- Dua fenomena Hujan Meteor Akhir Juli 2026 akan menghiasi langit Indonesia.
- Puncak fenomena Hujan Meteor Akhir Juli 2026 terjadi secara berurutan.
- Hujan Meteor Akhir Juli 2026 bisa diamati langsung tanpa bantuan teleskop.
Suara.com - Fenomena langit hujan meteor pada akhir Juli 2026 akan menjadi momen istimewa bagi para pengamat langit dan pencinta astronomi.
Terdapat dua hujan meteor yang akan mencapai puncaknya secara berurutan pada bulan ini, yaitu hujan meteor Southern Delta Aquariids dan Alpha Capricornids.
Simak informasi lengkap mengenai jadwal pengamatan, lokasi arah pandang, dan panduan untuk menyaksikan fenomena langit yang menakjubkan ini.
Southern Delta Aquariids
Menurut NY Post, Hujan meteor Southern Delta Aquariids mencapai puncak pada malam 28 hingga 29 Juli 2026.
Berasal dari serpihan Komet 96P/Machholz yang mengorbit Matahari setiap 5,27 tahun, hujan meteor ini aktif sekitar enam minggu sejak pertengahan Juli hingga akhir Agustus.
Titik radiannya berada di rasi Aquarius. Pada puncaknya, diperkirakan akan terlihat hingga 15 meteor per jam di langit yang gelap dan bebas polusi cahaya.
NY Post mencatat bahwa pada tahun 1977 dan 2003, hujan ini sempat menghasilkan "outbursts" atau ledakan jumlah meteor yang lebih banyak dari biasanya.
Namun, visibilitas tahun ini agak terganggu oleh cahaya Bulan dalam fase waxing gibbous.
Baca Juga: Jam Berapa Bisa Melihat Hujan Meteor Arietid 10 Juni 2026? Ini Waktu Terbaik Mengamatinya
Southern Delta Aquariids paling baik diamati di Belahan Bumi Selatan atau lintang selatan Belahan Bumi Utara.
Di bawah langit cerah dan jauh dari polusi cahaya, hujan ini dapat dilihat dengan mata telanjang.
Ahli menyarankan untuk memberi waktu sekitar 30 menit agar mata beradaptasi dengan gelap.
Southern Delta Aquariids dimulai pada 19 Juli dan berlangsung hingga 13 Agustus, menurut American Meteor Society (AMS) dimuat ABC News.
Untuk melihatnya, astronom menyarankan melihat ke arah barat daya rasi Aquarius, tepat di barat bintang Delta Aquarii.
Meteor-meteor ini terbit sekitar pukul 10 malam waktu setempat dan berada paling tinggi di langit sekitar pukul 3 pagi waktu setempat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
Terkini
-
2 Hujan Meteor Akhir Juli 2026 Hiasi Langit Indonesia! Ini Jadwalnya
-
Taiwan Buka Beasiswa Belajar Bahasa Mandarin untuk Lulusan SMA Indonesia, Dapat Uang Saku Bulanan!
-
4 Tips Kamar Tidur Menurut Fengshui Agar Cepat Menikah
-
Mitchell Baker Hat-trick! John Herdman Terkesan dengan Debut Bintang Baru Timnas
-
Pemerintah Tagih Komitmen Mazda Jadikan Indonesia Basis Ekspor ke Australia
-
Perbandingan Kulkas Inverter vs Non Inverter, Mana yang Lebih Unggul?
-
Sepatu Heiden Heritage Buatan Mana? Ini 4 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula dan Pelari Pro
-
Dulu Lokal, Sekarang UMKM Tenun Ini Sukses Tembus Pasar Ekspor via Program BRI
-
Furious Mengkritik Sistem yang Sering Gagal Melindungi Korban Kekerasan
-
Percakapan Lodewyk Pusung dengan Istri jadi Bukti Kasus Korupsi MBG