- Dua fenomena Hujan Meteor Akhir Juli 2026 akan menghiasi langit Indonesia.
- Puncak fenomena Hujan Meteor Akhir Juli 2026 terjadi secara berurutan.
- Hujan Meteor Akhir Juli 2026 bisa diamati langsung tanpa bantuan teleskop.
Ciri khasnya adalah gerakan yang sangat cepat biasanya kurang dari satu detik.
Tingkat kemunculan bisa mencapai 5 hingga 10 meteor per jam sekitar pukul 3 pagi waktu setempat.
Angka ini lebih tinggi di belahan bumi selatan, mencapai 10 hingga 20 meteor per jam.
Alpha Capricornids
Alpha Capricornids akan menutup bulan Juli dengan pertunjukannya pada 30 hingga 31 Juli 2026.
Hujan meteor ini berasal dari Komet 169P/NEAT yang mengorbit Matahari setiap 4,2 tahun.
Titik radiannya berada di rasi Capricorn. Meskipun hanya menghasilkan sekitar 5 meteor per jam pada puncaknya, Alpha Capricornids bersinar sangat terang di langit malam.
Hujan ini dapat diamati dari kedua belahan bumi. Mulai pengamatan sekitar pukul 10 malam waktu setempat dan awasi langit hingga fajar tiba.
Alpha Capricornids menghasilkan sekitar 3 meteor per jam dan kadang-kadang menghasilkan bola api (fireball) yang terang.
Baca Juga: Jam Berapa Bisa Melihat Hujan Meteor Arietid 10 Juni 2026? Ini Waktu Terbaik Mengamatinya
Hujan ini dimulai pada 7 Juli dan berlangsung hingga 13 Agustus. Menurut AMS, meteor-meteor ini tampak bergerak lambat dan beberapa lebih terang dari bintang di sekitarnya.
Titik radiannya berada di dekat Alpha Capricorni, sebuah bintang ganda yang terlihat dengan mata telanjang.
Area langit ini terbit di timur sekitar pukul 8 malam waktu setempat, tetapi aktivitas masih sedikit karena banyak meteor terhalang cakrawala.
Waktu terbaik mengamati adalah larut malam saat titik radian lebih tinggi dan Bulan telah terbenam.
Jadwal Pengamatan untuk Wilayah Indonesia
Patokan waktu dari berbagai sumber sering kali disesuaikan dengan waktu di Amerika. Khusus bagi pengamat yang berada di wilayah Indonesia, Anda dapat menggunakan panduan jadwal berikut ini:
- Hujan Meteor Southern Delta Aquariids: Waktu puncak terjadi pada 28 hingga 29 Juli 2026. Waktu pengamatan terbaik adalah mulai pukul 00.30 hingga 04.30 WIB dengan mengarahkan pandangan ke arah tenggara, tepatnya di bawah rasi Aquarius.
- Hujan Meteor Alpha Capricornids: Waktu puncak jatuh pada 30 hingga 31 Juli 2026. Waktu pengamatan terbaik adalah mulai pukul 22.00 WIB hingga subuh dengan memandang ke arah rasi Capricorn.
Kedua hujan meteor tersebut dapat dinikmati dari seluruh wilayah Indonesia. Waktu pengamatan dapat langsung disesuaikan bagi zona waktu lain, yakni ditambah satu jam untuk wilayah WITA dan ditambah dua jam untuk wilayah WIT.
Tips Pengamatan
Untuk mendapatkan pengalaman melihat hujan meteor yang maksimal, berikut adalah panduan yang bisa Anda terapkan:
- Cari lokasi pengamatan yang gelap serta terbebas dari lampu kota dan polusi cahaya.
- Bawa tikar dan jaket hangat karena pengamatan di luar ruangan bisa memakan waktu lama.
- Matikan layar ponsel selama 15 hingga 30 menit agar mata dapat beradaptasi sepenuhnya dengan kegelapan.
- Anda tidak perlu menggunakan teleskop atau binokuler. Cara yang jauh lebih baik adalah berbaring telentang dan memandangi seluruh langit secara luas.
- Waktu terbaik untuk memulai pengamatan adalah setelah tengah malam hingga menjelang subuh.
Fakta Ilmiah Kedua Hujan Meteor
Sebagai informasi pelengkap, berikut rincian fakta ilmiah dari kedua hujan meteor tersebut:
Fakta Southern Delta Aquariids
- Komet asal: 96P/Machholz
- Periode orbit komet: 5,27 tahun
- Jumlah meteor per jam saat puncak: 15 hingga 25 meteor
- Durasi aktif: 19 Juli hingga 13 Agustus
Fakta Alpha Capricornids
- Komet asal: 169P/NEAT
- Periode orbit komet: 4,2 tahun
- Jumlah meteor per jam saat puncak: 3 hingga 5 meteor
- Durasi aktif: 7 Juli hingga 13 Agustus
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
Terkini
-
2 Hujan Meteor Akhir Juli 2026 Hiasi Langit Indonesia! Ini Jadwalnya
-
Taiwan Buka Beasiswa Belajar Bahasa Mandarin untuk Lulusan SMA Indonesia, Dapat Uang Saku Bulanan!
-
4 Tips Kamar Tidur Menurut Fengshui Agar Cepat Menikah
-
Mitchell Baker Hat-trick! John Herdman Terkesan dengan Debut Bintang Baru Timnas
-
Pemerintah Tagih Komitmen Mazda Jadikan Indonesia Basis Ekspor ke Australia
-
Perbandingan Kulkas Inverter vs Non Inverter, Mana yang Lebih Unggul?
-
Sepatu Heiden Heritage Buatan Mana? Ini 4 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula dan Pelari Pro
-
Dulu Lokal, Sekarang UMKM Tenun Ini Sukses Tembus Pasar Ekspor via Program BRI
-
Furious Mengkritik Sistem yang Sering Gagal Melindungi Korban Kekerasan
-
Percakapan Lodewyk Pusung dengan Istri jadi Bukti Kasus Korupsi MBG