- Rimini Street meluncurkan Rimini Govern for AI untuk tata kelola perusahaan.
- Solusi ini membantu memantau keamanan operasional agen AI secara penuh.
- Layanan GRC ini mencakup evaluasi risiko, kepatuhan, dan pengukuran investasi.
Suara.com - Rimini Street resmi meluncurkan layanan Rimini Govern for AI untuk menjawab kebutuhan korporasi akan sistem tata kelola, keamanan, dan interoperabilitas agen kecerdasan buatan (AI).
Fasilitas pendukung ini hadir untuk melengkapi portofolio solusi Tata Kelola, Risiko, dan Kepatuhan (GRC) yang sudah dimiliki perusahaan.
Layanan operasional ini bersiaga penuh waktu melalui Pusat Komando Global Rimini Street. Dukungan teknisi AI berpengalaman dikerahkan untuk membantu organisasi mempercepat penerapan agen AI sekaligus menekan risiko teknisnya.
Melalui platform terpusat ini, organisasi mendapatkan kendali penuh untuk memantau aktivitas agen AI, alur kerja, hingga potensi insiden keamanan. Perusahaan juga dapat memastikan agen AI hanya mengeksekusi tugas yang telah mendapatkan persetujuan.
Selain itu, layanan GRC ini memfasilitasi pengukuran pengembalian investasi (ROI) dari pemanfaatan agen AI di lingkungan kerja.
Analisis akar masalah turut disediakan untuk meminimalkan gangguan pada proses bisnis yang digerakkan oleh teknologi cerdas tersebut.
"Dengan Rimini Govern for AI, organisasi kini dapat menerapkan dan memperluas penggunaan agen AI dengan lebih percaya diri dan aman, didukung oleh pengawasan, kendali, visibilitas, serta kapabilitas pengukuran yang dibutuhkan untuk mempercepat adopsi, mengukur ROI, dan menghasilkan nilai bisnis yang mencakup pengurangan total biaya operasional, peningkatan profitabilitas, dan penguatan keunggulan kompetitif," jelas CEO Rimini Street, Seth Ravin.
Ia menambahkan, "Dengan pengalaman teruji selama lebih dari dua puluh tahun dalam memberikan dukungan TI global yang sangat responsif dan bersifat mission-critical bagi ribuan organisasi di seluruh dunia – termasuk klien di sektor publik, infrastruktur kritis, dan militer dengan persyaratan izin keamanan yang ketat – Rimini Street berada pada posisi unik untuk menghadirkan kapabilitas tata kelola, keamanan, kepatuhan, dan interoperabilitas agen AI kelas dunia."
R "Ray" Wang, CEO Constellation Research, ikut menyoroti pentingnya platform ini seiring transisi dunia bisnis dari fase eksperimen menuju implementasi AI skala besar.
Baca Juga: Gelombang "Agentic AI" Mulai Dominasi Ekonomi Digital Indonesia 2026
"Seiring organisasi beralih dari tahap eksperimen AI ke penerapan skala perusahaan, mereka membutuhkan visibilitas, tata kelola, dan kontrol yang dapat diandalkan untuk menerapkan AI secara bertanggung jawab dan aman," katanya.
"Pelanggan menginginkan solusi AI yang menyediakan fondasi terpusat bagi perusahaan untuk mengamankan, menjalankan, mengatur, dan mengukur efektivitas AI dalam skala besar. Ketika hal ini dipadukan dengan dukungan perangkat lunak perusahaan yang telah teruji dan pengetahuan mendalam tentang proses, kemampuan layanan terkelola global 24/7/365 dari Pusat Komando Global, serta keahlian AI yang luas, organisasi kini dapat mengoperasionalkan AI dengan cepat, hemat biaya, dan penuh keyakinan. Ini menjadi pilihan yang sangat logis," pungkas Wang.
Kesenjangan Pengendalian Agen AI yang Semakin Meluas
Penggunaan agen AI yang masif di lingkungan bisnis kerap memunculkan tantangan baru, seperti minimnya visibilitas terhadap operasi harian dan keamanan sistem.
Banyak perusahaan juga dihadapkan pada fenomena AI tersembunyi yang membuat kerangka kerja tata kelola menjadi tidak seragam.
Ketimpangan antara kemampuan agen AI dan kapasitas pemantauan organisasi ini berpotensi memicu celah pengendalian teknis.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana