- NVIDIA berkolaborasi dengan perusahaan industri Jepang untuk mempercepat pengembangan teknologi AI fisik pada mesin dan robot cerdas.
- Perusahaan merilis model Cosmos 3 Edge guna mendukung kemampuan robot dalam memahami serta memprediksi lingkungan secara real-time.
- Kolaborasi ini menyasar berbagai sektor industri seperti manufaktur, pertanian, logistik, hingga kesehatan untuk meningkatkan efisiensi dan inovasi nasional.
Suara.com - Jika selama beberapa tahun terakhir kecerdasan buatan (AI) berfokus pada chatbot dan generative AI, kini perhatian industri mulai bergeser ke AI fisik (Physical AI), teknologi yang memungkinkan robot, mesin, kendaraan otonom, hingga infrastruktur cerdas mampu memahami lingkungan, mengambil keputusan secara mandiri, dan bekerja layaknya manusia di dunia nyata.
Melihat peluang tersebut, NVIDIA menggandeng sejumlah perusahaan robotika dan manufaktur terbesar Jepang untuk mempercepat pengembangan AI fisik melalui platform NVIDIA Cosmos, Isaac, Jetson, dan Metropolis.
Kolaborasi ini dinilai menjadi langkah strategis yang dapat mempercepat lahirnya generasi baru robot cerdas di berbagai sektor, mulai dari manufaktur, otomotif, konstruksi, pertanian, logistik, hingga layanan kesehatan.
Pendiri sekaligus CEO NVIDIA, Jensen Huang, mengatakan Jepang memiliki modal kuat untuk memimpin revolusi industri berbasis AI karena telah lama menjadi pusat inovasi robotika dan manufaktur dunia.
"Batas AI berikutnya ada di dunia fisik, dan ini adalah kesempatan sekali seumur hidup bagi Jepang. Jepang menciptakan manufaktur modern. Sekarang, Jepang memiliki kesempatan untuk menciptakannya kembali untuk era industri cerdas," kata Jensen Huang dalam keterangan resminya, Sabtu (18/7/2026).
Ia menambahkan, kombinasi pengalaman Jepang di bidang manufaktur presisi dengan teknologi NVIDIA diyakini mampu melahirkan mesin-mesin cerdas generasi berikutnya.
"Dengan menggabungkan warisan terkemuka dunia dalam manufaktur, teknik presisi, dan robotika dengan NVIDIA Cosmos, Isaac, Metropolis, dan Jetson, para inovator Jepang sedang membangun generasi mesin cerdas berikutnya. Kami merasa terhormat dapat bermitra dengan mereka dalam perjalanan ini," ujarnya.
NVIDIA Perkenalkan Cosmos 3 Edge untuk Robot AI Generasi Baru
Bersamaan dengan pengumuman kolaborasi tersebut, NVIDIA memperkenalkan Cosmos 3 Edge, model AI terbaru dengan empat miliar parameter yang dirancang khusus untuk perangkat edge.
Baca Juga: Digitalisasi HR Makin Cepat, Andal Kharisma HCM Hadir dengan AI, Payroll, dan Talent Management
Teknologi ini memungkinkan robot dan sistem AI memahami lingkungan sekitar, melakukan penalaran visual secara real-time, hingga memprediksi tindakan berikutnya tanpa bergantung pada pusat data (cloud).
Cosmos 3 Edge dikembangkan menggunakan arsitektur NVIDIA Nemotron dan dapat dijalankan pada berbagai platform komputasi NVIDIA, mulai dari GPU RTX, sistem DGX, hingga modul terbaru Jetson T2000 dan T3000.
Melalui framework Cosmos yang bersifat terbuka, pengembang juga dapat menyesuaikan model AI untuk berbagai jenis robot, kendaraan otonom, sensor, maupun lingkungan industri hanya dalam waktu sekitar satu hari.
Selain itu, NVIDIA menghadirkan pustaka baru Metropolis yang diklaim mampu mempercepat pembangunan sistem AI berbasis visi komputer hingga enam kali lebih cepat dibanding pendekatan konvensional.
Jepang Bangun Ekosistem AI Fisik Berskala Nasional
NVIDIA juga memperluas NVIDIA Cosmos Coalition ke Jepang sebagai wadah kolaborasi terbuka bagi perusahaan teknologi, manufaktur, hingga pengembang model AI.
Berita Terkait
-
Google Gemini Tumbuh 2 Kali Lipat di Asia Tenggara, Indonesia Cetak 9 Juta Gambar AI Setiap Hari
-
Gemini Catat Pertumbuhan Tercepat di Asia Tenggara, AI Kini Makin Fasih Memahami Bahasa Indonesia
-
Investor Indonesia Kini Bisa Akses Saham Nvidia, SpaceX hingga Tesla Lewat Blockchain
-
Autonomous AI Mulai Ambil Alih Operasional Perusahaan, Tata Kelola dan Keamanan Data Jadi Kunci
-
Jelang Galaxy Unpacked, Samsung Beberkan Masa Depan AI yang Lebih Personal dan Aman
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Stop Romantisasi Pengabdian: Guru dan Nakes Juga Berhak Hidup Layak
-
Residivis Curanmor Bersenpi Rakitan Ambruk Ditembak Polisi di Lampung Timur
-
Krisis Air Mengintai Timur Tengah Setelah Pasukan Iran Sasar Pembangkit Desalinasi Air Kuwait
-
Mengapa Jadi Superhero di The WONDERfools Bukan Jawaban Permasalahan Hidup?
-
5 Rekomendasi Sunscreen Non Comedogenic Terbaik sesuai Review dan Harga
-
2 Moisturizer OMG yang Ampuh Cerahkan Wajah Harga Rp20 Ribuan, Mana yang Lebih Baik?
-
5 Parfum Mykonos Terlaris di Shopee, Wangi Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
-
Intip Trailer Film The Uprising, Andrew Garfield Pimpin Pemberontakan Besar
-
Resmi! Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu Dukung Argentina Juara Piala Dunia 2026
-
Penyekap Wanita di Bekasi Ditangkap, Siksa Korban 10 Hari karena Cemburu