- Penggunaan perangkat Android berlebih dapat memicu kecemasan dan gangguan tidur, sehingga pembatasan waktu layar sangat krusial dilakukan.
- Google menyediakan fitur Digital Wellbeing untuk memantau durasi penggunaan serta membatasi akses aplikasi melalui pengaturan timer otomatis.
- Pengguna dapat mengaktifkan mode fokus dan waktu tidur untuk meningkatkan konsentrasi serta memperbaiki kualitas istirahat di malam hari.
Suara.com - Di era media sosial seperti sekarang, aktivitas doomscrolling nampak sulit dihentikan. Padahal, screen time yang berlebihan seringkali berdampak buruk pada kesehatan mental, pola tidur, hingga produktivitas harian.
Karenanya, membatasi waktu layar sangat krusial. Paparan blue light yang berlebihan, terutama di malam hari, dapat menghambat produksi hormon melatonin yang mengganggu kualitas tidur.
Selain itu, fenomena doomscrolling dapat meningkatkan level kecemasan. Dengan mengatur screen time, Anda memberikan ruang bagi otak untuk beristirahat dan fokus pada interaksi dunia nyata.
Kabar baiknya, bagi pengguna Android, Google telah menyediakan berbagai alat canggih untuk membantu kita mengambil kendali kembali.
Berikut adalah panduan lengkap mengenai cara atur screen time pada HP Android agar hidup Anda lebih produktif dan seimbang.
1. Memanfaatkan Fitur Digital Wellbeing (Kesejahteraan Digital)
Sejak versi Android 9 (Pie), Google telah memperkenalkan fitur bawaan bernama Digital Wellbeing & Parental Controls. Ini adalah pusat kontrol utama untuk memantau kebiasaan digital Anda.
Cara Mengakses Dashboard Digital Wellbeing:
Buka menu Settings (Pengaturan) di ponsel Anda > Temukan Digital Wellbeing & Parental Controls.
Baca Juga: 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Di sini, Anda akan melihat diagram lingkaran yang menunjukkan aplikasi apa saja yang paling sering Anda gunakan hari ini.
Cara Mengatur Timer Aplikasi:
Salah satu cara paling efektif adalah membatasi durasi penggunaan aplikasi tertentu, terutama media sosial yang sering membuat lupa waktu.
- Di menu Digital Wellbeing, ketuk Dashboard.
- Cari aplikasi yang ingin dibatasi (misalnya: TikTok atau Instagram).
- Ketuk ikon pasir (App Timer) di samping nama aplikasi.
- Tentukan durasi maksimal penggunaan per hari (misalnya 30 menit).
Setelah waktu habis, ikon aplikasi akan berubah menjadi abu-abu dan Anda tidak bisa membukanya hingga keesokan harinya.
2. Mengaktifkan Focus Mode (Mode Fokus)
Jika Anda sedang bekerja atau belajar dan merasa sering terdistraksi oleh notifikasi, Focus Mode adalah solusinya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
Pilihan
-
Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata
-
Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Terus Melawan
-
Dua Sepeda Motor yang Dibakar Massa di Pos Polisi Pejompongan Diduga Milik Intel
-
Sepeda Motor Dibakar Dekat Pos Polisi Pejompongan, Bentrok Pecah
-
Tolak MBG dan Kopdes, FMN: Anggaran Hanya Lari ke Prabowo dan Kroni-kroninya!
Terkini
-
Punya Gelar Belum Tentu Siap Kerja, Ini yang Perlu Dipunya Mahasiswa
-
Minyak Dunia Melemah, Pasar Soroti Akses AS ke Cadangan Venezuela
-
Botok Ungkap Alasan Tarik Massa AMPB dari DPR: Tak Mau Dibenturkan dan Ditangkap Polisi
-
Cek Fitur Samsung Galaxy S26 FE yang Bawa One UI 9 dan Galaxy AI Serba Canggih
-
7 Dekorasi Dinding yang Baik untuk Energi Positif di Ruang Tamu Menurut Feng Shui
-
Imbas Kericuhan Demo DPR, Sejumlah Transportasi Umum Alami Penyesuaian Rute
-
Rakyat Jaga Rakyat: Ketika Solidaritas Lebih Cepat Datang daripada Negara
-
Kabut Asap Makin Pekat di Palembang, Kota Mulai Berselimut Kelabu
-
Hortikultura Daerah Naik Kelas, Melon Petani Asal Blitar Tembus Pasar Singapura
-
Ketika AI Bisa Memutuskan Transaksi Sendiri, Siapa yang Bertanggung Jawab Jika Terjadi Kerugian?