-
Sistem IGRS diduga mengalami kebocoran data ribuan email pengembang game.
-
Manajer Riot Games menilai sistem IGRS masih manual dan rawan keamanan.
-
SDM Komdigi dinilai terbatas untuk menangani beban verifikasi game berskala besar.
Suara.com - Industri game global heboh pada pekan ini karena pelabelan Indonesia Game Rating System (IGRS) diduga membuat beberapa game AAA terbaru bocor. Manajer Rating Riot Games, Nic McConnell, mengunggah utas khusus dalam menanggapi kasus IGRS.
Ia menilai bahwa jumlah SDM untuk menangani IGRS terbatas dan tak memadai.
Tak hanya itu, Manajer Rating Riot Games turut menyoroti keamanan yang rentan sehingga cuplikan game terbaru rawan bocor.
Hal tersebut memungkinkan 'spoiler' tak resmi yang dapat merugikan pihak developer dan publisher.
Riot Games sendiri terkenal sebagai pembesut game populer seperti League of Legends (PC), VALORANT (FPS PC), League of Legends: Wild Rift (Mobile), Teamfight Tactics, dan masih banyak lagi.
IGRS 'kembali' trending di X pada 14 April lalu, namun sekarang mereka disorot oleh gamer internasional.
Sebelumnya, IGRS sempat membuat gamer lokal emosi karena game kekerasan dan vulgar memperoleh rating 3+ sementara judul populer lain masuk kategori RC alias tak dapat didistribusikan.
"IGRS baru saja secara tidak sengaja membocorkan lebih dari 1000 email pengembang dan cuplikan gameplay AAA yang belum dirilis. (Perlu dipertimbangkan dengan hati-hati). Saat seseorang sedang membangun antarmuka alternatif untuk IGRS (platform resmi pemerintah Indonesia untuk mengklasifikasikan dan mengatur game), mereka menemukan masalah keamanan yang serius. Situs tersebut tampaknya membiarkan entri game tersembunyi/belum dirilis dapat diakses melalui API publik, sehingga mengekspos sekitar 1.000 email pengembang, termasuk nama-nama besar dari studio AAA dan Hoyoverse. Tidak hanya itu, situs tersebut juga berisi cuplikan gameplay dan detail dari beberapa judul yang belum dirilis, seperti 007 First Light dan Echoes of Aincrad," bunyi keterangan pada postingan Reddit yang viral.
Pernyataan Lengkap Manajer Riot Games ke IGRS
Baca Juga: Bukan Sekadar Main Game, Komunitas dan Kreator Jadi Kunci Besarnya Industri Gaming Asia Tenggara
Manajer Rating Riot Games, Nic McConnell baru-baru ini mengunggah utas melalui BlueSky. Ia membagikan pengalaman saat mencoba mendaftarkan game mereka ke IGRS.
Ia menjelaskan, proses penilaian konten di IGRS saat ini masih bersifat manual dan dalam tahap pengembangan. Pengembang diminta mengisi survei serta menyertakan rekaman atau gambar terkait konten seperti kekerasan dan bahasa kasar, yang dikirimkan melalui tautan eksternal.
"Jadi, saya bertanggung jawab untuk menjalankan proses dan strategi IGRS kami di Riot, dan ini merupakan sebuah perjalanan. Cara kerja sistem mereka adalah Anda mengisi survei singkat yang menghasilkan peringkat, dan di samping itu Anda memberikan tautan ke rekaman dan gambar yang relevan untuk hal-hal seperti kekerasan, bahasa kasar, seks, dan lain-lain. Sejauh yang saya tahu, IGRS memproses setiap pengajuan secara manual (kami membagikan rekaman kami melalui tautan Google Drive yang terkunci dan baru-baru ini menerima permintaan berbagi dari beberapa anggota tim IGRS). Saya tidak akan heran jika beberapa tautan dibuka lebih luas selama proses yang... ad hoc tersebut," tulis Nic McConnell dikutip Rabu (15/04/2026).
Ia juga menilai bahwa sistem awal tersebut rentan bocor sehingga developer diharapkan hanya membagikan sedikit cuplikan relevan saja.
Nic McConnell merasa beruntung karena game mereka sudah meluncur sehingga tak terganggu dengan isu kebocoran data.
"Kebocoran bukanlah hal baru - Anda harus sangat berhati-hati dengan GRAC Korea misalnya, dan Anda dapat meminta embargo dari lembaga lain - tetapi proses IGRS masih dalam tahap pengembangan. Saran saya kepada pengembang dan penerbit - hanya bagikan materi pengajuan yang paling relevan. Kami beruntung karena game kami sudah dirilis sehingga tidak ada risiko spoiler. Tetapi kami mengidentifikasi beberapa contoh dari setiap deskripsi konten (misalnya kekerasan) dan memasukkannya di sana. Menurut saya, untuk IGRS, dokumentasinya tidak menunjukkan konteks lengkap untuk apa pun. Jadi, menurut saya tidak perlu video panjang," tambah Nic McConnell.
Berita Terkait
-
IGRS Kembali Trending, Spoiler Penting Game James Bond 007 First Light Bocor
-
Nintendo Rilis Game Yoshi Gratis di Switch dan Mobile, Bangkitkan Nostalgia
-
IGRS Banyak Celah: Diduga Bocorkan Game AAA, Indonesia Dapat Sorotan Internasional
-
Rockstar Games Umumkan Kebocoran Data Jelang Peluncuran GTA 6, Hacker Minta Bayaran
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
7 HP Gaming Murah Dibawah Rp1 Jutaan, Kuat Main Gim Berat Tanpa Lag
-
Daftar Harga HP Vivo Terbaru 2026 Lengkap, Mana Paling Worth It Sesuai Budget Kamu?
-
Daftar 6 iPhone Paling Worth It Dibeli di Tahun 2026 dan Harganya
-
Komdigi Akan Blokir Wikipedia Sepekan Lagi Jika Ultimatum Tidak Diacuhkan
-
Laptop AI Intel Core Ultra Series 3 Resmi Dijual di Indonesia, Ini Keunggulan dan Daftar Mereknya
-
5 HP Samsung Seri A dengan Layar AMOLED: Display Mewah Harga Murah
-
23 Kode Redeem FC Mobile 15 April 2026, Bersiap Klaim Pemain Kompensasi Bug OVR 117
-
Lowongan Talenta AI Makin Diburu, Telkomsel Ajak Mahasiswa Ikut IndonesiaNEXT 2026
-
Vivo T5 Pro Resmi Debut, HP Midrange Baterai 9.020 mAh Ini Siap ke Indonesia
-
Skip iPhone X: Ini 5 iPhone Terlawas yang Masih Layak Dibeli 2026