- Indosat Ooredoo Hutchison memperpanjang masa jabatan Vikram Sinha sebagai CEO selama lima tahun untuk memimpin transformasi strategis perusahaan.
- Perusahaan bertransformasi menjadi AI TechCo dengan fokus mengembangkan infrastruktur kecerdasan buatan, pusat data, dan layanan cloud nasional.
- Indosat meluncurkan inisiatif seperti Sahabat-AI serta teknologi anti-penipuan untuk meningkatkan layanan digital dan keamanan bagi masyarakat Indonesia.
Suara.com - Operator telekomunikasi kini tidak lagi hanya bersaing menghadirkan jaringan yang cepat, tetapi juga berlomba membangun infrastruktur kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), pusat data, layanan cloud, hingga teknologi keamanan digital yang menjadi fondasi ekonomi digital masa depan.
Di tengah persaingan tersebut, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) mempercepat transformasinya menjadi perusahaan berbasis AI dengan memperkuat kepemimpinan dan memperluas investasi di ekosistem AI nasional.
Indosat mengumumkan Dewan Komisaris telah menyetujui perpanjangan masa jabatan Vikram Sinha sebagai President Director and Chief Executive Officer selama lima tahun ke depan.
Keputusan tersebut akan diformalkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) mendatang sebagai bagian dari keberlanjutan strategi transformasi perusahaan.
Keputusan itu diambil setelah Indosat mencatat kemajuan signifikan sejak merger pada 2022.
Memasuki fase berikutnya, perusahaan akan mempercepat implementasi strategi AI North Star yang menjadi arah utama transformasi bisnis, mulai dari memperkuat pengalaman pelanggan, membangun ekosistem sovereign AI Indonesia, hingga menciptakan pertumbuhan jangka panjang.
President Commissioner Indosat Ooredoo Hutchison, Nezar Patria, menilai transformasi perusahaan selama beberapa tahun terakhir menjadi bukti bahwa strategi jangka panjang mampu menghasilkan pertumbuhan yang berkelanjutan.
"Indosat telah membuktikan bahwa visi yang jelas, eksekusi yang disiplin, dan kepemimpinan yang konsisten akan menghasilkan nilai yang terus bertumbuh dari waktu ke waktu," ujar Nezar Patria dalam keterangan resminya, Selasa (7/7/2026).
Ia mengatakan, Dewan Komisaris tetap menaruh kepercayaan kepada Vikram Sinha untuk memimpin fase transformasi berikutnya yang berfokus pada pengembangan AI nasional.
Baca Juga: Telkomsel Dorong UKM Go Global dengan AI, DCE Academy 2026 Cetak Wirausaha Digital Baru
"Persetujuan Dewan Komisaris untuk memperpanjang masa jabatannya sebagai President Director and Chief Executive Officer selama lima tahun ke depan mencerminkan keyakinan kami terhadap kepemimpinannya beserta jajaran manajemen dalam terus menciptakan nilai jangka panjang bagi Indonesia," jelasnya.
Selain memperpanjang masa jabatan CEO, Dewan Komisaris juga memberikan dukungan terhadap target perusahaan untuk menggandakan EBITDA sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang.
AI Jadi Mesin Pertumbuhan Baru Indosat
Berbeda dengan transformasi digital pada umumnya, Indosat kini menempatkan AI sebagai inti operasional perusahaan.
Teknologi tersebut telah diterapkan untuk meningkatkan keandalan jaringan, efisiensi penggunaan belanja modal, produktivitas operasional, hingga menghadirkan layanan yang lebih personal melalui teknologi AI-powered hyper-personalization.
Transformasi ini juga menandai perubahan identitas Indosat dari operator telekomunikasi menjadi AI TechCo, dengan memperluas bisnis ke layanan cloud, keamanan siber, GPU Cloud, dan infrastruktur AI yang mendukung kebutuhan komputasi nasional.
Berita Terkait
-
Suara AI Bisa Meniru Pejabat, Komdigi Peringatkan Modus Scam Baru Rugikan Masyarakat Rp7,5 Triliun
-
Apple Lobi AS agar Bisa Pakai Chip RAM China, Harga DRAM Samsung Naik 100% Picu Ancaman Pasokan
-
Pemanfaatan Platform AI untuk Mitigasi Bencana di Asia Tenggara
-
Sikap Google Terhadap RUU Hak Cipta : Berisiko Hambat AI dan Ekonomi Digital Indonesia
-
AMD EPYC Bikin Server Gaming Makin Kencang, Shockbyte Pangkas Konsumsi Listrik 30 Persen
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Xiaomi Siapkan Kejutan di IFA 2026, Investasi AI Rp151 Triliun Perkuat Ekspansi ke Eropa
-
Tren Belanja Cepat Makin Mengubah Gaya Hidup Digital Masyarakat
-
Daftar HP OPPO Harga Rp1-2 Jutaan per Juli 2026, Ada yang Support NFC
-
Panduan Membersihkan Layar TV Led yang Benar, Jangan Pakai Sembarang Kain
-
6 Rekomendasi HP Murah Rp 2 Jutaan, Andalan untuk Ojek Online hingga Pelajar
-
Gampang Banget, Begini Cara Bikin Caption Berbeda di Tiap Foto Carousel Instagram
-
3 HP Midrange Alternatif Samsung Galaxy A57, Fitur Canggih Harga Beda Tipis
-
20 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 6 Juli 2026, Klaim Pemain OVR Tinggi dan Star Shards Gratis
-
5 Rekomendasi HP Baterai 6000 mAh Rp1 Jutaan, Awet Seharian untuk Gaming hingga Streaming
-
6 Pilihan HP 5G RAM 12 GB Terbaik Harga Rp5 Jutaan, Spek dan Performa Juara