Tekno / Internet
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:04 WIB
Direktur Eksekutif Asosiasi Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), Marwan O Baasir dalam.DeepTalk Podcast Suara.com di Jakarta, belum lama ini. [Suara.com/Dythia]
Baca 10 detik
  • Direktur Eksekutif ATSI Marwan O. Baasir menjelaskan bahwa fitur kuota rollover menambah beban infrastruktur dan kapasitas pipa internasional operator telekomunikasi.
  • ATSI menyatakan penyesuaian tarif dilakukan karena fleksibilitas layanan tersebut masih dikalkulasi ulang secara bisnis oleh masing-masing operator telekomunikasi.
  • ATSI saat ini masih menunggu petunjuk pelaksanaan atau regulasi teknis lebih lanjut dari Kementerian Komunikasi dan Informatika terkait penyesuaian layanan.

Meski beberapa operator sudah mulai menawarkan paket ini, masyarakat masih menunggu standar baku yang lebih ramah kantong.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid. [Dok Istimewa]

ATSI sendiri saat ini tengah menunggu regulasi teknis lebih lanjut dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

"Penyesuaian lah. Kita jangan bilang naik. Karena penyesuaian kan belum tentu banyak sekali. Tapi kita tunggu petunjuk pelaksanaan dari Kepmenkominfo," tambah Marwan.

Kesimpulannya, fitur rollover memang menawarkan inovasi berupa "hak milik" penuh atas kuota yang sudah dibeli. Namun, kenyamanan teknologi ini harus dibayar dengan investasi infrastruktur yang lebih tinggi.

Bagi Anda penikmat streaming dan media sosial, kini pilihannya ada di tangan, mau paket murah tapi hangus, atau bayar sedikit lebih mahal tapi sisa kuota tetap aman terkendali?

Load More