- Ancaman baru malware Rokarolla kini mengincar aplikasi mobile banking global.
- Sistem kerja malware Rokarolla mampu mencuri kata sandi layar kunci.
- Infeksi dari malware Rokarolla menyebar lewat situs web aplikasi palsu.
Suara.com - Malware baru bernama Rokarolla kini menjadi ancaman serius bagi pengguna Android, dengan kemampuan untuk membajak perangkat secara penuh, mencuri data kredensial dari lebih dari 200 aplikasi perbankan dan kripto, serta memanipulasi transaksi keuangan tanpa disadari pemiliknya.
Penemuan ini memicu peringatan keras dari para ahli agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat mengoperasikan smartphone mereka.
Penyebaran malware Rokarolla ini umumnya terjadi melalui situs web berbahaya yang menyamar sebagai aplikasi populer, seperti Google Chrome atau TikTok.
Begitu pengguna mengunduh dan menginstal aplikasi tersebut, malware akan menggunakan teknik 'dropper' untuk melewati sistem keamanan Android dan mulai menargetkan 217 aplikasi keuangan serta kripto yang terpasang di perangkat.
Perusahaan keamanan siber terkemuka, Zimperium, mendeteksi bahwa trojan perbankan jenis baru ini memiliki kemampuan berbahaya untuk membobol ratusan platform keuangan.
Setidaknya terdapat lebih dari 200 aplikasi keuangan, termasuk aset kripto, yang masuk dalam daftar target operasi perangkat lunak jahat tersebut.
Menurut laporan teknis dari Zimperium, malware Rokarolla ini dibekali dengan 137 perintah jarak jauh yang memungkinkan penyerang untuk melakukan tindakan seperti menonaktifkan Google Play Protect, merekam layar, hingga menulis ulang isi papan klip (clipboard) untuk mengalihkan alamat dompet kripto milik pengguna ke alamat milik penyerang.
Dikutip dari SecurityWeek, kemampuan ini membuat korban sering kali tidak menyadari bahwa transaksi yang mereka lakukan telah dimanipulasi.
Berdasarkan laporan Zimperium, penyebaran malware Rokarolla memanfaatkan situs web palsu yang menyamar sebagai aplikasi populer berskala global.
Baca Juga: Kaspersky Ungkap Malware Argamal yang Menyamar dalam Game Dewasa, Hacker Bisa Kuasai Komputer Korban
Pengguna sering kali terkecoh karena program ini memalsukan diri sebagai peramban Google Chrome atau platform media sosial TikTok.
Setelah berhasil memikat korban untuk mengunduh aplikasi palsu tersebut, malware akan meluncurkan komponen utamanya.
Komponen berbahaya ini beroperasi dengan kedok sebagai sistem keamanan resmi Google Play Protect untuk mengelabui korban.
Ketika berhasil menginfeksi sistem operasi Android, trojan ini segera meminta akses perizinan yang sangat luas dari pengguna.
Tingkat perizinan yang tinggi ini memungkinkan pelaku kejahatan mengambil alih kendali penuh atas perangkat yang menjadi target.
Salah satu kemampuan paling mengerikan dari ancaman siber ini adalah kemampuannya merekam data rahasia pada layar kunci perangkat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik
-
100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri
-
Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping
-
Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda
-
Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?
-
Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026
-
Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement
-
Singapura Tahan Indonesia: Garuda Terhenti, Wasit Oman Dituding Biang Kerok