- Direktur Eksekutif Catalyst Policy Works, Wahyudi Djafar, menyatakan rendahnya literasi konsumen membuat pelanggan sering kesulitan memperjuangkan haknya terkait kuota internet yang hangus.
- Putusan Mahkamah Konstitusi berpotensi mengubah cara operator seluler memberikan pilihan layanan serta kejelasan konsekuensi paket internet kepada pelanggan.
- Operator seluler didorong menggunakan aplikasi untuk mengedukasi pelanggan mengenai perbedaan skema rollover dan transparansi informasi paket data sebelum dibeli.
Wahyudi menyebut, kondisi tersebut sebagai bagian dari strategi bisnis operator.
“Dulu mungkin ketika putusan ini belum ada, operator yang sudah menerapkan skema rollover itu menempatkan itu sebagai keunggulan komparatif dari bisnisnya dia, dari layanannya dia, dari servisnya dia,” jelasnya.
Dengan kata lain, rollover sebelumnya dapat diperlakukan sebagai fitur pembeda. Konsumen yang menganggap fitur tersebut penting dapat memilih operator yang menyediakannya.
Namun, menurut Wahyudi, situasinya berubah setelah adanya putusan MK.
“Nah sekarang dengan putusan ini, ini kan MK seperti ingin mengatakan bahwa ya itu memang kayak konsumen jadi harus diberikan pilihan,” katanya.
Teknologi Harus Membuat Pilihan Konsumen Lebih Jelas
Di sinilah dampak putusan tersebut bisa berkembang lebih jauh. Jika operator nantinya menyediakan pilihan paket dengan skema rollover maupun non-rollover, persoalannya tidak selesai hanya dengan menambahkan dua opsi di aplikasi.
Operator juga harus memastikan konsumen benar-benar memahami perbedaan kedua pilihan tersebut.
“Konsumen memilih yang rollover atau memilih yang non-rollover. Kasih paham mereka gitu kan,” ujar Wahyudi.
Baca Juga: Putusan MK soal Kuota Hangus Bakal Ubah Harga Paket?
Konsep ini sebenarnya dapat diterapkan melalui teknologi yang sudah tersedia.
Aplikasi operator, misalnya, dapat menampilkan sisa kuota secara lebih jelas, memberikan peringatan sebelum masa aktif berakhir, menjelaskan apakah kuota dapat diperpanjang, serta menunjukkan konsekuensi setiap pilihan paket sebelum pelanggan melakukan pembelian.
Dengan pendekatan tersebut, aplikasi bukan hanya menjadi tempat membeli paket internet, tetapi juga menjadi alat edukasi konsumen.
Inilah ruang inovasi yang selama ini mungkin tidak terlalu terlihat dalam persaingan operator seluler.
Bukan Sekadar Menambah Fitur Rollover
Menurut Wahyudi, operator nantinya memiliki tanggung jawab lain setelah pemerintah menerjemahkan putusan MK ke dalam aturan teknis. Tanggung jawab tersebut berkaitan dengan peningkatan literasi konsumen.
“Beban yang lain yang nantinya selain mengikuti apa yang nanti diatur oleh pemerintah pasca-putusan ini ya memang beban untuk mendidik konsumen di kita itu juga perlu ditambahkan,” tuturnya.
Ia menilai, operator tidak cukup hanya menyediakan pilihan layanan.
“Dalam artian operator itu juga ikut mendidik konsumen agar mereka paham tentang hak-haknya,” kata Wahyudi.
Pernyataan tersebut membawa persoalan kuota hangus ke level yang lebih luas. Perubahan regulasi tidak hanya akan berdampak pada sistem paket internet, tetapi juga pada cara operator merancang pengalaman pengguna.
Masa Depan Paket Internet Bisa Lebih Transparan
Jika diterapkan secara serius, perubahan ini dapat mendorong munculnya desain layanan telekomunikasi yang lebih transparan.
Bayangkan ketika pelanggan membeli paket internet dan aplikasi langsung menunjukkan beberapa informasi penting, yakni berapa kuota utama, kapan masa berlaku berakhir, berapa kuota yang dapat dibawa ke periode berikutnya, serta apa yang terjadi jika paket tidak diperpanjang.
Sistem juga dapat memberikan notifikasi sebelum masa aktif berakhir dan menawarkan pilihan yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan.
Pendekatan tersebut membuat teknologi bekerja bukan hanya untuk menjual lebih banyak paket, tetapi juga membantu konsumen mengambil keputusan.
Di sisi bisnis, operator memang harus menyesuaikan model layanan dan perhitungan ekonominya. Namun, dari perspektif konsumen, perubahan tersebut dapat menciptakan hubungan yang lebih transparan antara pelanggan dan penyedia layanan.
Pada akhirnya, isu kuota hangus mungkin bukan sekadar tentang apakah sisa gigabyte harus dibawa ke bulan berikutnya.
Persoalan yang lebih besar adalah bagaimana industri telekomunikasi menggunakan teknologi untuk memastikan konsumen tahu apa yang mereka beli, memahami pilihan yang tersedia, dan mengerti hak mereka sebelum kuota yang dibeli akhirnya hilang.
Jika arah tersebut benar-benar diterapkan, putusan MK tidak hanya mengubah aturan paket data. Putusan itu juga dapat mendorong operator mengubah cara mereka mendesain produk digital dan berkomunikasi dengan pelanggan.
Berita Terkait
-
Dibalik Keputusan MK soal Kuota Hangus, Pakar CISSReC Ingatkan Transparansi Lebih Penting!
-
Bukan Semua Kuota Harus Rollover, ATSI Jelaskan Makna Putusan MK Soal Paket Internet
-
Jangan Gagal Paham! Putusan MK Soal Kuota Hangus Bukan Berarti Semua Paket Abadi, Ini Penjelasannya
-
Dari Rollover hingga Digital Trust, Begini Strategi Indosat Menindaklanjuti Putusan MK
-
Jangan Salah Paham! Ini Isi Lengkap Putusan MK tentang Kuota Internet Hangus
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu
-
InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara
-
InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia
-
Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar
-
Transisi Energi Berwajah Hijau Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup
-
Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya
-
Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus
-
Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik
-
PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur
-
Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai