Tekno / Tekno
Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:14 WIB
Director & Chief Regulatory Officer XLSMART, Merza Fachys usai bertemu dengan wartawan di Jakarta, Jumat (3/7/2026). [Suara.com/,Dythia]
Baca 10 detik
  • Pemerintah menerapkan registrasi kartu SIM berbasis biometrik bagi pelanggan baru untuk meningkatkan keamanan data serta mencegah penyalahgunaan NIK.
  • Kebijakan yang diumumkan pada Jumat, 3 Juli 2026 ini memastikan pelanggan lama belum diwajibkan melakukan verifikasi wajah ulang.
  • Operator dan pemerintah masih mendiskusikan mekanisme serta biaya penerapan biometrik agar tidak membebani sistem maupun pelanggan di masa depan.

Meski implementasi bagi pelanggan baru telah berjalan, pemerintah dan operator seluler masih membahas kemungkinan penerapan biometrik bagi pelanggan lama.

Ilustrasi Biometrik. [Pixabay]

Merza mengatakan, proses tersebut membutuhkan perencanaan matang mengingat jumlah pelanggan eksisting mencapai puluhan juta nomor sehingga berpotensi membebani sistem apabila dilakukan dalam waktu singkat.

"Ini yang masih kita diskusikan bagaimana prosesnya akan diatur. Mungkin pertama dilakukan secara voluntary dulu atau bagaimana, ini masih dalam pembahasan," katanya.

Ia menambahkan, jika nantinya registrasi ulang diwajibkan, pemerintah kemungkinan akan memberikan masa transisi yang cukup panjang.

"Pelanggan lama kan jumlahnya banyak sekali. Kalau periodenya terlalu pendek tentu akan membebani sistem," jelasnya.

Daerah Dinilai Siap Terapkan Biometrik

Menanggapi kekhawatiran implementasi biometrik di daerah, Merza memastikan hingga saat ini tidak ditemukan kendala berarti.

Menurutnya, proses verifikasi dapat dilakukan menggunakan berbagai perangkat seperti telepon pintar maupun laptop sehingga masyarakat tetap dapat mengikuti proses registrasi.

"Enggak ada masalah. Bisa pakai HP, pakai laptop, pakai perangkat lain juga," ujarnya.

Baca Juga: XLSMART dan Kemnaker Luncurkan Future Ready, Siapkan 1 Juta Talenta Digital dan 1.000 Peluang Kerja

Biaya Verifikasi Biometrik Masih Dibahas

Selain mekanisme registrasi, pembahasan mengenai biaya layanan biometrik juga masih berlangsung antara operator, pemerintah, dan instansi terkait.

Ilustrasi XLSMART

Merza mengungkapkan, belum ada perubahan terhadap skema biaya yang berlaku saat ini. Namun, operator berharap biaya tersebut dapat ditekan bahkan jika memungkinkan menjadi nol rupiah.

"Masih dalam proses diskusi. Yang penting turun dulu. Kalau bisa turun sampai nol tentu lebih baik," kata Merza.

Ia menegaskan, pembahasan mengenai tarif registrasi biometrik masih terus dilakukan sehingga belum ada keputusan final mengenai besaran biaya yang akan dikenakan kepada pelanggan.

Implementasi registrasi berbasis biometrik, operator berharap proses aktivasi kartu SIM menjadi lebih aman, akurat, dan mampu mengurangi praktik penyalahgunaan identitas yang selama ini menjadi tantangan dalam industri telekomunikasi Indonesia.

Load More