- Penyedia server global Shockbyte mengadopsi prosesor AMD EPYC dan Ryzen untuk meningkatkan performa infrastruktur pusat data mereka.
- Peralihan teknologi ini berhasil meningkatkan kinerja server gaming, mengurangi konsumsi daya 30 persen, serta mempercepat efisiensi operasional.
- Peningkatan efisiensi tersebut mendukung ekspansi bisnis Shockbyte secara signifikan ke pasar Amerika Serikat yang terus berkembang.
Dalam penggunaan nyata, peningkatan performa single-thread mencapai sedikitnya 40 persen, khususnya pada server Minecraft yang sangat bergantung pada kinerja inti prosesor.
"Sejak beralih dari Intel Xeon yang kami gunakan sebelumnya ke AMD, kami melihat peningkatan performa single-thread setidaknya 40 persen, terutama untuk Minecraft," ungkapnya.
Server Lebih Cepat, RAM Lebih Besar
Shockbyte memulai implementasi menggunakan AMD Ryzen 7700 sebelum beralih ke keluarga prosesor AMD EPYC 4464P, 4545P, hingga EPYC 9555P yang menawarkan jumlah core lebih banyak dan kapasitas memori jauh lebih besar.
Menurut Charles, prosesor terbaru AMD memungkinkan setiap sistem mendukung memori hingga lebih dari 1 TB tanpa mengorbankan performa single-thread yang sangat penting bagi server game.
"EPYC 9555P memberikan banyak core untuk workload multi-thread sekaligus performa single-thread yang luar biasa," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa peningkatan performa tersebut berdampak langsung terhadap pengalaman gamer.
"Tujuan utama kami adalah menghadirkan pengalaman menjalankan server game yang mulus dan tanpa hambatan. Bahkan micro-stutter yang sangat kecil dapat memicu keluhan pelanggan. Performa CPU AMD sangat luar biasa," ujarnya.
Charles mengungkapkan sejak menggunakan platform AMD, Shockbyte nyaris tidak lagi menerima keluhan mengenai performa server.
Baca Juga: HP Perkenalkan AI PC dan HP IQ, Siap Ubah Masa Depan Dunia Kerja
"Sejak beralih, kami belum menerima keluhan tentang kinerja dari pelanggan atau mitra," katanya.
Pangkas Jumlah Server dan Hemat Listrik 30 Persen
Selain meningkatkan performa, adopsi AMD juga membawa efisiensi signifikan bagi operasional data center.
Shockbyte sebelumnya mengoperasikan lebih dari 2.000 mesin server. Berkat peningkatan kepadatan komputasi dan kapasitas memori AMD EPYC, jumlah tersebut kini berhasil ditekan menjadi kurang dari 1.000 mesin.
Perusahaan juga meningkatkan kapasitas RAM dari sebelumnya 128 GB menjadi 256 GB per sistem, bahkan dapat mencapai lebih dari 1 TB menggunakan AMD EPYC 9000 Series.
Efisiensi energi pun meningkat drastis. Konsumsi listrik turun dari rata-rata 0,93 watt per GB memori menjadi hanya sekitar 0,65 watt per GB atau berkurang sekitar 30 persen.
Dukung Ekspansi ke Amerika Serikat
Efisiensi tersebut menjadi modal penting bagi Shockbyte untuk memperluas bisnis di Amerika Serikat, yang kini menjadi pasar dengan pertumbuhan tercepat bagi perusahaan.
Charles mengatakan keterbatasan ruang data center dan pasokan listrik membuat efisiensi infrastruktur menjadi faktor yang sangat menentukan.
"Memperluas jangkauan kami di AS adalah tempat kami melihat sebagian besar pertumbuhan kami saat ini. AMD EPYC 9555P hampir seluruhnya dikirim ke Amerika," ujarnya.
Menurutnya, kemampuan mengonsolidasikan beban kerja yang sebelumnya membutuhkan enam hingga delapan rak server menjadi hanya dua rak memberikan keuntungan besar dalam ekspansi bisnis.
AMD Jadi Pilihan Jangka Panjang
Melihat peningkatan performa, efisiensi energi, hingga kemudahan skalabilitas, Shockbyte memastikan akan terus mengandalkan platform AMD untuk pengembangan infrastrukturnya di masa mendatang.
"AMD akan terus menjadi pilihan utama kami untuk masa mendatang," tegas Charles.
Ia menambahkan, pelanggan perusahaan yang sebagian besar merupakan gamer juga memahami pentingnya spesifikasi perangkat keras yang digunakan.
"Gamer biasanya sangat memahami teknologi yang mereka gunakan. Pelanggan kami tahu persis apa yang mereka inginkan, dan jawabannya adalah AMD," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Lenovo ThinkPad Disebut Siap Hadapi Kondisi Ekstrem, Apa Rahasianya?
-
Meta Siapkan Fitur AI dan Live Chat untuk Piala Dunia 2026
-
Lenovo Bawa Solusi AI End-to-End ke Indonesia, Siap Percepat Transformasi Digital Perusahaan
-
Asus Dawn 7S Debut dengan Varian Anyar, Usung RAM 16 GB dan Ryzen AI 5 330
-
Dari Cloud hingga AI, Lintasarta Siapkan Fondasi Digital Baru untuk Bisnis Indonesia
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
HP Perkenalkan AI PC dan HP IQ, Siap Ubah Masa Depan Dunia Kerja
-
4 Tablet Murah yang Cocok untuk Anak Sekolah, Harga Cuma Rp1 Jutaan
-
Steam Summer Sale 2026 Dimulai, Cek Rekomendasi Game PC dengan Diskon Besar Ini
-
4 Tablet RAM Besar 2 Jutaan Terbaik, Ada yang Dilengkapi Stylus untuk Kerja dan Hiburan
-
4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
-
Choi Minho SHINee Pamer Teknologi AI Rumah Pintar yang Makin Personal Milik LG
-
5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
-
4 Rekomendasi Powerbank Fast Charging: Tak Khawatir HP Lowbat, Desain Minimalis
-
Gojek Luncurkan Fitur Jalan Jajan di Aplikasi, Permudah Wisata dan Kuliner Saat Libur Sekolah 2026
-
3 HP Oppo Spek Terbaik Paling Laris di Online Store Menurut Review Pembeli