Tekno / Internet
Rabu, 12 Agustus 2026 | 13:37 WIB
Ilustrasi tata kelola sistem perusahaan. [Remini]
Baca 10 detik
  • Rimini Street meluncurkan Rimini Govern for AI untuk tata kelola perusahaan.
  • Solusi ini membantu memantau keamanan operasional agen AI secara penuh.
  • Layanan GRC ini mencakup evaluasi risiko, kepatuhan, dan pengukuran investasi.

Firma riset Gartner bahkan memprediksi bahwa pada tahun 2027, sebanyak 40 persen perusahaan akan menghentikan pemakaian agen AI otonom akibat celah tata kelola pasca-insiden di lingkungan kerja.

Model Operasional dan Manajemen untuk AI Perusahaan

Model operasional baru dari Rimini Street memadukan kemampuan pengawasan AI dan dukungan global untuk menambal celah tata kelola di perusahaan. Organisasi klien dapat mengelola aktivitas AI mereka secara sistematis melalui tiga tahapan terstruktur.

Fase pertama adalah perencanaan, yakni proses evaluasi tingkat kesiapan dan penyusunan peta jalan klien oleh arsitek ahli dari penyedia layanan. Selanjutnya, fase implementasi berfokus pada identifikasi agen AI di seluruh perangkat lunak dan pengaturan akses keamanannya.

Fase terakhir adalah pengoperasian yang dikendalikan secara langsung oleh teknisi secara seketika (real-time). Layanan pemantauan ini menjaga stabilitas sistem, pengawasan akses, dan integrasi operasional secara terus-menerus.

Solusi AI Berbasis Agen End-to-End

Layanan operasional AI ini masuk ke dalam ekosistem Rimini Govern yang dirancang untuk menjaga kelancaran perangkat lunak tingkat korporasi dari berbagai penyedia utama.

Ekosistem pemantauan ini dibangun berdasarkan model layanan terpadu yang telah berjalan di berbagai sektor esensial, termasuk lembaga publik dan pertahanan militer.

Selain fungsi tata kelola, ekosistem tersebut juga ditopang oleh Rimini Agentworks dan Rimini Agentic UX untuk membantu perancangan serta manajemen program cerdas secara menyeluruh.

Baca Juga: Gelombang "Agentic AI" Mulai Dominasi Ekonomi Digital Indonesia 2026

Layanan Rimini Agentworks bertugas mengevaluasi agen AI agar lolos standar uji fungsi dan keamanan operasional sebelum diaktifkan secara luas.

Sementara itu, Rimini Agentic UX bertindak sebagai antarmuka pengguna berbasis mesin pembelajar yang ditanamkan pada sistem ERP eksisting klien.

Sistem antarmuka ini diarahkan untuk menghubungkan berbagai kumpulan data demi memfasilitasi pengambilan keputusan operasional.

Kedua fasilitas pendukung tersebut berfungsi untuk memastikan setiap agen AI patuh terhadap batasan toleransi dan kepatuhan hukum yang disepakati.

Hal ini sangat berguna bagi perusahaan dalam mengevaluasi efisiensi program cerdas tanpa harus mempertaruhkan stabilitas jaringan operasional mereka.

Load More