Tekno / Tekno
Selasa, 18 Agustus 2026 | 07:43 WIB
Sekretaris Jenderal Kemkomdigi, Ismail. [Dok. Humas Komdigi]
Baca 10 detik
  • Sekjen Kemkomdigi Ismail menyatakan kedaulatan bangsa kini berada di ranah digital saat upacara di Jakarta Pusat pada 17 Agustus 2026.
  • Kemkomdigi mempercepat Pusat Data Nasional dan mengintegrasikan Portal Perlindungan Sosial Digital untuk verifikasi bantuan sosial secara otomatis serta presisi.
  • Pemerintah menindak 3,7 juta konten judi online serta membekukan 32.500 rekening bank berkat kerja sama dengan OJK dan Bank Indonesia.

Dampaknya signifikan adalah sebanyak 4,7 juta akun anak yang tidak sesuai standar keamanan telah dinonaktifkan oleh platform hingga Juli 2026. Ini menandai pergeseran paradigma dari pengawasan manual menuju tanggung jawab sistemik oleh penyedia teknologi.

Ilustrasi anak dengan gadget. [Shutterstock]

"Tujuan kita bukan sekadar menutup akun, melainkan mengubah ekosistem. Kita ingin platform digital ikut bertanggung jawab terhadap ruang yang mereka bangun karena anak-anak Indonesia berhak tumbuh bersama teknologi tanpa kehilangan masa kecil yang aman," tambah Ismail.

Langkah-langkah strategis ini merupakan bagian dari Rencana Strategis (Renstra) Kemkomdigi 2025–2029. Dengan tiga pilar utama, yakni Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga, pemerintah berupaya memastikan bahwa teknologi tidak hanya hadir sebagai alat konsumsi, tetapi sebagai pilar kedaulatan yang memperkuat posisi tawar Indonesia di kancah internasional.

"Kedaulatan berarti negara tidak membiarkan ruang digitalnya digunakan untuk merusak kehidupan rakyat," pungkas Ismail dengan nada tegas.

Load More