- Direktur Eksekutif ATSI Marwan O. Baasir menjelaskan bahwa fitur kuota rollover menambah beban infrastruktur dan kapasitas pipa internasional operator telekomunikasi.
- ATSI menyatakan penyesuaian tarif dilakukan karena fleksibilitas layanan tersebut masih dikalkulasi ulang secara bisnis oleh masing-masing operator telekomunikasi.
- ATSI saat ini masih menunggu petunjuk pelaksanaan atau regulasi teknis lebih lanjut dari Kementerian Komunikasi dan Informatika terkait penyesuaian layanan.
Suara.com - Banyak pengguna terjebak dalam dilema. Di satu sisi, mereka ingin sisa kuotanya terselamatkan, namun di sisi lain, dompet menjerit karena penyesuaian tarif yang terasa signifikan.
Direktur Eksekutif Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), Marwan O. Baasir, akhirnya blak-blakan mengenai alasan teknis dan logika bisnis di balik mahalnya harga "kebebasan" kuota ini.
Bukan Sekadar Simpan Data, Tapi Soal Kapasitas "Pipa" Internasional
Selama ini, kita menganggap sisa kuota yang tidak terpakai hanyalah angka di layar ponsel. Padahal, secara teknis, sisa kuota tersebut adalah komitmen kapasitas jaringan yang harus disediakan operator secara terus-menerus.
Marwan menjelaskan bahwa ketika sebuah kuota dibuat bisa dibawa ke bulan depan (rollover), beban infrastruktur operator otomatis bertambah.
Hal ini berkaitan erat dengan bandwidth atau jalur trafik internet, terutama untuk akses ke luar negeri.
"Gini, kita kan kalau internetan ada yang ke trafik luar negeri, ada yang ke trafik dalam negeri," ujarnya dalam DeepTalk Podcast Suara.com, belum lama ini.
Dia menambahkan, tadinya pakai 30 giga 28 hari, setelah itu nggak ada kelanjutan. Tapi kalau yang rollover, ada kepastian 10 giga tambahan ke bulan depan.
"Operator yang tadinya fiber optic-nya ke Singapura atau Amerika, ternyata kita harus nambah kapasitas demi pengguna nambah," ujar Marwan memberikan ilustrasi sederhana.
Baca Juga: Bukan Cuma Soal Kuota Hangus, Putusan MK Dorong Operator Benahi Teknologi Layanan
Dengan kata lain, inovasi rollover memaksa operator untuk terus menyewa atau menyediakan "pipa" kabel laut (fiber optik) lebih lama dan lebih besar agar sisa kuota Anda tetap bisa digunakan dengan kecepatan yang sama bulan depan. Inilah yang memicu adanya penyesuaian biaya.
Jangan Sebut "Naik Harga", Tapi "Penyesuaian Layanan"
Menanggapi keluhan masyarakat mengenai mahalnya paket rollover, misalnya kuota 30 GB yang harganya bisa tembus Rp100 ribu dibandingkan paket reguler, ATSI menegaskan bahwa ini adalah konsekuensi dari fleksibilitas layanan.
Marwan lebih memilih menggunakan istilah "penyesuaian tarif" daripada "kenaikan harga". Menurutnya, setiap operator saat ini sedang mengkalkulasi ulang model bisnis agar fitur rollover tetap menguntungkan kedua belah pihak.
"Akan ada penyesuaian tarif. Makanya dia akan ada penyesuaian tarif. Kita nggak siap bilang penyesuaian tarifnya berapa besar, harganya berapa, karena ini masih dikalkulasi secara perusahaan bisnis di masing-masing operator," jelasnya.
Menunggu "Lampu Hijau" Pemerintah
Berita Terkait
-
Bukan Cuma Soal Kuota Hangus, Putusan MK Dorong Operator Lebih Aktif "Mendidik" Konsumen
-
Putusan MK soal Kuota Hangus Bakal Ubah Harga Paket?
-
Misteri Sisa Kuota Internet: Mengapa Bisa Hangus dan Siapa yang Paling Diuntungkan?
-
Dilema Infrastruktur: Mengapa Akumulasi Kuota Data Bisa Memicu Kenaikan Harga Paket Internet?
-
Kuota Tak Hangus vs Jaringan Padat, Dilema Besar di Balik Putusan MK
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
Terkini
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
Kenapa Pakai Cushion Malah Beruntusan dan Bagaimana Cara Mengatasinya?
-
Mobil Terlaris Toyota 2026 Januari hingga Juli, MPV Masih Jadi Raja
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Kepala SPPG Dinonaktifkan Imbas Puluhan Siswa Keracunan MBG di Dumai
-
Komdigi Pantau Pemulihan 200 BTS di Flores yang Diguncang Gempa 7,7
-
Instruksi Pimpinan DPR ke Legislator: Koordinasikan Bantuan dan Evakuasi Korban Gempa NTT
-
Kapan Waktu Terbaik Pakai Juva Wrinkle Warrior ZAP? Simak Panduannya Biar Wajah Kencang Awet Muda
-
Desa Les Buleleng Bali Menanam Masa Depan Lewat Konservasi Terumbu Karang
-
Cocok Ditonton Keluarga 9-10 Oktober, Drama Musikal Sirena Angkat Kisah Putri Duyung Terdampar