- AI menjadi senjata sekaligus target utama pelaku kejahatan siber modern.
- Peretas mampu mengeksploitasi celah keamanan hanya dalam waktu 24 jam.
- CrowdStrike mencatat serangan ke infrastruktur cloud melonjak tajam 171 persen.
Sepanjang paruh pertama tahun 2026, mayoritas ancaman pada registri perangkat lunak melibatkan paket npm berbahaya. Angkanya bahkan mencapai 87 persen dari total ancaman yang berhasil diidentifikasi.
Aktor kejahatan siber lainnya, ALTERED SPIDER, sukses meretas lebih dari 300 dependensi perangkat lunak dalam sehari. Mereka mencuri kredensial akses untuk menyusup lebih jauh ke dalam lingkungan cloud milik korban.
Waktu Eksploitasi Kini Hanya Hitungan Jam
Jeda waktu antara penemuan celah keamanan dan eksploitasi oleh peretas kini semakin sempit. Pada semester awal 2026, sebanyak 88 persen eksploitasi kerentanan terjadi dalam waktu 48 jam sejak PoC dirilis.
Kelompok peretas asal China, seperti VAULT PANDA dan GENESIS PANDA, bergerak dengan kecepatan yang lebih mengerikan. Mereka mampu melancarkan serangan siber hanya dalam waktu kurang dari 24 jam.
Pelaku Ancaman Mengikuti Perkembangan AI ke Cloud
Aktivitas kejahatan siber yang menargetkan ekosistem komputasi awan (cloud) melonjak tajam hingga 171 persen. Hal ini sejalan dengan upaya peretas yang terus mengikuti tren perkembangan kecerdasan buatan ke ranah cloud.
Berbagai aksi kejahatan modern gencar dilakukan di lingkungan komputasi tersebut. Mulai dari pencurian kredensial, penambangan kripto, penyalahgunaan LLM, hingga perampasan aset finansial digital.
Autentikasi Tepercaya Kini Menjadi Jalur Serangan
Baca Juga: Ribuan Chat Claude Bocor di Google dan Bing, Begini Cara Mengatasinya
Metode serangan siber melalui vishing atau manipulasi suara meningkat hingga dua kali lipat pada awal tahun 2026. Sindikat kejahatan seperti CORDIAL SPIDER dan SNARKY SPIDER berhasil menembus aplikasi SaaS yang memakai otentikasi tunggal (SSO).
SNARKY SPIDER bahkan sanggup mengambil alih akun dan mencuri data dalam waktu kurang dari lima menit. Sementara itu, kasus phishing kode perangkat tercatat meroket hingga 15 kali lipat setiap bulannya.
Menanggapi berbagai temuan ini, Head of Counter Adversary Operations CrowdStrike, Adam Meyers, memberikan pandangannya. Ia menegaskan perlunya kewaspadaan ekstra dari setiap pengambil keputusan di perusahaan.
“AI kini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari operasi pelaku ancaman modern. AI mengubah cara serangan direncanakan, dijalankan, dan diperbanyak, sekaligus memperluas permukaan serangan yang harus dilindungi oleh organisasi,” kata Adam Meyers.
“Organisasi yang berhasil menghadapi lanskap ancaman ini adalah mereka yang dapat mengamankan AI seagresif mereka mengadopsinya, dan memanfaatkan AI untuk mempertahankan diri dengan kecepatan yang mampu mengimbangi para pelaku ancaman," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Massa Bergerak Geruduk Rumah di Bekasi Cari MC Booth Miras Acara The Sound Project
-
Ingin Rezeki dan Karir Melejit? Simak Pesan Seskab Teddy untuk Lulusan Baru
-
Sering Dijadikan Stiker Lucu, Karyawan Diskominfo Kukar Nekat Bakar Ruang Rapat Kantor
-
Zulhas Akui Pernah Dikasih Uang Rp 893 Miliar dari George Soros
-
Hiburan Jakarta Harus Berbudaya! DPRD DKI Kecam Keras Agama Jadi Gimmick Jualan Miras
-
Sukses Tanpa Gelar: Bahaya Romantisasi Kemiskinan di Balik Mahalnya UKT
-
3 Sunscreen Tidak Perih di Mata Saat Berkeringat, Mulai Rp60 Ribuan
-
Capaian Positif Penjualan Daihatsu Sigra di GIIAS 2026
-
Laporan CrowdStrike 2026: AI Kini Menjadi Senjata Utama Pelaku Siber
-
Dibintangi Margaret Qualley, Remake Film Possession Tayang Juni 2027