- PT Kencana Satu Nuswapada memperkenalkan layanan Token-as-a-Service melalui soft launching Pemuda.ai pada 18 hingga 20 Agustus 2026.
- Teknologi TaaS dikembangkan untuk mengelola alokasi, pemantauan, serta efisiensi biaya konsumsi token kecerdasan artifisial bagi korporasi dan pemerintah.
- Prominence menggandeng Onno Center untuk memperluas riset, edukasi, dan inovasi ekosistem kecerdasan artifisial di Indonesia.
“Sinergi melalui penandatanganan MoU bersama Onno Center akan menjadi motor penggerak dalam merancang use case dan inovasi AI aplikatif ke depannya,” katanya.
Bukan Sekadar Menghemat Token
Pengelolaan token tidak hanya berkaitan dengan upaya menekan biaya. Ketika AI digunakan dalam skala enterprise atau pemerintahan, organisasi juga membutuhkan tata kelola yang jelas.
Misalnya, perusahaan perlu mengetahui batas penggunaan setiap aplikasi, mengatur alokasi token berdasarkan kebutuhan, hingga memastikan transaksi layanan dapat dicatat secara transparan.
Artinya, TaaS dapat menjadi salah satu lapisan pengelolaan di antara pengguna dan layanan AI yang digunakan.
Pendekatan ini menjadi semakin relevan ketika perusahaan mulai menggunakan lebih dari satu model AI untuk kebutuhan berbeda.
Pengguna dapat memilih model berdasarkan kebutuhan, sementara penggunaan token tetap perlu dikontrol agar tidak menimbulkan pemborosan.
Digandeng Onno Center untuk Bangun Ekosistem
Pengembangan layanan tersebut tidak dilakukan sendirian. Prominence menggandeng Onno Center, pusat pengembangan dan literasi teknologi yang dimotori oleh pakar teknologi nasional Onno W. Purbo.
Baca Juga: AI Makin Canggih, Penipuan Digital dan Deepfake Rugikan Indonesia Rp9,1 Triliun
Kolaborasi itu ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dalam soft launching pada 18 Agustus 2026.
Kerja sama diarahkan tidak hanya pada pengembangan teknologi, tetapi juga riset, edukasi, dan implementasi solusi AI untuk kebutuhan masyarakat serta industri Indonesia.
Onno W. Purbo menilai, tata kelola token akan menjadi kebutuhan penting seiring meluasnya penggunaan AI.
“Inisiatif ini sejalan dengan misi kami di Onno Center untuk terus mendorong kemandirian teknologi terbuka. Pemuda.ai memberikan akses dan tata kelola token yang sangat dibutuhkan oleh komunitas dan industri di Indonesia,” kata Onno.
Token dan Tantangan Sovereign AI Indonesia
Lebih jauh, pengembangan infrastruktur pengelolaan token berkaitan dengan agenda kemandirian AI atau sovereign AI Indonesia.
Kemandirian AI tidak hanya berarti memiliki model AI sendiri. Negara juga membutuhkan infrastruktur komputasi, tata kelola data, talenta digital, riset, serta ekosistem yang memungkinkan teknologi AI dikembangkan dan digunakan sesuai kebutuhan nasional.
Tokoh telekomunikasi nasional, Rudolf Nainggolan, mengatakan industri perlu bergerak cepat menghadapi perubahan tersebut.
“Platform seperti Pemuda.ai yang didukung ekosistem Prominence akan menjadi fondasi yang sangat kuat bagi kemandirian dan penguatan digital nasional,” ujar Rudolf.
Jika adopsi AI terus meningkat, persoalan konsumsi token berpotensi menjadi isu yang semakin besar.
Bagi organisasi dengan ribuan pengguna dan banyak aplikasi AI, pengelolaan token bukan lagi sekadar urusan developer, melainkan bagian dari strategi efisiensi dan tata kelola teknologi.
Prominence sendiri menjadwalkan Grand Launching Pemuda.ai pada 28 Oktober 2026, bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda.
Momentum tersebut akan diarahkan untuk memperluas kolaborasi antara industri, komunitas teknologi, developer, dan pemangku kepentingan dalam mendorong penggunaan AI yang lebih aplikatif dan inklusif.
Pada akhirnya, ketika AI semakin pintar dan semakin banyak digunakan, tantangannya bukan hanya bagaimana mendapatkan hasil terbaik dari AI.
Pertanyaan berikutnya adalah berapa banyak sumber daya yang harus dikeluarkan untuk mendapatkannya dan bagaimana konsumsi tersebut dikendalikan.
Di titik inilah Token-as-a-Service berpotensi menjadi salah satu infrastruktur penting dalam fase berikutnya dari adopsi AI di Indonesia.
Tag
Berita Terkait
-
Epson Hidupkan Pengalaman Visual di Live Showcase Naura Ayu lewat Projection Mapping
-
Alarm Keamanan Digital, Indonesia Dihantam 15 Ribu Serangan Seluler di Kuartal I 2026
-
Laptop Gaming Bukan Cuma Buat Mabar: ASUS Bongkar Rahasia AI Lokal Biar Kerja 2x Lebih Cepat!
-
AI Masuk Kelas, Bali Uji Cara Baru Atasi Masalah Numerasi Siswa
-
Ancaman Siber Berbasis AI Makin Canggih, Industri Keuangan Diminta Perkuat Ketahanan Digital
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Eks Dirut PGN Hendi Prio Santoso Divonis 4 Tahun Penjara Kasus Korupsi Gas Rp255 Miliar
-
Dari Tazos hingga Tamiya: Mengenang Indahnya Bermain Tanpa Koneksi Internet
-
Apa Bedanya Magic Com, Magic Jar, dan Rice Cooker? Ini Fungsi Masing-Masing
-
Cicil Emas dari BRI Bisa Dapat Emas Langsung, Ini Caranya
-
Agnez Mo Raih Posisi 6 IMDb STARmeter Berkat Perankan Lila Hoth
-
Wacana Pengadilan Ad Hoc BUMN: Solusi Bersih-bersih atau Potensi Tumpang Tindih?
-
3 Krim Wajah Brand Korea untuk Noda Hitam Sesuai Review dan Harga
-
Ahli Nilai Polda Metro Tak Berwenang Geledah Rumah Febrie Adriansyah di Sentul
-
Luna Casano Cover Lagu Negoro Angin: Versi Global, Rasa Hati Tetap Lokal
-
Asing Gelontorkan Rp648 Miliar di Sesi I IHSG, Saham AMMN dan BBRI Diborong