- Seri Ledakan Peniada resmi meluncur untuk penggemar Pokemon TCG di Indonesia.
- Hadirkan mekanik Mega Evolution ex yang ubah strategi dan tempo permainan.
- Kartu ilustrasi spesial Mega Charizard ex Y jadi incaran utama kolektor.
Suara.com - Kabar gembira untuk Komunitas Trading Card Game (TCG) di Tanah Air tengah, karena Pokemon Game Kartu Koleksi telah resmi menghadirkan seri terbarunya.
Bertajuk "Ledakan Peniada", set kartu Pokemon TCG ini secara resmi meluncur di Indonesia sejak Jumat (3/4/2026) lalu.
Hanya dalam kurun waktu satu pekan, perilisan ini langsung memuncaki berbagai perbincangan di media sosial dan forum komunitas pemain.
Fenomena ini membuktikan bahwa pesona monster saku tersebut tetap kuat, terutama bagi kelompok usia 25-40 tahun yang mencari hiburan kompetitif sekaligus menggemari hobi koleksi.
AKG Entertainment selaku distributor resmi di Indonesia menghadirkan set ini sebagai langkah nyata untuk terus menjaga pertumbuhan ekosistem pemain lokal.
Kehadiran seri "Ledakan Peniada" membawa angin segar bagi para pemain kompetitif dengan mengubah meta atau pola permainan dasar menjadi lebih agresif.
Mekanik pertempuran kini dituntut lebih cepat dan penuh perhitungan sejak giliran pertama.
"Seri ‘Ledakan Peniada’ menarik karena menggeser pola permainan ke arah yang lebih cepat dan menekan sejak awal. Kembalinya Mega Evolution ex, terutama melalui kartu seperti Mega Charizard ex Y dan Mega Zygarde ex, memberi opsi strategi dengan risiko dan reward yang lebih jelas. Ini kemungkinan akan memengaruhi cara pemain membangun deck kartu mereka,” ujar Fachrul Amrullah, selaku Head of Marketing AKG Entertainment.
Kartu-kartu flagship dalam set ini menjadi pusat perhatian berkat kemampuannya di arena pertandingan.
Baca Juga: Pokemon Evolusi Mega ex Hadir dalam Format Starter Deck Siap Main
Mega Charizard ex Y dirancang bagi pemain yang berfokus pada output daya rusak yang masif dalam waktu singkat.
Sementara itu, Mega Zygarde ex memberikan alternatif gaya bermain melalui kombinasi ketahanan Hit Point (HP) dan serangan area yang menyulitkan lawan.
Sebagai penyeimbang, Pikachu ex hadir dengan tingkat fleksibilitas tinggi yang dapat disisipkan ke dalam berbagai komposisi deck.
Strategi penyerangan ini juga ditopang oleh barisan kartu pendukung, seperti Meowth ex yang mampu menarik kartu Supporter dari tumpukan deck, Decidueye ex yang bertugas mengganggu manajemen energi musuh, hingga Vileplume Erika ex yang berfungsi sebagai pemulih status dan HP.
Selain menjadi ajang adu strategi, set ini juga menjadi ladang perburuan bagi para kolektor kartu fisik. Nilai seni (artwork) dari kartu-kartu ber-raritas tinggi selalu sukses memikat perhatian pasar sejak hari pertama peluncurannya.
“Selain dari sisi permainan, kami juga melihat minat penggemar yang cukup kuat terhadap kartu dengan ilustrasi spesial. Kartu seperti Mega Charizard ex Y menjadi salah satu kartu yang paling banyak dicari sejak awal peluncuran, sejalan dengan kecenderungan pencarian terhadap kartu dengan visual dan nilai koleksi yang kuat,” tambah Fachrul.
Guna mengakomodasi antusiasme yang tinggi di Indonesia, seri "Ledakan Peniada" dipasarkan dalam beberapa format produk.
Penggemar dapat memilih mulai dari Booster Pack reguler yang memuat lima kartu acak, Set 10 Pak Plus yang sudah dilengkapi dengan kotak pelindung deck dan kartu promo eksklusif, hingga Set Spesial yang merangkum dua kemasan booster beserta satu kartu promo.
Menimbang tingginya gelombang permintaan di pasaran saat ini, AKG Entertainment turut mengimbau para penggemar TCG agar senantiasa cermat dan berhati-hati saat bertransaksi memburu set kartu terbaru ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
- Air Mawar Viva Dipakai Kapan? Ini Urutan Pemakaian dan Review Pembeli
- 17 Kode Redeem FF 25 Agustus 2026: Kesempatan Dapat Voucher dan Skin Senjata Terbaru
- Waduk Jatigede Surut, Warga Sumedang Manfaatkan Lahan untuk Bertani
Pilihan
-
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Mengundurkan Diri
-
Dari Pengumpul Data Hingga Perantara, Bagaimana DSI Bekerja
-
Sibuk Padamkan Api Saat Kebakaran, Akademisi Sebut Negara Pelit Cegah Karhutla
-
Rumor Jadi Kutu Loncat ke PSI, Ini Respon Menohok Dedi Mulyadi
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
Terkini
-
Tren Job Hugging di Kalangan Gen Z: Saat Bertahan Jadi Pilihan Paling Aman
-
5 Rekomendasi Bedak untuk Touch Up Praktis Dilengkapi Cermin dan Spons
-
Produksi Minyak RI Jeblok, Baru 578 Ribu Barel!
-
Budi Arie Dituding Makar, Relawan Prabowo Desak Polisi Periksa Soal 'Patahan Sejarah'
-
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Mengundurkan Diri
-
Jejak Digital Bripka E Pelaku Pelecehan Seksual Viral: Tak Dipecat karena Pendakwah
-
Geothermal Gunung Ungaran Ditargetkan Beroperasi 2031, Pengeboran Mulai 2028
-
Banyak Keluhan Akun WhatsApp Diblokir Sepihak, Kemkomdigi Panggil Meta Minta Penjelasan
-
Pihak Swasta Diduga Beri Mobil Hingga Rumah Mewah ke Pejabat Kota Bengkulu
-
Besok Ada Demo Besar di DPR, Puan Maharani Buka Suara: Akan Kami Terima