- Kaspersky mendeteksi malware Argamal dalam game dewasa yang menyerang ratusan pengguna di berbagai negara sejak April 2026.
- Malware berjenis Trojan ini memungkinkan peretas mengendalikan perangkat, mencuri data, serta memantau aktivitas korban secara jarak jauh.
- Pelaku menyebarkan virus melalui situs tidak resmi, platform torrent, dan forum modifikasi game guna menjebak para pengguna.
Suara.com - Di tengah maraknya unduhan game dari situs tidak resmi, para pelaku kejahatan siber terus mencari cara baru untuk menyusup ke perangkat pengguna.
Salah satu metode yang kini menjadi sorotan adalah penyebaran malware melalui game populer, termasuk game dewasa yang banyak beredar di forum dan situs berbagi file.
Perusahaan keamanan siber Kaspersky mengungkap temuan terbaru mengenai malware berbahaya bernama Argamal, sebuah Remote Access Trojan (RAT) yang disembunyikan di dalam game dewasa atau yang dikenal sebagai hentai games.
Malware ini telah menginfeksi ratusan pengguna di berbagai negara dan memungkinkan pelaku kejahatan siber mengambil alih perangkat korban dari jarak jauh.
Malware Argamal Menyebar Lewat Game Dewasa
Temuan tersebut berasal dari tim peneliti Kaspersky GReAT, yang mendeteksi kampanye serangan baru saat melakukan pemantauan telemetri rutin pada April 2026.
Menurut hasil investigasi, malware Argamal ditemukan menyerang pengguna di sejumlah negara, termasuk Rusia, Brasil, Jerman, dan Vietnam.
Serangan dilakukan dengan menyisipkan kode berbahaya ke dalam file game yang tampak normal.
Saat pengguna menjalankan game tersebut, malware secara otomatis aktif tanpa mengganggu jalannya permainan sehingga korban tidak menyadari perangkatnya telah terinfeksi.
Baca Juga: Unreal Engine 6 Pamer Fitur, Hadirkan Integrasi AI Gemini dan Claude
Setelah berhasil masuk ke sistem, malware akan tetap tidak aktif selama beberapa hari untuk menghindari deteksi.
Selanjutnya, Argamal mengunduh komponen tambahan yang memperluas kemampuan serangan dan memberi akses penuh kepada penyerang.
Hacker Bisa Curi Data hingga Kendalikan Komputer Korban
Berbeda dengan malware pencuri data biasa, Argamal memiliki kemampuan sebagai Remote Access Trojan, yang memungkinkan penyerang mengendalikan perangkat korban dari lokasi mana pun.
Dengan akses tersebut, pelaku dapat mencuri kredensial akun, mengambil data pribadi, memantau aktivitas pengguna, hingga menjalankan berbagai perintah berbahaya secara langsung di komputer yang terinfeksi.
Para peneliti menyebut kampanye ini tidak hanya berfokus pada pencurian data, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku untuk melakukan kompromi sistem secara menyeluruh.
Berita Terkait
-
67 Kode Redeem FF Max Terbaru 11 Juni 2026: Jersey Bola dan Super Bundle Menanti
-
Trailer Beredar, Persona 4 Revival Siap Hadirkan Nostalgia pada 2027
-
65 Kode Redeem FF Max Terbaru 10 Juni 2026: Ada Jersey Piala Dunia dan SG2 Golden
-
Viral Gegara 'Percaya Diri' Rilis November, Barbie Rewind Siap Tantang GTA 6?
-
Minecraft Dungeons II Siap Hadir Tahun Ini: Sekuel Dungeon Crawler yang Lebih Epik
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan