- Indosat Business merilis whitepaper mengenai lonjakan ancaman siber berbasis AI seperti fraud dan deepfake di Indonesia.
- Data menunjukkan sektor fintech mengalami kenaikan penipuan AI sebesar 1.550 persen, mengancam keberlangsungan bisnis perusahaan nasional.
- Hanya 11 persen perusahaan di Indonesia yang dinilai siap menghadapi ancaman siber modern menurut Cisco tahun 2025.
Suara.com - Indosat Ooredoo Hutchison melalui Indosat Business mengungkap lonjakan ancaman keamanan siber di era kecerdasan buatan (AI) yang kini semakin sulit dideteksi.
Fenomena seperti AI fraud, deepfake, hingga ransomware disebut menjadi ancaman serius bagi perusahaan di Indonesia seiring pesatnya transformasi digital nasional.
Hal tersebut diungkap melalui peluncuran whitepaper terbaru bertajuk A Business-Centric Framework for Enterprise Cyber-Resilience yang disusun bersama pakar cybersecurity Charles Lim.
Whitepaper tersebut menyoroti munculnya “resilience gap”, yaitu kondisi ketika transformasi digital berkembang jauh lebih cepat dibanding kesiapan perusahaan dalam membangun sistem keamanan siber yang kuat.
Indosat Sebut Ketahanan Siber Kini Jadi Fondasi Bisnis
Director & Chief Business Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Muhammad Buldansyah, mengatakan pertumbuhan ekonomi digital Indonesia harus diimbangi dengan ketahanan siber yang memadai.
“Cyber resilience bukan lagi isu teknologi semata, tetapi fondasi kepercayaan dan keberlangsungan bisnis,” ujar Buldansyah di Jakarta, Senin (12/5/2026).
Menurutnya, kebutuhan perusahaan saat ini tidak hanya sebatas konektivitas internet dan teknologi digital, tetapi juga kemampuan menghadapi ancaman siber modern yang terus berkembang.
Ia menilai perusahaan membutuhkan pendekatan keamanan yang lebih strategis, adaptif, dan terintegrasi untuk menghadapi era AI.
Baca Juga: Kumpulan Prompt AI Edit Foto Crayon Style yang Lagi Viral, Hasilnya Lucu dan Estetik
“Kami melihat kebutuhan akan pendekatan keamanan siber yang lebih strategis dan adaptif semakin mendesak,” katanya.
AI Fraud dan Deepfake Naik 1.550 Persen
Dalam whitepaper tersebut, Indosat mengungkap peningkatan AI-related fraud di sektor fintech Indonesia mencapai 1.550 persen.
Ancaman tersebut mencakup penggunaan teknologi deepfake hingga AI voice impersonation yang dipakai untuk penipuan identitas digital.
Charles Lim menyebut perkembangan ancaman siber kini bergerak jauh lebih cepat dibanding kemampuan banyak organisasi dalam mendeteksinya.
“Ancaman siber berkembang jauh lebih cepat dan semakin sulit dideteksi, terutama dengan munculnya AI-enabled fraud dan deepfake,” jelas Charles Lim.
Berita Terkait
-
Lenovo Resmikan Store Pertama di Bogor, Hadirkan Laptop AI, Gaming Legion hingga Copilot+ PC
-
Kinerja Indosat Melejit di Q1 2026 Rp15,2 Triliun, AI Jadi Motor Pertumbuhan
-
ZTE dan XLSMART Resmikan Innovation Center di Jakarta, Percepat Adopsi 5G-A dan AI di Indonesia
-
Duet 5G dan AI: Kunci Akselerasi Ekonomi Digital Menuju Indonesia Emas 2045
-
Cadence Gandeng Google Cloud, Teknologi AI Gemini Kini Bisa Percepat Desain Chip hingga 10x Lipat
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Fujifilm Rilis Cetakan Instax Super Mario ke Nintendo Switch
-
Makin Gahar, Honor Magic 9 Pro Max Dirumorkan Pakai Chip Snapdragon 2 Nm
-
Kumpulan Prompt AI Edit Foto Crayon Style yang Lagi Viral, Hasilnya Lucu dan Estetik
-
Internet Indonesia Terancam Mahal? Operator Keluhkan Lonjakan Biaya Relokasi Jaringan
-
Samsung Jual HP Rekondisi Bergaransi Resmi, Harga Galaxy S25 Ultra Jadi Sorotan
-
Terpopuler: Pilihan HP Midrange Baterai Monster, Cara Hapus Akun Google
-
27 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 11 Mei 2026: Panen 600 Permata Tanpa Syarat
-
46 Kode Redeem FF Terbaru 11 Mei 2026: Buruan Ambil Bundle Gintoki dan M1014
-
5 Rekomendasi HP Midrange Baterai Monster, Tahan hingga 2 Hari
-
5 Rekomendasi Tablet Android selain Xiaomi dan Huawei, Harga di Bawah 5 Juta