Tekno / Gadget
Rabu, 01 Juli 2026 | 08:05 WIB
Ilustrasi chipset. [Unsplash]
Baca 10 detik
  • Lonjakan harga chip memori dan kebutuhan AI memicu potensi krisis pasokan global yang diprediksi berlangsung hingga tahun 2027.
  • Apple melobi pemerintah AS agar diizinkan membeli chip DRAM dari perusahaan China, CXMT, demi mendiversifikasi rantai pasok mereka.
  • Kebutuhan RAM tinggi untuk fitur Apple Intelligence berisiko menurunkan produksi perangkat Apple akibat terbatasnya ketersediaan komponen memori global.

Suara.com - Lonjakan harga chip memori (DRAM) dan meningkatnya kebutuhan komputasi berbasis kecerdasan buatan (AI) mulai menekan industri teknologi global.

Kondisi ini berpotensi memengaruhi biaya produksi smartphone, laptop, hingga perangkat AI dalam beberapa tahun ke depan, termasuk lini produk Apple.

Di tengah situasi tersebut, Apple dikabarkan tengah melobi pemerintah Amerika Serikat agar dapat membeli chip DRAM dari produsen asal China, ChangXin Memory Technologies (CXMT).

Langkah ini diambil setelah harga DRAM dari Samsung dilaporkan melonjak hingga 100 persen pada awal tahun, sehingga memicu kekhawatiran terhadap pasokan memori global.

Informasi tersebut diungkap analis industri teknologi Ming-Chi Kuo, yang menyebut persoalan ini tidak lagi sekadar kenaikan harga, melainkan telah berkembang menjadi ancaman krisis pasokan memori yang diperkirakan berlangsung hingga 2027.

"Apple secara aktif berupaya agar CXMT tidak dimasukkan ke dalam Daftar Entitas AS sehingga perusahaan dapat membeli chip DRAM dari mereka," tulis Ming-Chi Kuo dalam unggahannya di platform X, dilansir dari laman Gizmochina, Rabu (1/7/2026).

Harga DRAM Samsung Naik, Apple Cari Alternatif

Menurut Kuo, Apple sebelumnya menerima kenaikan harga DRAM dari Samsung tanpa proses negosiasi.

Namun, tekanan harga yang terus meningkat membuat perusahaan kini berupaya mendiversifikasi rantai pasok memori.

Baca Juga: Pemanfaatan Platform AI untuk Mitigasi Bencana di Asia Tenggara

CXMT merupakan produsen DRAM terbesar di China. Meski demikian, perusahaan tersebut dilaporkan masuk dalam daftar pengawasan pemerintah AS karena diduga memiliki keterkaitan dengan sektor militer China.

Status tersebut membuat kerja sama bisnis dengan perusahaan asal Amerika menjadi isu yang sensitif secara politik.

Meski begitu, Apple dinilai tetap berupaya membuka peluang kerja sama mengingat kebutuhan chip memori terus meningkat, terutama untuk mendukung fitur-fitur berbasis AI.

AI Diprediksi Serap Pasokan Memori Global

Kuo memperkirakan sekitar 15 persen hingga 20 persen kapasitas produksi chip memori yang sebelumnya dialokasikan untuk perangkat elektronik konsumen akan beralih ke kebutuhan pusat data (data center) dan infrastruktur AI pada 2027.

Perubahan alokasi tersebut diperkirakan akan mengurangi pasokan chip LPDDR, jenis memori yang banyak digunakan pada smartphone dan tablet.

Load More