- Menkomdigi Meutya Hafid mengajak seluruh pemangku kepentingan berkolaborasi mempercepat transformasi digital nasional dalam acara DEAL 2026 di Jakarta.
- Indonesia memiliki potensi ekonomi digital sebesar 100 miliar dolar AS dengan dukungan lebih dari 230 juta pengguna internet.
- Pemerintah mendorong sinergi lintas sektor guna mengatasi tantangan pemerataan akses internet serta memastikan dampak positif bagi seluruh masyarakat.
Suara.com - Di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital, Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan besar, mulai dari pemerataan akses internet, adopsi teknologi baru, hingga mitigasi berbagai dampak negatif transformasi digital.
Padahal, dengan lebih dari 230 juta pengguna internet dan nilai ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadikan teknologi sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat kolaborasi melalui gerakan bersama transformasi digital nasional yang melibatkan pemerintah, industri, akademisi, pemerintah daerah, hingga masyarakat.
Menurut Meutya, percepatan transformasi digital tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan solidaritas dan sinergi seluruh ekosistem digital Indonesia.
"Ini adalah gerakan bersama, gerakan penyatuan, gerakan solidaritas bagi seluruh ekosistem digital di Tanah Air untuk mencapai percepatan, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat ketangguhan digital Indonesia," ujar Meutya dalam acara DEAL 2026 di Jakarta, Selasa (23/6/2026).
Ia menjelaskan bahwa Indonesia saat ini menjadi salah satu kekuatan ekonomi digital terbesar di kawasan.
Nilai ekonomi digital nasional telah mencapai sekitar 100 miliar dolar AS atau hampir sepertiga dari total ekonomi digital ASEAN.
Selain itu, jumlah pengguna internet yang mencapai lebih dari 230 juta orang menjadi modal besar untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi.
"Nilai ekonomi digital Indonesia saat ini mencapai sekitar 100 miliar dolar AS dan menyumbang hampir sepertiga ekonomi digital ASEAN. Ditambah lebih dari 230 juta pengguna internet, dua kekuatan ini harus disatukan melalui gerakan yang lebih terkoordinasi dan bersinergi agar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui transformasi digital," jelasnya.
Meutya menegaskan bahwa kolaborasi tersebut tidak hanya melibatkan pemerintah pusat dan pelaku industri teknologi, tetapi juga sektor pendidikan, penyiaran, telekomunikasi, satelit, pos, pemerintah daerah, hingga kelompok masyarakat seperti petani dan nelayan yang menjadi penerima manfaat langsung dari digitalisasi.
"Kita ingin seluruh ekosistem hadir bersama. Mulai dari pemerintah, industri, akademisi, daerah, hingga masyarakat yang menerima dampak transformasi digital seperti petani dan nelayan," ujarnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Edwin Hidayat Abdullah, mengatakan bahwa perkembangan ekonomi digital Indonesia yang semakin besar menuntut pendekatan kebijakan yang lebih inklusif dan kolaboratif.
Menurutnya, teknologi kini tidak lagi hanya digunakan masyarakat perkotaan, tetapi telah menjangkau wilayah pedesaan sehingga diperlukan kerja sama lintas sektor yang lebih erat.
"Kami menyadari bahwa ekosistem digital terus berkembang dan kontribusinya terhadap ekonomi semakin signifikan," ucapnya.
Menurut dia, pengguna teknologi saat ini tidak hanya berada di kota-kota besar, tetapi juga sudah menjangkau pedesaan.
Berita Terkait
-
Hackathon Digital Cooperatives 2026 Cetak Inovasi AI untuk Percepat Digitalisasi Koperasi Indonesia
-
PKSS Genjot Inovasi SDM Lewat Digitalisasi
-
Tak Cukup Blokir Situs, Kemkomdigi Gandeng OJK dan Bank Putus Rantai Judi Online
-
PP Tunas Mulai Diterapkan, Komdigi Apresiasi Netflix Hadirkan Konten Anak yang Aman
-
Indonesia Siapkan Strategi Geopolitik Digital, Chip dan Mineral Kritis Jadi Andalan
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Aksi Penembakan Pecah di Festival Budaya Lembah Baliem Papua, 2 Orang Jadi Korban
-
Amran Sulaiman Semprot Pengamat Pangan: Saat Impor Diam, Swasembada Malah Teriak!
-
Bukan Cuma Enak, Ini Alasan Udang Sulsel Jadi Favorit Orang Jepang
-
7 Cara Pakai Concealer Bawah Mata Agar Tidak Crack dan Halus Seharian
-
Flawless Tanpa Dempul! 3 Foundation Full Coverage Buat Tutupi Bekas Jerawat
-
Kang Edai dan Kemiren: Ketika Budaya Osing Menjadi Jalan Menuju Kesejahteraan Desa
-
Pembunuhan Bos Konter HP Ambarawa: Pelaku Siapkan Palu Sebelum Beraksi, Sempat Kembali Datangi TKP
-
SIM Digital Berlaku Sah Pengganti Kartu Fisik, Begini Cara Aktivasinya di HP
-
Nyoman Nadiana, Les Grow, dan Astra: Modal Lokal VS Pendampingan Tepat
-
Daftar Mobil yang Wajib Dicoba Langsung Para Perempuan di Area Test Drive GIIAS 2026