Komdigi dan Asosiasi Game Indonesia bahas polemik label RC di Steam.
Kekacauan rating IGRS terjadi akibat bug teknis dan masalah sinkronisasi data.
Banyak game lama otomatis kena RC karena belum mengisi kuesioner terbaru.
Suara.com - Pelabelan Indonesia Game Rating System (IGRS) memancing kehebohan di media sosial pada pekan ini. Setelah beragam keributan, perkumpulan developer (pengembang) game Indonesia akhirnya bertemu dengan perwakilan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) pada 8 April 2026.
Salah satu topik yang dibahas adalah label RC (Refused Classification). Sebagai informasi, RC (Refused Classification) dan keterangan 'Not Fit For Distribution' pada Steam viral di media sosial beberapa waktu lalu.
Tak hanya itu, IGRS sempat trending 5-6 April 2026 di mana banyak gamer melampiaskan emosi terhadap kebijakan Komdigi.
Label RC sendiri berarti game yang tidak layak didistribusikan karena melanggar regulasi nasional.
Melalui keterangan kepada media, Komdigi mengakui bahwa IGRS berlandaskan undang-undang serta bermaksud 'baik' untuk gamer Indonesia.
Meski begitu, mereka tak menampik bila implementasi pertama justru menimbulkan keanehan.
"Contohnya game seperti PUBG di platform Steam, ratenya 3+. Sementara game Upin Ipin Universe di rate 18. Ini sangat aneh menurut kami dan sangat janggal. Makanya kita melakukan investigasi ini untuk melakukan apa sebenarnya permasalahannya dan baik di internal PUBG ataupun di eksternal di pihak Steam," kata Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Kementerian Komdigi, Sonny Hendra Sudaryana saat konferensi pers pada Selasa (7/4/2026).
Komdigi menyatakan bahwa mereka akan melakukan investigasi lanjutan terkait masalah IGRS. Di sisi lain, Steam mengakui adanya bug teknis yang membuat IGRS bermasalah.
"Sebuah bug teknis dan miskomunikasi mengakibatkan peringkat yang tidak akurat dan tidak lengkap ditampilkan sementara di Steam antara tanggal 2 April hingga 5 April," bunyi keterangan Steam.
Baca Juga: Klarifikasi Resmi Steam Terkait Sistem Rating IGRS: Ada Bug Teknis
AGI Bertemu Komdigi
Beberapa pelaku industri termasuk Kris Antoni dan Adam Ardisasmita membagikan hasil pertemuan mereka dengan Komdigi pada 8 April 2026 lalu.
"Kemarin bareng teman-teman gamedev dan AGI (Asosiasi Game Indonesia berdialog bersama Komdigi perihal IGRS. Yang dibahas antara lain: keresahan mengenai RC, penilaian klasifikasi, dan apa yang terjadi di Steam. Semoga bisa menjadi lebih baik," tulis Kris Antoni selaku founder Toge Productions di X.
Sebelumnya, banyak gamer dan developer lokal dibuat bingung dan khawatir ketika menemukan game anak-anak mendapat rating 18+, sementara judul dewasa justru lolos dengan rating 3+.
Menjawab kehebohan ini, Adam Ardisasmita sebagai perwakilan dari Asosiasi Game Indonesia (AGI) memberikan pernyataan setelah berdiskusi langsung dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Menurut hasil diskusi yang dibagikan lewat Medium, kekacauan ini disebabkan oleh miskomunikasi dan bug teknis.
Berita Terkait
-
Peluncuran Game James Bond 007 First Light untuk Switch 2 Ditunda, PC Sesuai Jadwal
-
Penjelasan Update Free Fire 'Misteri Bawah Laut' 8 April, Ada Tips Klaim Hadiah Anyar
-
GTA 6 Diprediksi Mengadopsi Fitur Terbaik dari Red Dead Redemption 2
-
Game of Thrones Dragonfire Resmi Tersedia di Android dan iOS, Jadi Game Gratis
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Blackberry Comeback 2026, Bukan Sekedar HP Tapi Keamanan Siber Paling Dicari
-
5 Cara Download Video TikTok Tanpa Watermark dengan Mudah, Kualitas Tetap Bagus
-
Customer Data Management Jadi Kunci Dorong Performa Bisnis di Era Personalisasi Berbasis Data
-
37 Kode Redeem FF Terbaru 24 Mei 2026: Sikat Sekarang, Skin SG2 Super Langka Menanti
-
4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
-
22 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 24 Mei 2026: Login Sekarang, Rebut 5000 Gems Gratis
-
Daftar Harga HP Flagship Xiaomi Terbaru 2026, Mana yang Paling Layak Dibeli?
-
Terpopuler: Rekomendasi HP Vivo Seri Terbaik, 7 Laptop Pesaing MacBook Neo
-
Anker Kenalkan Soundcore Liberty 5 Pro Series, TWS Premium dengan Casing AMOLED
-
Xiaomi REDMI Watch 6 Resmi Meluncur di Indonesia, Smartwatch AMOLED 2.07 Inci dengan Baterai 24 Hari