- Kabar meninggalnya Ahmadinejad picu ingatan publik soal infiltrasi Mossad di Iran.
- Ahmadinejad sebut agen Israel pimpin unit khusus anti-Mossad milik pemerintah Iran.
- Infiltrasi Mossad sebabkan kebocoran data nuklir hingga pembunuhan ilmuwan senior Iran.
Suara.com - Kabar meninggalnya Ali Khamenei pada serangan Israel dan Amerika Serikat ke Iran pada Sabtu (28/2/2026) dikaitkan dengan 'infiltrasi' Mossad.
Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad ternyata pernah mengungkap betapa 'dalamnya' agen Israel menyusup ke internal Iran.
Pernyataan viral tersebut disampaikan Mahmoud Ahmadinejad pada 2021 lalu.
Kantor berita ILNA mengklaim bahwa Ahmadinejad tewas dalam serangan AS-Israel di Narnak, sebelah timur laut Teheran.
Ahmadinejad (69) dikabarkan gugur bersama pengawalnya karena serangan udara.
Sebagai informasi, Ahmadinejad merupakan Presiden Iran dengan masa jabatan 3 Agustus 2005 – 3 Agustus 2013.
Politikus dari Perhimpunan Insinyur Islam tersebut pernah menuai sorotan usai ia mengutip pernyataan Ayatollah Khomeini tentang seruan agar Israel "dihapus dari peta dunia".
Ahmadinejad dikenal sebagai sosok yang lantang menentang serangan Israel di Palestina.
Saat wawancara dengan CNN Turki pada 2021 lalu, Ahmadinejad mengungkap bila agen Israel sudah mencapai kalangan petinggi Iran.
Baca Juga: Misi Damai Prabowo untuk AS-Israel-Iran Dinilai Terlalu Ambisius
Lebih parahnya lagi, organisasi yang dibuat Iran untuk mendeteksi Mossad ternyata dipimpin oleh agen Israel sendiri.
Itu membuktikan betapa dalamnya 'penyusupan' agen Israel ke internal Iran. Beberapa pengamat militer sendiri meyakini bahwa terdapat campur tangan Mossad pada serangan presisi yang menewaskan Ali Khamenei.
Meski Ahmadinejad tak menyebut rincian identitas sosok Mossad, agen tersebut berhasil memimpin organisasi yang mempunyai misi untuk menangkal campur tangan Israel.
Berdasarkan keterangannya, agen-agen ini bertanggung jawab atas sejumlah besar operasi intelijen di dalam Iran, termasuk pencurian dokumen yang terkait dengan program nuklir Iran dan pembunuhan beberapa ilmuwan nuklir Iran.
"Israel mengatur operasi kompleks di dalam Iran. Mereka dapat dengan cepat memperoleh informasi. Di Iran, mereka masih bungkam tentang hal ini. Orang yang bertanggung jawab atas unit di Iran yang melawan Israel adalah agen Israel," kata Ahmadinejad dikutip dari CNN Turki dan Iran Wire.
Dengan kata lain, pemimpin unit yang ditugaskan untuk mencari 'Mossad' ternyata merupakan 'Mossad' itu sendiri.
Itu menyiratkan bahwa Iran 'sangat kecolongan' terhadap infiltrasi Israel.
Menurut mantan presiden Iran, selain orang tersebut, ada 20 anggota lain dari unit itu yang merupakan agen Mossad.
Pernyataan Ahmadinejad tentang betapa dalamnya infiltrasi agen Israel sekarang kembali viral di media sosial.
Agen Mossad Mencuri Data
Pada tahun 2010, infiltrasi tersebut mengalami perkembangan baru dengan masuknya malware Stuxnet ke fasilitas nuklir Iran.
Dikembangkan bersama oleh badan intelijen Israel dan Amerika, malware ini dirancang untuk menyabotase sentrifugal pengayaan uranium dan berhasil menyebabkan kerusakan teknis yang signifikan selama beberapa waktu.
Awalnya, para pejabat Iran menepis insiden tersebut, dan menganggapnya sebagai "perang lunak," bahkan mengumumkan bahwa tidak ada kerusakan yang ditimbulkan pada program nuklir.
Namun seiring waktu, serangan itu diterima sebagai kejadian nyata, dan bahkan sumber internal mengakui serangan itu sebagai kegagalan intelijen besar.
Beberapa ilmuwan Iran dan petinggi militer yang tewas karena serangan Israel dicurigai berasal dari kebocoran data.
Ketika Hassan Rouhani menjadi presiden, harapan akan diplomasi dan pengurangan ancaman asing sangat tinggi. Namun, di bawah kepresidenannya, salah satu pelanggaran intelijen paling signifikan terjadi - Mossad mencuri arsip nuklir Iran.
Pada 2018, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengklaim bahwa agen Mossad telah mencuri ribuan dokumen rahasia Iran dari sebuah gudang di distrik Turquzabad, Teheran.
Dokumen-dokumen tersebut diduga merinci rencana untuk membangun setidaknya lima hulu ledak nuklir.
Awalnya, para pejabat Iran, termasuk Abbas Araghchi, menganggap insiden itu sebagai "propaganda" atau "mengejek Netanyahu."
Namun seiring waktu, tokoh-tokoh senior seperti Rouhani dan Mohsen Rezaei mengakui pelanggaran tersebut.
Rezaei mengakui, “Tingkat penyusupan ini menunjukkan pelanggaran keamanan yang serius.” Materi yang dicuri dilaporkan mencakup 55.000 halaman dan 55.000 file digital lainnya yang tersebar di 183 CD.
Tak lama kemudian, serangkaian ledakan di fasilitas nuklir Natanz dan pembunuhan Mohsen Fakhrizadeh yang menjadi sorotan publik memberikan pukulan baru terhadap klaim intelijen Republik Islam.
Berita Terkait
-
Daftar 15 Penerbangan Internasional di Bandara Ngurah Rai yang Batal Karena Konflik Timur Tengah
-
Ketua MPR Harap Indonesia Tak Kena Dampak Perang ASIsrael dengan Iran
-
Israel Tingkatkan Serangan ke Lebanon Buntut Roket dan Drone Hizbullah
-
Indonesia Masuk Daftar Negara Paling Aman Bila Terjadi Perang Dunia III, Kenapa?
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
5 HP Infinix dengan Kamera 0,5 Mirip iPhone, Harga Rp3 Jutaan
-
Turnamen Esports Berbasis Cyber Security Resmi Diumumkan
-
27 Kode Redeem FC Mobile 16 April 2026, Ambil Kompensasi Bug Sekarang
-
42 Kode Redeem FF Free Fire Spesial Diskon 16 April 2026, Cek Bocoran MP40 Cobra Rilis Lagi
-
5 Smartwatch dengan Desain Kekinian, Tak Jadul, dan Fitur Lengkap Buat Gen Z Aktif
-
Honor Uji HP Baru dengan Baterai 11.000 mAh, Terbesar di Kelasnya
-
Tak Semahal Anggaran Pemkab Blora, Segini Harga CapCut dan Canva Pro 2026
-
Gunakan Chipset Unisoc T8300, Berapa Skor AnTuTu Redmi R70 5G?
-
Indonesia Penghasil Gas, Kenapa Masih Butuh Impor LPG? Ternyata Begini Penjabarannya
-
Redmi R70 dan R70m Debut dengan Baterai Jumbo, Andalkan Chipset Unisoc