejahteraan sosial lainnya.
Aksi perburuan ini masih terus berlangsung hingga saat ini. Sudinsos Jakarta Barat mengimbau warga kota besar, khususnya di wilayah Jakarta Barat dan sekitarnya, untuk segera melaporkan melalui kanal resmi atau media sosial jika melihat keberadaan wanita dengan ciri-ciri yang viral tersebut.
Penanganan PPKS secara tepat menjadi prioritas pemerintah kota guna menjaga ketertiban umum dan melindungi hak-hak pekerja serta pedagang kecil di Jakarta.
Berita Terkait
-
6 Fakta Dugaan Bank Jambi Dibobol Hacker, Uang Nasabah Dijamin Diganti
-
Satu Grup dengan Malaysia, Timnas Futsal Putri Indonesia Siap Tempur di Piala AFF Futsal Wanita 2026
-
Sudah Rela Tidur dengan Kades, Wanita Ini Murka Warungnya Tetap Dibongkar Satpol PP
-
Ramai Video Ibu Tiri Nizam Sudah Ditahan, Benarkah Terkait Kasus di Sukabumi?
-
Ayah Ungkap Kronologi Sebelum Bocah NS Dibawa ke RS dan Meninggal, Netizen Curigai Hal Ini
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Pasar Parungkuda Catat Kenaikan Daging Ayam dan Cabai Jelang Puasa
-
Yaqut Ungkap Alasan Pembagian Kuota Haji 2024: Satu-satunya Pertimbangan Adalah Hibtun Nafsi
-
Beda dari NasDem, Golkar Usul Parliamentary Threshold 5 Persen: Moderat dan Tetap Representatif
-
Pasukan Banser Kawal Ketat Sidang Praperadilan Eks Menag Yaqut di PN Jaksel
-
Gus Ipul Ajak Kepala Daerah Kawal Akurasi Data Penerima Bansos dari Tingkat Desa
-
Microsleep Picu Tabrakan Dua Bus Transjakarta di Koridor 13, Pramono Minta Operator Disanksi
-
Aktivis UNY Perdana Arie Resmi Bebas dari Lapas Cebongan, Tegaskan Tetap Suarakan Keadilan
-
KPK Tak Hadir hingga Sidang Praperadilan Gus Yaqut Ditunda, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
-
Pramono Stop Izin Bangun Lapangan Padel di Pemukiman, yang Sudah Buka Operasional Sampai Jam 20.00
-
Sidang Praperadilan Perdana Gus Yaqut Digelar, KPK Absen dan Ajukan Penundaan Sidang