Tekno / Gadget
Rabu, 02 September 2026 | 11:06 WIB
Jajaran HP Omnibook AI, Jakarta, Selasa (1/9/2026). [Suara.com/Rahma]
Baca 10 detik
  • Presiden Direktur HP Indonesia Juliana Cen menyatakan pada 1 September 2026 bahwa laptop kini menuntut kemampuan serbaguna.
  • Data HP mencatat 70 persen Gen Z Indonesia memiliki side hustle dan 94 persen pekerja menggunakan kecerdasan buatan.
  • HP meluncurkan lini laptop OmniBook dengan harga mulai Rp10,899 juta hingga Rp30,999 juta untuk mendukung aktivitas harian.

Suara.com - Laptop sedang mengalami perubahan fungsi. Perangkat yang dulu identik dengan pekerjaan kantor kini dituntut bisa melakukan jauh lebih banyak hal, mulai dari membantu belajar, mengedit video, membuat konten, menjalankan aplikasi kreatif hingga mengolah pekerjaan berbasis kecerdasan buatan (AI).

Perubahan tersebut bukan sekadar soal hadirnya prosesor yang lebih cepat. Cara orang menggunakan laptop juga ikut berubah.

Data HP Work Relationship Index 2025 menunjukkan, 70 persen Gen Z dan 68 persen milenial di Indonesia memiliki side hustle.

Dalam praktiknya, satu laptop bisa menjadi perangkat untuk pekerjaan utama, mencari penghasilan tambahan, belajar, sekaligus membuat konten.

Di saat yang sama, penggunaan AI semakin dekat dengan aktivitas sehari-hari. HP mencatat 94 persen pekerja berbasis pengetahuan di Indonesia telah menggunakan AI, sementara 50 persen menggunakannya setiap hari.

Situasi ini membuat produsen PC mulai menghadapi tuntutan baru: laptop harus mampu mengikuti pengguna yang semakin sering berganti aktivitas.

HP Indonesia melihat perubahan tersebut sebagai alasan untuk membawa kemampuan AI lebih dalam ke lini OmniBook.

Laptop Mulai Dituntut Bisa Banyak Hal

President Director HP Indonesia, Juliana Cen, mengatakan pola penggunaan PC saat ini sudah jauh berbeda dibanding sebelumnya.

Baca Juga: AI Mulai Masuk ke Jantung Pabrik, Manufaktur Indonesia Didorong Beralih ke Industry 4.0

Menurut dia, pengguna kini dapat berpindah dari pekerjaan ke pembelajaran, aktivitas kreatif hingga berbagai kepentingan pribadi dalam satu perangkat.

“Teknologi harus mampu beradaptasi dengan perubahan tersebut, bukan justru menambah kompleksitas,” ujar Juliana di Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Pernyataan tersebut menunjukkan arah baru industri PC. Laptop tidak lagi cukup hanya mengandalkan spesifikasi tinggi. Perangkat juga harus mampu membuat pekerjaan pengguna menjadi lebih sederhana.

Karena itu, AI mulai ditempatkan bukan sekadar sebagai fitur tambahan, tetapi sebagai bagian dari cara laptop bekerja dan berinteraksi dengan  penggunanya.

HP membawa pendekatan tersebut ke portofolio OmniBook yang ditenagai Intel Core Ultra Series 3.

AI Mulai Masuk ke Cara Laptop Berinteraksi

Load More